
Pukul 14:30 Wib Reva memutuskan untuk pulang lebih dulu. Ia menyuruh orang kepercayaannya untuk mengelola kedainya namanya adalah Gita. Dialah karyawan Reva sekaligus orang kepercayaannya.
"Git mbk mau pulang dulu nggak bisa sampe sore disini, kamu nggak apa-apa kan mbak tinggal? " tanya Reva.
"Iya mbak ngak apa-apa, mending mbak istirahat aja wajah mbak juga pucet banget lho mbak " jawab Gita.
"Ya udah kalau begitu mbak pamit dulu ya, Assalamualaikum " Reva pamit.
"Waalaikumsalam "
Reva menyetop taksi dan pulang ke rumah entah kenapa tubuhnya terasa lemas padahal tadi ia sudah makan. Sepanjang jalan Reva selalu bershalawat dalam hati sambil mengelus perutnya.
Sesampainya dirumah ia dibuat terkejut saat sebuah mobil telah terparkir rapi didepan garasi dan pintu nampak terbuka lebar, dengan mata berbinar Reva buru-buru masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum " salam diucap Reva.
"Waalaikumsalam, sudah pulang Umma? " terdengar suara bariton dari dalam rumah yang sedang memegang sapu.
"Abi... Kapan Abi pulang? Kenapa nggak ngabarin aku sih Bi? Hiks hiks hiks " Reva berhambur memeluk Zidan melepas rasa rindu dan kekhawatirannya.
"Ssstttthhh jangan nangis sayang, Abi kan udah pulang. Abi juga baru sampai kok, maaf ya beberapa hari ini nggak ngasih kabar sama Umma karena kesibukan Abi " kata Zidan mengelus punggung istrinya itu.
"Abi sibuk apa? Sibuk nikah sama perempuan itu? " tanya Reva melepas pelukannya dan menampakkan wajah cemberut.
"Ya ampun sayang kamu cemburu? Abi nggak nikah sama siapapun " Zidan menangkup wajah istrinya sambil terkekeh.
"Bohong !! Abi bohong sama Umma, buktinya waktu direstoran itu Abi nggak ngomong kalau lagi sama Bi..." Reva menghentikan ucapannya kemudian ia tersadar hampir keceplosan dengan kejadian beberapa bulan lalu.
Zidan yang mengerti maksud istrinya langsung tersentak kaget begitu tahu bahwa Reva selama ini memendam semua itu sendiri.
"Umma sayang, maafin Abi ya yang telah menyakitimu. Maafin Abi yang selalu buat Umma nangis, Abi sayang sama Umma dan Abi janji nggak akan berpaling. Umma mau denger semua kronologi kejadiannya kan? " kata Zidan penuh kelembutan dan dibalas anggukan kepala oleh Reva.
"Waktu itu di restoran Umma lihat Abi sama Bianca? " tanya Zidan kemudian diangguki Reva.
"Waktu jam 10 Abi udah mau pulang buat anter Umma cek kandungan ke dokter, tapi tiba-tiba Bianca muncul dan menghadang jalan Abi. Dia bilang ingin bicara sebentar sama Abi. Waktu itu Abi sudah bilang Abi nggak bisa lama-lama tapi kenyataannya malah lewat dari waktu yang dijanjikan..." Zidan mulai bercerita.
__ADS_1
Flashback On
Tok tok tok tok
Bianca mengetuk kaca jendela Zidan.
"Ada apa Bi? " tanya Zidan setelah membuka kaca mobil.
"Aku mau bicara sama kamu, aku boleh minta waktu kamu sebentar nggak? " kata Bianca.
"Tapi aku buru-buru mau anter..." belum sempat Zidan menyelesaikan perkataannya Bianca telah lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Plis Dan, bentar aja nggak lama kok. " bujuk Bianca.
"Iya udah bicara aja disini !! " ucap Zidan.
"Nggak enak kalo kita bicara disini, gimana kalau kita ke restoran aja sekalian makan. Plis Dan aku mohon " sahut Bianca.
"Ya udah iya tapi aku nggak bisa lama !! "
"Dan apa nggak ada lagi kesempatan buat aku dihidup kamu? " tanya Bianca.
