
Saat azan ashar berkumandang, Reva terbangun dari tidurnya dan kepalanya merasa sedikit pusing ia mencoba menormalkan pandangan matanya dan berpegangan dengan dengan tiang ranjang. Puput yang melihat Reva bangun langsung bergegas membantunya.
"Kak Reva udah bangun? Duduk dulu kalau kakak masih pusing.. Nih minum dulu kak " Puput memberi minum untuk Reva.
"Terima kasih ya Put..."
"Ya sudah kak kalau gitu aku mau ambil air wudhu dulu, nanti keburu waktu asharnya habis.." ucap Puput.
"Aku ikut Put, aku juga mau shalat.." kata Reva.
"Tapi kakak kan masih pusing, istirahat aja dulu kak "
"Nggak apa-apa kok Put aku kuat " Reva meyakinkan Puput yang mengkhawatirkannya.
Karena Reva memaksa akhirnya Puput mengalah dan menuntun Reva menuju ke masjid untuk melakukan ibadah shalat ashar.
Setelah shalat ashar, mereka berempat tak sengaja bertemu Zidan yang juga selesai shalat. Reva yang menyadari keberadaan suaminya hanya menundukkan kepala dan memilih untuk tidak menatap suaminya itu.
Zidan yang menatap Reva hanya bisa pasrah, ia paham bahwa istrinya saat ini masih marah padanya. Namun ia juga tidak kuat jika didiamkan seperti ini oleh Reva, apalagi didalam perut Reva ada anaknya. Zidan merasa khawatir dengan kondisi kesehatan istrinya itu.
Mega yang melihat gelagat aneh dari sang sahabat pun langsung mengajaknya segera kembali ke asrama. Mega tahu jika sedang terjadi masalah dengan rumah tangga sahabatnya itu.
"Ayo kita ke asrama, hari sudah semakin sore nih " kata Mega memecah keheningan.
Mereka berempat segera berjalan menuju ke kamar mereka. Sesampinya didalam kamar mereka memilih untuk duduk lesehan dilantai sambil selonjoran. Suasana hening tercipta tidak ada satupun yang berbicara.
"Kok pada diem sih.. Nggak seru ah kalau dieman gini " kata Puput dengan tingkah seperti bocil.
"Emangnya kamu mau teriak-teriak? " celetuk Siska.
__ADS_1
"Ya nggak juga sih tapi kan nggak enak aja kalo diem-dieman gini.. Sepi tahu " sahut Puput.
Serentak mereka tertawa bersamaan melihat kepolosan Puput itu.
Namun saat mereka asik tertawa dan saling bercanda ria, Reva merasa mual dan ingin muntah.
Huwek..huwek..huwek..
Reva memuntahkan segala isi perutnya dikamar mandi, ketiga sahabatnya yang melihat itu pun merasa panik. Siska menghampiri Reva dan memijat pundak Reva, sementara Mega membawa minyak angin dan Puput membawa segelas air minum.
"Kamu kenapa Va? Kita ke UKS ya " tanya Siska setelah Reva selesai dengan acara muntah-muntahnya.
Reva menggelengkan kepalanya " Aku nggak apa-apa Sis, mungkin ini efek kehamilanku.." kata Reva keceplosan..
"Apa? Hamil? Kak Reva sedang hamil? Alhamdulillah..." sahut Puput dengan mata berbinar.
"Ayo duduk dulu Va, jadi kamu beneran hamil nih? " tanya Mega memastikan.
"Alhamdulillah, berarti kita akan jadi tante dong " tambah Siska.
Mega yang menangkap gelagat aneh dari sahabatnya pun penasaran dan bertanya.
"Kamu kok murung gitu sih Va? Harusnya kamu bahagia akan segera dikaruniai anak "
"Entahlah Ga, aku juga bingung harus merasa bahagia atau sedih..." Reva menatap ketiga sahabatnya itu dengan tatapan sendu.
"Memangnya kenapa? Apa kamu belum siap untuk mengandung? " tanya Siska.
"Bukan masalah siap atau nggak siap.. Tapi mas Zidan..." kata-kata Reva terhenti dan ia mulai menangis lagi.
__ADS_1
Mega menangkup wajah Reva dan menghapis air matanya.
