
..." Jika pertemuan adalah awal dari perpisahan, maka perpisahan adalah awal dari keindahan dalam pertemuan yang selanjutnya."...
...******...
Pagi pagi sekali Rama sudah bersiap dengan setelan olahraga, hari ini ia berencana ingin mengajak Ghibran dan Zahwa joging karena kebetulan tanggal merah dikalender.
"Ayo, Abuya kita udah siap nih.. " teriak Zahwa memanggil Rama.
"Iya sebentar, Abuya pakai sepatu nih " sahut Rama.
"Umma nggak ikut joging sama kita? Ayolah Umma kita joging bareng. " bujuk Ghibran pada Umma nya.
"Tapi Umma.."
"Nggak ada penolakan! Pokoknya Umma harus ikut nemenin adek sama Abang sama Abuya olahraga! Titik! " pungkas Zahwa.
"Ya sudah deh, kalau gitu Umma ganti baju sebentar.. Kalian tunggu ya. "
Mau tidak mau Reva terpaksa ikut joging pagi hari bersama kedua anaknya dan suami barunya, ia juga berpikir butuh refreshing keluar rumah dengan berolahraga.
Mereka saat ini berlari di area komplek perumahan, kedua anaknya sangat energik sehingga Reva tak mampu mengimbangi lari mereka, baru setengah perjalanan saja Dia sudah merasa lelah dan ngos ngosan.
"Ayo dong semangat! Masa' kalah sama anak-anak.. " ucap Rama.
"Aku capek, Ram. Sumpah nggak kuat lagi nih.. " sahut Reva masih dengan nafas tersengal.
"Ya sudah ini minum dulu! Istirahat disini nanti lanjut lagi kalau udah nggak capek. Aku nyusul anak-anak ya.. " kata Rama menyerahkan sebotol air mineral kemudian kembali berlari menyusul anak sambungnya.
Pagi itu mereka awali dengan berolahraga sebagai rutinitas baru dikeluarga mereka.
...-------------------...
Sementara di kediaman Zidan, nampak Umi Zulfah dan Aisyah sedang duduk bersama Fizah di ruang tamu menunggu Zidan untuk turun. Pagi ini sepertinya mereka akan memulai hari dengan ketegangan.
__ADS_1
"Lho, Umi kok tumben pagi-pagi udah di sini? " tanya Zidan yang baru turun kemudian mencium punggung tangan Umi Zulfah.
"Sengaja, ada yang mau Umi bicarakan sama kamu! Cepat duduk! " ketus Umi Zulfah.
"Ada apa sih, Umi? Kelihatannya serius banget. "
"Umi nggak habis pikir ya, Dan sama kamu. Kok bisa gitu kamu mengabaikan istri kamu di rumah dan sibuk menemui istri orang lain? Ingat Zidan, kamu itu punya tanggung jawab sama Fizah dan Kia! Mereka juga butuh kamu sebagai kepala keluarga, " ucap Umi Zulfah mengawali pembicaraan.
"tapi kan, Umi.. Zidan Nggak sibuk sama istri orang kok, kemarin Zidan ajak Ghibran dan Zahwa jalan-jalan. " sahut Zidan enteng.
"Terus kamu nggak ajak Kia juga bareng kalian? "
"Ya kan Kia udah tiap hari ketemu sama aku, lagian juga ngapain sih kamu pake acara ngadu sama Umi? " ucap Zidan beralih pada Hafizah.
"Cukup Zidan!! Ternyata kamu emang benar-benar pria yang tidak bertanggung jawab, pantas saja Reva memilih pergi dari kamu dan sekarang juga kamu harus siap kehilangan Fizah. " ucap Umi Zulfah.
"Talak aku, Mas! " kata Fizah yang membuat seisi ruangan terdiam sementara Fizah sudah berderai air mata.
"Apa kamu sudah yakin dengan permintaan kamu itu, Zah? " tanya Umi Zulfah pada Hafizah.
"Kemarilah, Fizah!! " titah Zidan pada Hafizah.
Fizah menurut dan mendekat pada Zidan dan duduk berjongkok dihadapan Zidan. Zidan memeluk Fizah erat dan mencium kening Fizah. Peluk dan cium itu adalah sebagai tanda perpisahan diantara mereka.
