Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Tanpa Di Sengaja


__ADS_3

..." *Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan, pasti akan datang kemudahan."...


...(HR. Tirmidzi*)...


...*...


Keesokan harinya Ayu mengajak anak-anak di rumah singgah untuk pergi bertamasya, mereka akan pergi ke ladang milik salah satu donatur di sana. Anak-anak tampak riang dan bergembira, mereka terus bernyanyi disepanjang jalan.


Namun disisi lain ada seorang pria yang sedang melakukan survei di sekitaran ladang tersebut. Ayu dan anak-anak sudah sampai di ladang dimana mereka akan bertamasya sekaligus belajar tentang cara menanam.


Disaat anak-anak sudah dibimbing Rama untuk menuju lokasi, Ayu yang masih baru keluar dari mobil terburu-buru untuk menyusul mereka.


Belum sampai ia pada rombongan, Ayu menabrak seorang pria yang juga sedang berjalan dari arah berlawanan.


Bruk!


"Aduh maaf maaf saya terburu-buru.. " kata Ayu dan tanpa disengaja ia menoleh pada pria yang ia tabrak tadi.



Kedua mata mereka saling bersitatap secara tak disengaja. Ayu yang tersadar langsung berusaha menutup wajahnya dengan jaket yang ia pegang.


"Re.. Reva! " ucap pria itu.


"Maaf, Mas. Mungkin anda salah orang, saya bukan Reva.. " kata Ayu mengelak dan beranjak pergi.


"Tunggu dulu! " ucap Zidan menahan tangan Ayu agar tidak pergi.


"Aku yakin kamu itu Reva, Reva istriku... Ini Abi, Umma lupa sama Abi? " ucap Zidan penuh keyakinan.


"Maksud anda apa? Saya ini bukan Reva seperti yang anda bilang, saya Ayu. Dan saya bukan istri anda.. " Ayu mengelak semua perkataan Zidan.


"Nggak, aku yakin kamu itu Reva istriku.. Wajahmu mirip sekali dengan dia. "


"Wajah mungkin mirip, tapi saya bukan istri anda! " Ayu berusaha melepaskan tangannya namun pegangan Zidan cukup kuat menahannya.


"Umma... Ayo cepat ke sini!! " panggil anak perempuan dari arah ladang.


"Umma? " Zidan menatap anak perempuan itu dan beralih menatap Ayu.

__ADS_1


"Maaf saya terburu-buru.." Ayu mengibaskan tangannya dan berhasil lepas dari genggaman Zidan dan secepat kilat lari dari pandangan Zidan.


Zidan yang ditinggalkan hanya berdiri mematung menatap punggung Ayu yang sudah menghilang dari pandangan nya.


"Reva.. Aku yakin kamu Reva.. Kenapa berpura-pura lupa? "


...********...


"Kenapa, Yu? Kok muka kamu terlihat khawatir gitu? " tanya Rama.


"Dia ada di sini tadi, tanpa disengaja kami bertemu lagi di sini, Ram " sahut Reva.


"Lalu apa yang terjadi? "


"Dia melihat wajahku, memegang tanganku dan penuh keyakinan menyebut namaku Reva..." seketika air mata Ayu lolos begitu saja.


"Itu artinya jawaban dari Allah untuk kamu, sudah waktunya kalian bertemu. Mau kamu siap atau tidak, jika Allah menghendaki pasti kalian akan bertemu, " sahut Rama.


"Tapi aku belum siap menghadapinya, Ram. Aku takut... Kejadian 5 tahun lalu rasanya masih membekas dihati aku.. Hiks hiks hiks "


Rama merasa tidak tega melihat wanita yang duduk disebelah nya menangis seperti itu, ia tahu betapa kerasnya Ayu berusaha bangkit. Dan hari ini air mata itu kembali jatuh setelah 5 tahun.


"Jangan sedih, kasihan Zahwa jika melihatmu menangis seperti ini.. "


Flashback on


5 Tahun lalu di kediaman Zidan, saat itu Ghibran mengasuh Kia yang di tidurkan dalam stroler. Mereka sedang berada di halaman belakang, tapi tiba-tiba kaki Ghibran tak sengaja menendang stroler yang dinaiki oleh Kia dan stroler itu berjalan sendiri menabrak tiang dan terjatuh.


