Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

Keesokan harinya Reva terbangus pukul 3 subuh, karena ia terbiasa bangun untuk mengerjakan sholat tahajud disepertiga malam. Setelah selesai melaksanakan sholat sunnah, ia tak lagi tidur namun memilih untuk memainkan ponselnya sembari menunggu azan Subuh. Kebiasaan itu sudah biasa dilakukannya dipesantren.


Saat matahari telah terbit dari ufuk timur, Bu Heni mengajaknya ke pasar untuk berbelanja kebutuhan bulanan dirumah. Saat ini ibunya Reva membuka warung kelontong dan tidak lagi ikut ayahnya mengelola bisnis kopi. Jadi hari ini mereka kepasar sambil membeli keperluan warung untuk dijual kembali.


"Nduk, ibu mau ke pasar, kamu ikut tidak? " tanya Bu Heni pada putrinya itu.


"Reva ikut saja bu, lagi pula Reva bosan dirumah terus. Sekalian bantu ibu angkat belanjaan..hehe " jawab Reva diiringi cengiran khasnya.


"Ya sudah ayo berangkat sekarang, tapi jalan kaki ini lho nggak naik angkot. Anggap saja marathon " kata ibu.


"Tenang aja bu, Reva pasti kuat kok.. Ayo bu berangkat " sahut Reva


Mereka berdua pun berjalan menyusuri jalanan yang masih sepi, hanya terlihat beberapa orang yang beraktivitas berangkat ke kebun. Reva dan ibunya berjalan santai menuju ke pasar, sesekali mereka mengobrol dan tertawa.


Tapi saat dipasar Reva terkejut bukan main kala ia bertemu dengan teman-temannya dulu.


"Bagas! Assalamualaikum " sapa Reva.


"Kamu... Kamu Reva kan? " kata Bagas hampir tidak mengenali temannya itu.


"Iya lah aku Reva masa kamu lupa.. Orang ngucap salam itu dijawab dulu, kebiasaan deh " kata Reva menepuk bahu temannya itu.


"Maaf Va, Waalaikumsalam aku pangling soalnya kamu sekarang pakai hijab, jadi aku hampir nggak ngenalin kamu " kata Bagas sambil garuk-garuk kepala.


"Oh iya, mana teman-teman yang lain? " tanya Reva.


"Ada kok mereka lagi diujung situ, " jawab Bagas seraya menunjuk ke arah teman-temannya.


"Ya sudah nanti main ya kerumah aku mau nyusul ibuku dulu.. Daah " kata Reva berlalu mengejar ibunya .


Sementara Bagas masih terbengong ditempat melihat penampilan Reva yang sekarang. Lalu rombongan Fatur, Rian, Rama dan Jodi pun menghampirinya.


"Wei Gas, napa sih bengong aja? Abis liat setan ya " kata Rian yang mengejutkan Bagas.


"Eh kalian udah selesai, itu tadi aku ketemu sama Reva. " sahut Bagas.

__ADS_1


"Ah yang bener kamu Gas, Reva udah pulang dari pesantren? " tanya Fatur seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bagas barusan.


"Iya tadi Reva bilang kita disuruh mampir kerumahnya nanti " jawab Bagas.


"Wah baguslah kalo gitu aku dah lama banget nggak ketemu ama Reva. Kira-kira masih tomboy nggak ya dia " sahut Jodi.


"Nanti kita lihat sendiri, sekarang kita pulang dulu habis itu baru kerumahnya Reva " kata Rama.


Mereka pun berjalan pulang meninggalkan pasar, mereka berlima ke pasar karena akan membuat kerajinan tangan tugas dari sekolah. Meski sekolah libur tapi mereka masih tetap rajin mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.


Dipasar itu Reva dan ibunya asik berbelanja, tak lupa pula membeli sayur untuk mereka masak hari ini. Kebetulan Reva bilang rombongan Bagas akan mampir kerumahnya nanti, jadi akan ada acara makam-makan sepertinya dirumah.


................................................................................


