Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Kemarahan Zidan


__ADS_3

Hari itu Hafizah sudah selesai berberes rumah, Ghibran sedang bersama Bu Heni kebetulan hari itu Bu Heni sedang rindu dengan cucunya jadi ia mengajak Ghibran main ke rumah nya jadi keadaan rumah sepi dan hanya ada Mbok Tuti dirumah.


Hafizah berencana pergi ke toko buku pagi itu karena kebetulan ia sedang membutuhkan buku untuk mata kuliahnya. Sejak Hafizah bekerja di rumah itu ia memang melanjutkan kuliahnya yang sempat terhenti, dan setelah menikah dengan Zidan ia masih diperbolehkan untuk melanjutkan kuliahnya.


"Alhamdulillah selesai semua pekerjaan rumah, sekarang aku harus siap-siap ke toko buku ah. Tapi mendingan aku izin dulu deh sama Mas Zidan "


Hafizah meraih hp yang dia letakkan dimeja, mencari nomor suaminya dan menelponnya..


Tut...Tut...Tuut..


^^^"Assalamualaikum, Zah ada apa? "^^^


" Waalaikumsalam, Mas ini Fizah mau izin ke toko buku mau beli buku soalnya buat kuliah boleh nggak? " tanya Hafizah.


..."Ooh ya sudah mas izinin, maaf Mas nggak bisa anter. Kamu hati-hati ya "...


"Iya Mas, Assalamualaikum "


Setelah sambungan telepon terputus, Hafizah bersiap untuk pergi ke toko buku. Tak lupa ia berpamitan dengan Mbok Tuti.


Fizah pergi menaiki angkutan umum, ia juga tak berharap diantar oleh suaminya itu.


....


Setelah beberapa menit perjalanan ditempuh, akhirnya Fizah sampai di salah satu toko buku yang cukup terkenal disana.


Fizah nampak asik memilih buku yang ia butuhkan sambil menyusuri setiap rak buku yang tersusun rapi.


Setelah ia membayar semua buku-buku yang ia ambil, Fizah berniat untuk pulang. Saat ia sedang berjalan dan membenahi buku yang ia bawa seseorang tak sengaja menabraknya.


Bruk !!


"Astagfirullahalazim, " seketika kantong berisi buku yang dibawa oleh Hafizah terjatuh.


"Aduh maaf maaf.. Maaf mbak saya nggak lihat " kata pria itu sambil ikut membantu mengambil buku Hafizah.


"Iya iya nggak apa-apa " setelah beres Hafizah langsung sigap berdiri dan mundur menjaga jarak dari pria yang menurutnya bukan mahromnya itu.


"Fizah ! " pria itu menunjuk saat mengenali perempuan yang kini berdiri dihadapannya.


"Bang Aldo ! " Fizah pun mengenali pria itu.


Ya dia adalah Aldo, anak dari mantan majikannya sewaktu di Jogja. Hubungan mereka terbilang cukup baik terlebih Fizah sudah menganggap Aldo sebagai kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Kami nggak apa-apa kan? Maaf aku tadi nggak lihat jalan jadi nabrak kamu " kata Aldo.


"Iya bang, aku nggak apa-apa kok... "


"Kamu apa kabar Zah? Lama ya kita nggak ketemu " tanya Aldo.


"Alhamdulillah Fizah baik kok bang, abang gimana kabarnya? Ibu juga disana sehat kan? " kata Hafizah balik bertanya.


"Alhamdulillah sekeluarga sehat Zah, kita ngobrolnya di sana aja yuk soalnya disini panas. Sekalian kita ngopi bentar " ajak Aldo menunjuk salah satu caffe yang ada didekat situ.


Hafizah nampak menimbang-nimbang sejenak dan akhirnya ia menyetujui.


"Kamu mau pesan apa Zah? " tanya Aldo.


"Capucinno aja bang "


Mereka berdua pun mengobrol masalah keluarga Aldo yang sudah berbaik hati menerima Hafizah saat ia butuh pekerjaan, bukan cuma itu Fizah juga diangkat anak oleh ibunya Aldo bahkan sampai tak rela saat Fizah harus pindah kerja ke kampung halamannya.


Tetapi tanpa Hafizah sadari ada sepasang sorot mata yang sedang mengamati mereka dari jauh. Dengan tatapan tajamnya menatap ke arah Hafizah yang sedang asik mengobrol sambil diselingi gelak tawa.


Brak !!!


