Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Keputusan


__ADS_3

..."Atas ridho-Mu Ya Allah, aku mencintainya karena takdir. Dan aku percaya skenario-Mu baik atau buruk....


...Maka itulah yang terbaik untukku"...


......*......


...*...


Reva POV


Hari-hari aku lewati seperti biasa namun aku tak pernah menyerah untuk membujuk suamiku untuk menikah lagi tapi hasilnya tetap sama Mas Zidan tetap tidak setuju dengan permintaanku, menurutnya permintaanku yang satu itu terkesan sangatlah gila.


Malam ini kami sedang bersantai di balkon kamar, sementara Ghibran sudah aku tidurkan sejak pukul 9 tadi.


Aku bersama mas Zidan sedang duduk disebuah kursi santai dengan posisi aku bersandar padanya.


"Abi, kenapa kamu nggak mau menikah lagi? " tanyaku santai.


"Nggak Abi nggak mau. Sampai kapan pun Abi akan terus bersama Umma dan nggak akan pernah mau berpaling !! " tegas suamiku.


"Tapi kan Bi.."


"Udah ya Umma cukup!! Abi udah bilang nggak ya nggak. Kenapa sih sikap Umma jadi keras kepala begini? Apa Umma meragukan cinta Abi hingga Umma mau tes Abi dengan cara seperti ini??!! " kata suamiku sedikit membentak.


Tak pernah ku duga sebelumnya jika suamiku akan membentakku seperti ini. Sungguh aku hanya ingin yang terbaik baginya dan anak kita tapi kenapa dia tidak mau mengerti juga.


"Di luar sana banyak istri yang nggak rela suaminya menikah lagi, tapi kenapa Umma malah minta aku nikah lagi? Apa Umma sudah tidak punya perasaan lagi sama Abi? " kini suamiku berdiri dipinggir pagar balkon sambil menatap ke arah taman.


"Maaf Abi bukan maksud Umma seperti itu, Umma sayang dan cinta sama Abi tapi kalau Abi menikah lagi kan ada yang melayani Abi saat Umma nggak bisa " sahutku.


"Apa Umma menilai pernikahan hanya sebatas melayani? Umma tenang aja urusan rumah ada Mbok Tuti, bila perlu kita sewa pembantu lagi supaya Umma nggak capek. Terus urusan melayani di ranjang aku bisa menahan jika Umma sedang tidak mau. Jadi stop minta hal yang aneh-aneh sama aku !!! " kata suamiku berlalu masuk meninggalkan aku seorang diri.

__ADS_1


Sungguh perasaan ini hancur, sakit ketika mendengar suamiku mengucapkan kata 'Aku'. Dia benar-benar sedang dikuasai oleh amarah saat ini. Sesulit itu memenuhi permintaan terakhir dariku? Asal kamu tahu mas, jika aku punya pilihan mungkin aku akan bertahan. Tapi Allah sudah penya rencana-Nya sendiri.


Melihat suamiku masuk begitu saja langsung menyusulnya dan kulihat dia sudah berbaring dikasur dan memejamkan mata. Sungguh aku tak ingin berada di posisi seperti ini.


Setelah menyelimuti tubuh suamiku, aku menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Saat dikamar mandi tak terasa air mataku lolos begitu saja tanpa bisa ditahan, dadaku terasa sesak nafasku mulai tak beraturan dan pandanganku mulai mengabur.


Astagfirullahalazim, ya Allah kenapa ini?


Aku keluar dari kamar mandi sambil memegangi kepalaku yang terasa sangat sakit. Begitu juga dengan perutku yang terasa seperti melilit dan rasa sakitnya pun tak dapat ku gambarkan. Dengan berpegangan dinding aku berusaha menuju ranjang untuk mengambil obatku yang terletak diatas nakas, namun sayangnya tubuhku ambruk duluan dan aku pun pingsan.


...-----------------------...