"Maksud kamu apa bicara seperti itu? " Zidan bertanya balik.
"Zidan, aku masih sayang dan cinta sama kamu. Aku nggak bisa lupain kamu, aku mohon sama kamu Dan terima aku lagi. Aku rela kok kalau harus jadi istri kamu yang ke-dua " kata Bianca.
"Kamu gila ya? Aku nggak bisa ngeduain istri aku apalagi nikah sama kamu. Apa kamu nggak inget gimana kamu dulu cuekin aku, kamu buang aku saat aku nggak mampu kasih semua yng kamu mau. Kamu lupa itu Bianca? Sebelum aku nikah sama Reva aku berusaha buat cari kamu tapi jawaban kamu malah memilih untuk kejar karir dulu. Apa kamu nggak ngerasain apa yang aku rasaain saat itu? " Zidan berkata menumpahkan segala kepedihannya.
"Maafin aku Dan aku bener-bener nyesel, aku sadar aku udah sia-siain kamu aku minta maaf banget sama kamu Hiks hiks hiks " Bianca menangis dan berlutut dihadapan Zidan.
"Sudah aku sudah memaafkan kamu tapi untuk kembali sama kamu aku minta maaf aku nggak bisa, karena aku lebih menyayangi istriku " Kata Zidan sambil membantu Bianca kembali duduk di kursi.
Tanpa aba-aba Bianca langsung memeluk Zidan sambil terus menangis. Zidan yang merasa tak tega hanya bermaksud menenangkannya. Tapi siapa sangka Reva ada di restoran yang sama dan melihat semua kejadian itu dan membuatnya salah mengartikan .
Flashback off
__ADS_1
"Kenapa Abi nggak terus terang sama Umma, jadi kan Umma nggak berpikir buruk sama Abi " kata Reva merasa bersalah karena telah bernegatif thinking pada suaminya itu.
"Maafin Abi ya, Abi nggak bermaksud menutupi kebenaran dari Umma. Tapi Abi cuma menunggu waktu yang tepat buat menjelaskan semuanya " Zidan mengelus puncak kepala istrinya.
"Lalu siapa perempuan yang mengaku istri kedua kamu ditelpon? " tanya Reva lagi.
"Itu juga Bianca, Abi disana nggak tahu bakal ketemu Bianca. Kebetulan dia juga jadi pemasok pupuk. Pas Umma nelpon Abi lagi ditoilet. Dan tadi waktu Umma nanya ditelpon Abi langsung marahin dia. Tapi Umma tenang aja Bianca juga sudah menikah kok " jelas Zidan.
"Abi nggak lagi bohongin aku kan? " tanya Reva mencari kebohongan dari sorot mata Zidan.
"Nggak kok sayang, Bianca udah nikah 2 minggu yang lalu sama laki-laki pilihan orang tuanya. Abi juga nggak akan berpaling dari Umma " jelas Zidan lagi.
"Syukurlah kalau begitu, Umma lega dengernya. Sekarang aku mau masak dulu, Abi mandi aja dulu ya " kata Reva.
"Iya sayang.. " Zidan pergi ke kamarnya untuk mandi .
Sementara Reva di dapur sedang masak makanan kesukaan suaminya. Selama memasak ia selalu tersenyum. Entah kenapa Reva merasa lega setelah mendengar semua jawaban dari Zidan tadi. Hatinya yang semula ragu kini sudah yakin jika suaminya tak akan mengkhianatinya. Apalagi saat mendengar Bianca telah menikah, serasa beban yang selama ini ia pendam terasa lepas.
...*******...
Hallo para Reader...
Gimana sampai sini suka nggak sama cerita ini? Kalau suka di like dong dan di vote juga.
Sedih aku tuh kalau lihat viewers nambah tapi like-nya sedikit banget😢
Like ya guys biar tambah semangat author nulisnya.
Happy Reading.
Hari ini khusus up 2 bab ya hehe
makasih udah mau nungguin up dari awal cerita sampai sekarang.
Like nya jangan lupa ya😊
__ADS_1