"Oh jadi ini yang katanya kamu izin ke toko buku ya !! " tiba-tiba terdengar suara gebrakan meja.


Zidan POV


Saat itu pukul 11 siang aku bersama rekan kerjaku selesai dari mensurvei lahan pertanian, kami berniat untuk mampir sebentar ke sebuah caffe untuk beristirahat sambil minum kopi.


Saat aku dan teman ku masuk ke caffe tersebut, mataku terhenti menatap seorang perempuan berjilbab menggunakan baju berwarna putih sedang duduk dan asik berbicara dengan seorang pria bahkan sedang tertawa disana.



"Fizah, ngapain dia disini? Bukannya dia tadi bilang mau ke toko buku? Tapi kenapa malah disini dan siapa pria itu? " gumamku dalam hati.


Entah kenapa aku merasa kesal melihatnya, mereka terlihat sangat dekat bahkan saat bersama denganku Fizah tidak pernah tertawa seperti itu.


"Ah sial, ada apa denganku? "


"Kenapa sih Dan, kok muka loe kayak kesel gitu? " tanya teman ku.


"Eh nggak aku nggak apa-apa, kalian lanjut aja ya aku mau ke toilet bentar " aku pamit dari hadapan teman-temanku dan mendekati meja yang diduduki oleh istri keduaku itu.


Brak !

__ADS_1


Aku menggebrak meja mereka karena kesal.


"Oh jadi ini yang katanya kamu izin ke toko buku ya !! " kataku menyentak mereka berdua.


"Mas Zidan..." Hafizah tampak kaget dengan kehadiranku saat itu.


"Iya ini aku kenapa kamu kaget? Izinnya ke toko buku tapi malah nongkrong disini berduaan sama laki-laki " kataku sedikit membentak.


"Kamu salah paham mas.. itu.."


"Sekarang ikut aku pulang!!! Ayo cepat Zah pulang sama aku !! "


Author Pov


Zidan menarik tangan Hafizah secara kasar dan mengajaknya pulang. Hafizah terus berusaha menjelaskan namun nihil, Zidan tak mendengarkannya sedikitpun.


"Mas lepasin mas tangan Fizah sakit " Hafizah meringis kala cengkraman Zidan semakin kencang.


Zidan menyeret Hafizah masuk ke dalam mobilnya dan segera pulang menuju ke rumah, ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Emosinya tiba-tiba tersulut entah apa penyebabnya.


Sesampainya dirumah Zidan langsung membukakan pintu mobil Hafizah dan kembali menarik tangannya masuk. Dan disinilah Hafizah diseret ke dalam kamarnya, wajah Zidan merah padam menutup pintu dengan kasar membuat Hafizah merasa takut.


"Mas, Fizah bisa jelasin semuanya.. Kamu salah paham, Mas " kata Hafizah.


"Diam!! Aku tidak memintamu untuk bicara. " bentak Zidan.


"Aku benar-benar nggak nyangka sama kamu ya Zah, kamu tega bohongin aku. Kamu izin ke toko buku tapi malah asik berduaan sama pria lain!! Selama ini aku berusaha buat nerima kamu, buat cinta sama kamu tapi ini balesan kamu ke aku? Aku belum pernah menyentuh kamu dan itu yang membuat kamu mencari pria lain hah? " Zidan berkata dengan suara yang sudah meninggi.


Emosinya tak terkontrol, kali ini ia sedang dikuasai oleh setan yang berhasil menyulut kemarahannya.


"Astagfirullahalazim, Mas... Kamu salah paham, itu bang Aldo dia... " tangis Fizah sudah tak terbendung lagi.


"Apa? Bahkan kamu memanggilnya dengan sebutan abang! Kamu masih berani membela dia di depanku hah? " lagi-lagi Zidan memotong perkataan Hafizah tanpa mau mendengarnya sedikitpun.


"Nggak Mas, bukan itu maksudku tapi beneran nggak ada apa-apa antara aku sama dia.."


"Cukup Fizah cukup!!! Aku nggak mau dengar apapun penjelasan kamu!! "


.


.


Dan apa yang terjadi selanjutnya? Hehe penasaran nggak? Kalo mau lanjut jangan lupa like dan vote nya ya heheh...

__ADS_1


Aku kasih bocoran sedikit ya, nanti Zidan akan klepek-klepek sama Hafizah setelah ini.. hihi sesuai request kalian.. tapi tetap cinta sama Reva kok.. tungguin ya..


__ADS_2