Zidan POV


Setelah berkata cukup jelas pada Reva aku memutuskan untuk masuk ke dalam dan mengistirahatkan tubuh dan pikiranku. Entah kenapa sikap istriku itu berubah belakangan ini, ia selalu memintaku untuk melakukan poligami padahal aku sendiri tidak ada pikiran semacam itu. Tapi dia? Dia malah secara terang-terangan meminta untuk dimadu. sungguh aku tak ingin berdebat lebih jauh dengan nya. Lebih baik ku hindari pertengkaran yang mungkin saja bisa terjadi.


Prang...


Gelas yang berada diatas nakas terjatuh dan karena aku merasa terkejut akhirnya aku menengok ke arah tempat istriku tidur untuk melihatnya. Dan betapa terkejutnya aku saat mendapati istriku itu sudah terbaring dilantai.


"Astagfirullahalazim, Umma ya Allah.. Umma bangun Umma kenapa? " tanyaku yang mencoba menyadarkan Reva.


Karena Reva tak kunjung sadar maka dengan segera aku menyambar jaketku dan menggendongnya untuk pergi ke rumah sakit.


"Mbok... Mbok Tuti!! " panggilku.


"Iya tuan ada apa? " dengan tergopoh-gopoh Mbok Tuti menghampiriku.


"Cepat buka pintunya Mbok saya harus bawa Reva ke rumah sakit Mbok!! " perintahku.

__ADS_1


"Astagfirullahalazim pak ada apa dengan mbak Reva? " tanya Hafizah yang keluar dari kamarnya.


"Reva pingsan, kamu tolong jaga Ghibran baik-baik saya akan bawa dia ke rumah sakit "


Tanpa menunggu lagi aku langsung membawa Reva ke rumah sakit. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan penuh.


setelah sampai dirumah sakit aku langsung membawanya ke ruang UGD untuk segera diperiksa dokter.


"Jadi bagaimana kondisi istri saya dok? " tanyaku pada dokter yang baru selesai memeriksa.


"Pak saya kan sudah pernah bilang agar jangan membebani Bu Reva dengan beban pikiran yang membuatnya stres, dan juga usahakan untuk membuat Bu Reva tidak stres " dokter memarahi karena kondisi Reva saat ini.


"Apa itu termasuk permintaannya yang harus saya turuti dok?" tanyaku pada dokter.


"Ya bisa jadi itu mungkin membantu Bu Reva agar membuat moodnya jadi baik "


"Tapi anda tidak tahu apa yang dipinta oleh istri saya itu dok, dia memintaku menikah lagi sementara aku tidak ingin berpoligami dok. Saya sangat mencintai istri saya " dan jadi lah aku curhat pada dokter.


"Maaf kalau saya terlalu ikut campur, sebaiknya bapak pikirkan saja dulu baik-baik. Semua keputusan ada pada bapak, jika Bu Reva meminta anda berpoligami mungkin beliau yakin anda bisa melakukannya. Walau bagaimana pun juga kondisi Kesehatan Bu Reva sangat penting pak " jelas dokter itu membuatku tak dapat lagi berkata apa-apa.


Sungguh perasaanku sedang dilema besar sekarang. Aku memutuskan untum pergi ke masjid untuk berzikir pada Allah meminta petunjuk-Nya.


"Ya Allah mohon beri hamba petunjuk, keputusan apa yang akan hamba ambil kedepannya? Bagaimana bisa hamba menikah lagi sementara kondisi istri hamba seperti ini ya Allah "


Aku berzikir cukup lama sampai akhirnya aku sudah memikirkan permintaan istriku masak-masak. Sungguh aku tak sanggup untuk berpaling, aku benar-benar mencintai Reva dan tak ada niat untuk berpoligami.


Harus pakai alasan apa untuk aku menolah permintaannya. Aku hanya berharap Reva segera pulih seperti sedia kala. Aku tak ingin melihat istriku menderita seperri ini. Haruskah aku menuruti permintaannya? Entahlah aku sangat tidak bisa mengambil keputusannya sekarang. Aku berharap ada jalan keluar dalam masalah ini.


......................


Hai hai hai...

__ADS_1


Maaf ya guys kemarin Aku nggak uplod soalnya rada nggak enak badan. Jangan lupa di like, coment dan vote juga ya... Makasih...


__ADS_2