Setelah selesai berbelanja, Bu Heni dan Reva pulang kerumah. Sayuran yang tadi mereka beli langsung dimasak oleh Bu Heni, sementara Reva membereskan rumah agar teman-temannya bisa duduk dengan nyaman. Tak lupa pula ia meminta izin ayahnya untuk mengundang teman lamanya untuk makan-makan dirumah. Dan ayahnya pun mengizinkan.


"Assalamualaikum... " terdengar ucapan salam dari luar.


"Waalaikumsalam... Kalian udah dateng, ayo masuk " sambut Reva.


"Kok pada bengong sih, ayo buruan masuk! " kata Reva lagi.


"Eh iya iya ayo kita masuk " ucap Fatur.


"Kamu apa kabar Va? Sekarang udah beda ya penampilannya kamu " kata Rama memulai percakapan saat mereka duduk diruang tamu yang sudah berubah menjadi lesehan.


"Alhamdulillah aku baik, kalian gimana? Masih suka pecahin kaca Bu Bekti nggak? " tanya Reva bercanda.


"Eh itu kan kamu bukan kita.." mereka pun tergelak kala mengingat masa-masa yang dulu.


Satu persatu mereka ceritakan tentang keseruan dan nostalgia masa kenakalan mereka, dan tak lupa pula menceritakan masa setelah kepergian Reva.


Saat tengah asik berbincang dan bercanda ria, ibu Reva keluar membawakan hidangan untuk para tamu kecilnya itu.


"Nah ini paling enak ngobro sambil ada cemilan " celetuk Rian.

__ADS_1


"Iya ayo pada dimakan.." sahut Bu Heni.


"Rian ini kalo udah liat makanan matanya langsung ijo ya.. " kata Fatur.


Mereka pun tergelak, sambil menyantap cemilan yang dibuat langsung oleh Bu Heni.


Saat jam 12:00 Pak Badri pulang ke ruma untuk istirahat makan siang, dan suasana pun kini terlihat tegang. Mereka takut akan dimarahi oleh ayahnya Reva.


"Lho kenapa kok pada diem pas saya dateng " kata Pak Badri.


"Aa anu pak, kami..." Jodi berusaha menjawab.


"Sudah santai saja, maafkan sikap bapak waktu itu ya ke kalian. Waktu itu bapak khilaf karena khawatir sama mereka. Kalian masih takut sama saya? " kata Pak Badri.


"Iya pak sama-sama, kami juga minta maaf karena kami Reva jadi ikut-ikutan nakal " celetuk Fatur.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita makan bareng, kan enak suasananya rame gini makan sama-sama " ucap Pak Badri membuat teman-teman Reva itu seakan tak percaya.


Akhirnya Pak Badri ikut maka bersama teman-teman Reva, begitu juga Reva dan ibunya ikut duduk diantara teman-temannya itu. Sesekali mereka tergelak kala ada tingkah lucu dari Rian yang paling banyak makan.


Dan satu hal yang mereka baru tahu adalah ternyata dibalik sifat Pak Badri yang suka marah, beliau juga pandai melawak dan mencairkan suasana. Kini teman Reva itu terlihat seperti akrab mengobrol bersama Pak Badri. Tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka. Walaupun begitu disela tawa dan candaan tetap ada nasihat yang tersirat dalam perbincangan mereka.


Aku nggak nyangka ternyata ayah bisa sekocak ini, ku pikir ayah itu orangnya kaku. Tapi ternyata ngelawak terus dari tadi sampe sakit ini perut karena lawakan-lawakan ayah..


Jarang sekali ada momen seperti ini, tak lupa mereka mengabadikan setiap gerakan mereka. Jodi sibuk dengan ponselnya memotret kegiatan yang sekarang sedang mereka lakukan. Bisa dibilang paling eksis lah itu si Jodi.


----------------------------------------------------------------------


Hallo Para Reader tercinta..


Gimana nih pendapat kalian tentang novelnya?


Jangan lupa beri kritik dan saran untuk karya ini ya, sebab itu sangat membantu sekali untuk keberlangsungan karya aku..


Tinggalim jejak kalian dengan cara Like dan komen ya Guys..

__ADS_1


😍😍😍


__ADS_2