"Kamu jangan nangis ters Va, kasihan bayi yang ada dalam perut kamu.. Sekarang kamu ambil nafas pelan-pelan ceritain sama kita, "
"Kemarin aku sama mas Zidan makan di sebuah caffe, tujuan kami kesana untuk menghabiskan weeked berdua, sekaligus aku ingin memberi kejutan tentang kehamilanku padanya, tetapi semuanya gagal karena ada kejadian yang tidak pernah aku duga sebelumnya... Hiks hiks hik " Reva mulai menceritakan seluruh kejadian hari minggu kemarin pada sahabatnya.
"Mas Zidan ternyata sudah punya pacar sebelum menikah sama aku, dan mereka pacaran sudah dua tahun. Saat kami baru sampai di caffe itu aku izin ke toilet sama mas Zidan, tapi saat aku kembali dia sedang dipeluk mesra sama perempuan yang bernama Bianca itu... Hiks hiks hiks..
Perempuan itu menganggap aku ini adiknya mas Zidan "
"Terus kak Zidan bilang apa sama kakak? Ka Zidan nggak ngenalin kakak sebagai istrinya didepan perempuan itu? " tanya Puput yang mulai kesal mendengar cerita Reva.
"Jadi bener Zidan nggak ngenalin kamu sebagai istrinya Va? " tanya Siska lagi.
Reva hanya menganggu menanggapi pertanyaan para sahabatnya itu, tangisnya semakin pecah kala mengingat kejadian pahit kemarin.
"Astagfirullahalazim, yang sabar ya Va.. Kamu harus kuat demi anak yang ada dalam perut kamu, kamu harus berjuang demi anak kalian " Siska merangkul Reva memberi semangat padanya.
"Kamu harus lebih sabar dan senantiasa ber-istiqomah Va, inget nggak kajian Umi Zulfah waktu itu ' Dalam sebuah hadits shohih Rosululloh Shallallu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Keadaan orang beriman itu sangat menakjubkan, sesungguhnya semua keadaannya baik, dan tidak seorang pun yang bisa mendapatkan seperti itu. Apabila mendapat kenikmatan ia bersyukur maka kebaikan buatnya, dan (sebaliknya) ketika ditimpa musibah ia bersabar maka itu pun kebaikan buatnya.” (HR. Muslim) "
Alloh ‘Azza wa jalla berfirman kepada Nabi Shallallu ‘alaihi wa sallam :
“Dan juga ada firman Allah SWT yang berbunyi 'Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang-orang yang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Dia maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Hud [11]: 112) " jelas Mega.
"Bukankah kita sebagai pasangan suami istri adalah contoh teladan yang akan menjadi panutan anak-anak kita? Kalau kita tidak mau mempraktikkan istiqomah dalam diri kita, bagaimana nantinya akan kita tanamkan kepada anak keturunan kita? Inget Va, dengan istiqomah Insya Allah kita bisa menggapai keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah!! " sambung Siska.
"Kalau kamu ada maslah sama suami kamu cobalah untuk selesaikan dengan kepala dingin, karena tidak baik jika dalam berumah tangga kita lari dari masalah. Apalagi statusmu seorang istri, berusahalah untuk lebih bersabar dan menghadapi kenyataan dengan ikhlas. Allah tidak akan memberikan ujian kepada umat-Nya melebihi batas kemampuan manusia itu sendiri " kata Mega lagi.
"Kak Reva harus berbesar hati menerima masa lalunya kak Zidan, coba kakak dengerin dulu penjelasannya selesaikan masalah dengan cara baik-baik. Inget kak, kakak itu istri sahnya kak Zidan!! Jadi kakak lebih berhak atas dia, dan perempuan itu juga cuma masa lalu kak Zidan. Kakak harus kuat menghadapi cobaan ini.. Ada kita yang akan selalu mendukung kakak disini " sahut Puput.
__ADS_1
Mendengar nasihat dari para sahabatnya itu hati Reva mulai terketuk sekaligus terharu. Reva bersyukur memiliki sahabat yang begitu perhatian dan tulus seperti mereka. Semoga persahabatan mereka tidak hanya sebatas ini saja.. Amin.