Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Kehidupan Baru


__ADS_3

..." Setelah semua yang sudah terjadi kini kita menjadi seperti orang asing. "...


...****...


1 bulan sudah pasca berpisah dengan Zidan, saat ini Reva disibukkan dengan menjadi guru ngaji di masjid dekat rumahnya. Kebetulan ustadzah yang dulu mengajar di masjid itu sudah pensiun karena usia yang tidak muda lagi. Reva yang dipercaya untuk menggantikan ustadzah itu.


Kegiatannya kali ini justru menambah hiburan tersendiri baginya, dan juga kedua anaknya bisa langsung debgan cepat beradaptasi dengan teman-teman disini.


Dan sejak satu bulan itu pula Zidan sama sekali belum menjenguk kedua anaknya, padahal Ghibran selalu menanyakan keberadaan Abinya.


Sementara disisi lain Zidan sebenarnya selalu datang tapi hanya memantau dari jauh, ia terlalu takut untuk bertemu Reva. Yang Zidan takutkan adalah ia tak mampu membendung perasaannya terhadap mantan istrinya itu.


...-----------------------...


Sore itu Reva sedang menyapu halaman depan rumah sambil menunggu anak-anak pulang, karena saat ini Rama mengajak mereka untuk jalan-jalan sore. Ya, seperti itulah kebiasaan Rama yang selalu menyempatkan diri untuk mengajak kedua bocah itu jalan-jalan. Padahal Reva sendiri sudah melarang karena merasa tidak enak Rama sudah banyak sekali membantu keluarga kecilnya.


"Assalamualaikum, Umma kita pulang..." Zahwa berlari ke arah Reva setelah turun dari mobil.


"Waalaikumsalam, jangan lari-lari dong sayang!! " sahut Reva.


Kemudian mereka duduk di teras sambil memakan jajanan yang mereka beli. Tak lama kemudian Rama pamit pulang karena sudah sore.


"Umma, Abuya itu baik ya sama kita. Adek jadi pengen Abuya jadi Abinya kita, " celetuk Zahwa saat Rama sudah pergi.

__ADS_1


"Iya Umma, Abuya itu bilang katanya sayang sama kita.. Umma sama Abuya menikah saja, " tambah Ghibran membuat Reva sedikit terkejut.


"Kenapa memangnya? Apa kalian menyukai Abuya? " tanya Reva.


"Iya kita suka kok, Abuya kan orangnya baik dan sayang sama kita. "


Reva terdiam mendengar perkataan kedua buah hatinya itu, memang selama ini Reva akui Rama sangat dekat dengan kedua anaknya. Tapi kenapa tiba-tiba kedua anaknya meminta Rama untuk menjadi Abinya.


"Sayang, kita masuk ya sekarang sudah mau magrib. Kita shalat habis itu lanjut lagi ya. " bujuk Reva yang diangguki oleh keduanya.


...#########...


Keesokan harinya Zidan datang ke rumah Pak Badri untuk mengunjungi anak-anaknya, sungguh rindu dalam hatinya tidak bisa ditahan lagi. Zidan bergelut dengan hatinya untuk memantapkan diri datang ke rumah mantan mertuanya itu.


"Assalamualaikum, " ucap Zidan dari luar.


"Anak Abi apa kabar? " tanya Zidan sambil mengusap punggung anaknya.


"Alhamdulillah baik, Abi. Kenapa Abi tidak pernah main ke sini? Ghibran kangen sama Abi, " ucap Ghibran.


"Maafin Abi ya baru sempat datang sekarang, Adek Zahwa kemana? " Zidan mencari keberadaan putri kecilnya itu.


"Abi duduk saja dulu, Abang akan panggil Adek sama Umma. "

__ADS_1


Zidan duduk dikursi depan dan Ghibran masuk untuk memanggil adik dan juga Umma nya.


"Assalamualaikum, Abi. " ucap Zahwa yang langsung mencium punggung tangan Abi nya itu.


"Waalaikumsalam, Adek apa kabar? "


"Alhamdulillah, Abi kapan datang? " tanya Zahwa.


"Abi baru saja datang kok, ini ada makanan dan mainan untuk kalian.. " kata Zidan memberikan paper bag yang ia bawa tadi.


"Asikk... Terima kasih, Abi. "


Gadis kecil itu sangat riang mendapat bingkisan dari Abinya itu. Apalagi saat Zahwa mencium pipi Zidan secara tiba-tiba membuat Zidan sedikit terkejut. Kenapa hubungan Zidan dan anak keduanya baru mulai dekat saat mereka sudah berpisah ? Itulah yang ada dibenaknya saat ini.


"Sudah lama, Mas? " tanya Reva sambil membawakan nampan berisi teh hijau kesukaan Zidan dan camilan.


"Baru sampai, maaf baru bisa datang menjenguk anak-anak sekarang, " sahut Zidan.


"Tidak apa-apa, Mas. Aku ngerti kok.. "


Saat ini keduanya sama-sama saling diam dan tidak ada yang berbicara, smpai akhirnya Zahwa datang menarik tangan Zidan untuk bermain bersama.


Dulu Zidan datang ke rumah ini sebagai seorang anak menantu sekaligus suami, tetapi sekarang ia datang sebagai tamu yang hanya singgah sebentar.

__ADS_1


Mereka sama-sama memulai kehidupan baru mereka setelah memutuskan untuk berjalan pada pilihan masing-masing.


Zidan yang sedang berusaha melupakan, dan Reva yang sudah bisa bangkit dari keterpurukan.


__ADS_2