Kia menangis kencang dan terdengar oleh Reva yang kebetulan ada di lantai bawah hendak memasak.


"Astagfirullahalazim, Kia! Ada apa ini, Nak? Bagaimana bisa adikmu jatuh seperti ini? " Reva menggendong Kia yang sudah menangis dan bertanya pada Ghibran disitu.


Namun belum sempat Ghibran menjawab, Zidan dan juga Hafizah sudah datang dan melihat Kia menangis digendongan Reva.


"Ada apa ini, Umma? Kenapa Kia menangis? " tanya Zidan.


"Itu tadi Kia jatuh dari stroler nya, " jawab Reva sambil terus menenangkan Kia.


Hafizah yang melihat anaknya terus menangis pun langsung mengambil alihnya dari gendongan Reva.

__ADS_1


"Apa? Bagaimana bisa Kia jatuh? Apa yang Umma lakukan sampai tidak memperhatikan Kia? Umma sengaja melakukannya? " Zidan kalap dan terbawa emosi saat itu.


"Nggak, Abi.. Tadi Kia..."


"Ha sudahlah, kamu pasti sengaja kan membuat Kia jatuh. Akhir-akhir ini kamu itu selalu berdebat denganku soal Fizah, jadi ini cara kamu untuk menyakiti Fizah? " bentak Zidan.


"Ya Allah tidak seperti itu, Abi.." tanpa mendengar pembelaan dari Reva, Zidan sudah mengajak Ghibran serta Fizah masuk ke dalam rumah.


Sejak kejadian pagi itu, Zidan marah besar pada Reva dan beranggapan bahwa Reva sengaja menjatuhkan Kia untuk menyakiti Fizah.


Reva merasa sakit hati dituduh seperti itu oleh suaminya sendiri, tiap kali ia ingin bicara Zidan pasti tidak mau mendengarkan dan mencari alasan untuk menghindar. Beberapa kali Reva mencoba bicara namun hasilnya nihil. Zidan tetap tidak mau bicara dan mendengar penjelasan Reva.


Akhirnya Reva memutuskan untuk pergi ke rumah sakit karena ia sudah membuat janji pada dokter. Entah kenapa beberapa hari ini kepalanya terasa pusing dan kehilangan nafsu makan.


"Apa, Dok? Saya hamil? Bagaimana bisa? " Reva terkejut dengan pernyataan dokter tersebut.


"Iya, Bu. Usia kehamilan ibu saat ini sudah menginjak minggu ke-6, " sahut Dokter itu.


"Tidak mungkin saya hamil, Dok! Saya ini pernah terkena kanker Ovarium. Dan bagaimana bisa saya hamil? " tanya Reva tak percaya.


"Pengobatan yang ibu jalani saat itu tidak menyebabkan rahim ibu diangkat, apalagi ibu dinyatakan bersih total dari kanker. Semua ini pasti terjadi atas izin dari Allah, Bu. "


Reva menatap Dokter dengan tatapan tak percaya, bagaimana bisa ia hamil.


Setelah selesai bertemu dengan dokter, Reva memutuskan untuk pulang. Namun ada sebuah tragedi yang membuat Reva harus mengalami kecelakaan.


Mobil yang ia tumpangi bertabrakan dengan mobil truk dari arah berlawanan, mobil Reva terpental jauh dan membuat Reva tak sadarkan diri.


Reva terpelanting keluar.


Dan disaat semua orang berkerumun, Rama yang sedang lewat merasa penasaran dan melihat korban kecelakaan yang tak lain adalah Reva.


"Astagfirullahalazim, Reva! Pak ada apa ini? Kenapa teman saya bisa seperti ini? " tanya Rama pada orang disekitar.


"Tadi ibu ini mengalami kecelakaan, Pak. Dan mobil yang ia naiki terpental ke arah jurang.." jelas salah satu warga disana.


"Ya Allah, Pak ayo pak bantu saya bawa dia ke rumah sakit.." akhirnya Rama membawa Reva ke rumah sakit dengan dibantu oleh orang-orang yang ada disekitar lokasi kejadian.


Flashback Off...

__ADS_1


__ADS_2