"Aku tidak bisa memaksa kamu untuk terus tetap berada di sisiku. Maaf aku terlalu banyak menyakiti hatimu. Mulai detik ini juga aku jatuhkan talak satu padamu! " kata Zidan berucap diatas ubun-ubun kepala Fizah.
"*Aku jatuhkan talak satu padamu! "
"Aku jatuhkan talak satu padamu*! "
Lima kalimat itu langsung terngiang dalam pendengaran Fizah. Kini berakhir sudah cerita cinta mereka, ralat, bukan cinta mereka tapi cinta Fizah. Runtuh sudah pertahanan Fizah, cintanya tak terbalas yang hanya berbalas dengan duka dan air mata.
"Terima kasih, Mas.. " ucap Fizah terakhir kalinya.
__ADS_1
Maafkan Fizah, Mbak! Fizah tidak bisa menjalankan amanat Mbak Reva untuk tetap berada disisi Mas Zidan selalu, Fizah menyerah, Mbak. Fizah tidak kuat menahan duka ini.. Mungkin ini ganjaran untuk Fizah karena telah hadir ditengah-tengah pernikahan kalian... Sekarang Fizah telah menerima hukuman ini, Mbak..
Fizah langsung masuk ke kamar dan mengambil koper yang sudah ia siapkan sejak semalam. Ia juga menggandeng tangan Zaskia keluar dari rumah itu.
"Abi, Kia pamit ya sama Bunda.. Abi jaga diri baik-baik disini, Kia sayang sama Abi.. " ucap gadis kecil berumur tujuh tahun itu sambil menyalimi Zidan dengan takzim.
"Kamu hati-hati ya, Nak.. " sahut Zidan kemudian memeluk erat tubuh mungil Kia dan menciumnya bertubi-tubi.
Umi Zulfah hanya bisa menangis menatap kepergian menantunya satu itu, sementara Aisyah mengantarkan mereka sampai pintu depan. Berat dirasa Umi Zulfah melihat pernikahan anaknya akan hancur seperti ini.
Hamba telah gagal mendidik putra hamba sehingga ia tega menyakiti kedua istrinya, ampuni hamba, Ya Allah.. " gumam Umi Zulfah dalam hati.
"Kamu hati-hati dijalan ya, Zah! Kabarin kalau sudah sampai Jogja, nanti kalau aku libur panjang aku akan sempatin berlibur ke sana.. " kata Aisyah.
"Iya, Mbak. Maaf kalau selama ini Fizah banyak salah. Titip salam buat Bapak ya.. Fizah pamit.. " balas Fizah.
"Pasti... " lalu Aisyah beralih menatap pada keponakannya. "Jagain Bunda baik-baik ya, Sayang! Nanti Aunty akan sering jenguk kamu di sana.. hati-hati dijalan, " ucapnya pada Kia.
"Iya, Aunty. "
Fizah menaiki taksi untuk menjemput ibunya, ia berencana untuk pergi ke Jogja dimana ia dulu sempat bekerja. Fizah tidak ingin berada di kota ini terus dan akan menambah luka di hatinya. Fizah terlalu penakut untuk luka yang akan ia dapat melalui kenangan bersama Zidan.
Hiks hiks hiks...
"Bunda kenapa nangis? " tanya Kia saat melihat Fizah menangis tersedu-sedu dalam perjalanan.
"Bunda tidak apa-apa kok, Sayang. "
"Bunda jangan sedih, masih ada Kia yang akan menjaga Bunda di sini.. Kia janji nggak akan nakal kok.. " gadis kecil itu memeluk erat tubuh Fizah yang rapuh seakan memberi sebuah kekuatan tersendiri bagi Fizah.
"Selamat tinggal, Mas... Semoga kebahagiaan suatu hari nanti akan selalu menyertaimu.. Terima kasih sudah mau menjadi pelengkap imanku walau hanya sesaat.. Maafkan semua kesalahan yang kuperbuat selama ini padamu... Aku pergi, Mas.. Aku pamit... Jaga diri baik-baik.."
..................
__ADS_1
Hai aku up lagi nih... Jangan lupa untuk dukung terus Author dengan cara like dan vote ya.. Komen terus biar Author tambah semangan nulisnya.. hehehe
Happy Reading..