Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Koma


__ADS_3

Fizah segera menuju ke rumah sakit setelah mendengar kabar dari pihak rumah sakit tadi, di sana belum ada siapapun membuat Fizah berpikir untuk menghubungi keluarga keluarga Zidan.


Sementara Zidan sedang ditangani oleh dokter, kata dokter itu luka Zidan cukup serius.


"Fizah, bagaimana keadaan Zidan sekarang? " tanya Umi Zulfah yang baru datang bersama Pak Kyai.


"Masih diperiksa oleh dokter, Umi.. " kata Hafizah.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Zidan bisa sampai kecelakaan seperti ini? " tanya Umi Zulfah.


"Fizah juga kurang tahu pasti, Umi. Tapi beberapa waktu ini Mas Zidan sedang sibuk mengejar Mbak Reva untuk meminta maaf, " jawab Fizah.


"Reva?? Bukannya Reva..."


"Nggak, Umi. Mbak Reva selamat dari kecelakaan itu, dan selama 5 tahun terakhir dia tinggal di Bandung.. " ucap Fizah.


"Apa??! Kenapa Umi nggak dikasih tahu? Apa Bapak sudah tahu kalau Reva masih hidup? " kata Umi Zulfah kemudian beralih pada Pak Kyai.


"Iya, Bapak tahu dari Zidan. Tapi Zidan melarang Bapak untuk memberitahu pada Umi! " sahut Pak Kyai.


"Fizah, coba kamu jelaskan dari awal ceritanya sampai sekarang! Tolong jujur sama Umi, dan jangan ada yang ditutup-tutupi! " ucap Umi Zulfah.


Fizah pun menceritakan seluruh permasalahan mereka dari awal, cerita dari Fizah mampu membuat Umi Zulfah merasa syok dan tak percaya.

__ADS_1


Apalagi mengetahui bahwa saat sebelum Reva mengalami kecelakaan, Zidan sempat memarahinya.


"Astagfirullahalazim, Zidan!! Kenapa kamu bisa berlaku seperti itu pada kedua istrumu, Nak.. " Umi Zulfah menghela nafas berat, sesak rasanya mendengar cerita dari Fizah apalagi mereka berdua yang merasakan.


................


Sementara di kediaman Pak Badri, Reva mendapat telepon dari Rama. Namun Reva tak mau bicara melalui telepon dan menyuruh Rama untuk datang langsung.


"Apa kamu sudah mendengar beritanya? " tanya Rama yang kini mereka sedang duduk di teras rumah.


"Sudah, aku melihatnya ditv. "


"Lalu, apa kamu berencana menjenguk Zidan? " tanya Rama lagi.


"Tapi kamu juga kan masih istrinya? Kenapa kamu membiarkan perempuan itu, sementara kamu masih berhak atas Zidan?? " lanjut Rama.


"Sudah tidak ada hak lagi aku atas dirinya, kalau kamu mau menjenguknya silahkan! Aku hanya ingin menitipkan surat untuknya, " ucap Reva.


"Ya sudah, kalau begitu besok aku akan menjenguk Zidan di rumah sakit. Sekarang aku pamit pulang, salam untuk Zahwa.. " ucap Rama.


"Kamu nggak mau makan di sini? " tanya Reva.


"Nggak ah, lain kali aja. Soalnya mau jemput ayah di Bandara ini.. Aku pamit ya, salam untuk Pakde dan Bude. Assalamualaikum. "

__ADS_1


"Waalaikumsalam, hati-hati! "


.................


"Bagaimana keadaan anak saya, Dok? " tanya Umi Zulfah saat dokter keluar dari ruang UGD.


"Pasien saat ini sudah melewati masa kritisnya, tapi beliau akan mengalami koma untuk beberapa waktu kedepan. Dan juga.... " ucapan sang dokter terhenti sejenak.


"Dan juga apa, Dok? Ada apa dengan suami saya? " tanya Fizah yang tak sabar mendengar perkataan Dokter.


"Dan mungkin pasien akan mengalami kelumpuhan untuk sementara waktu, saya harap keluarganya bisa membantu membangkitkan semangatnya untuk bisa pulih seperti sediakala. "


Semua yang ada di sana syok mendengar penjelasan dari dokter, terlebih Fizah. Ia merasa bersalah dengan keadaan Zidan sekarang. Fizah berpikir akan membujuk Reva untuk datang dan membantu Zidan untuk pulih dari kondisinya saat ini. Fizah yakin dengan kehadiran Reva bisa memberi semangat tersendiri untuk Zidan.


.


.


.


Hai maaf part ini sedikit pendek.. Nanti Insya Allah up lagi..


Jangan lupa di Vote dan dukungan dari kalian berharga banget buat aku... hehe

__ADS_1


__ADS_2