
"Iya udah nanti aja deh bahas soal pernikahan ini, pusing aku tuh. Nanti aku pikirin lagi " kata Reva.
"Pikirkan baik-baik Va, kita semua pasti akan selalu mendukung keputusanmu " kata Mega lagi.
Kini kelima sahabat itu sedang melanjutkan percakapan mereka. Sementara Reva sedang berkutat dengan pikirannya, ia dilanda kebingungan akan perjodohan ini.
Malam harinya Reva melaksanakan Salat Istikharah sesuai saran dari sang sahabat tadi. Reva berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah Swt.
Ya Allah, saat ini hamba sedang dilanda kebingungan. Hamba memohon petunjuk darimu ya Allah. jika pernikahan ini adalah pilihan yang baik untuk hamba, maka mudahkanlah ya Allah "
Reva terus berdoa kepada Allah memohon petunjuk atas keraguan yang melanda hatinya.
Setelah selesai melaksanakan Shalat, Reva kembali ke tempat tidur nya dan ketiga sahabatnya pun menghampirinya.
"Gimana Va, udah lebih tenang kan sekarang? " tanya Siska.
"Iya sis, sekarang tinggal aku-nya yang memutuskan masalah ini " jawab Reva.
"Ya sudah sambil kamu berpikir, ini ada buku tentang adab pernikahan yang aku pinjam dari perpustakaan tadi. Kamu baca deh siapa tahu bisa membantu kamu mengambil keputusan " kata Mega memberikan sebuah buku.
"Terima kasih ya, kalian sudah mendukungku selama ini. Jika tidak ada kalian mungkin.. "
"Sudah lah Reva kita ini sudah seperti saudara, jangan bicara seperti itu. Kita tahu kelemahan masing-masing. Sini sini peluk dulu " kata Siska merentangkan tangannya.
Dan mereka berempat berpelukan ria saling menghangatkan satu sama lain.
Persahabatan yang sudah terjalin selama 8 tahun itu rasanya sangat indah, Reva sungguh tak ingin berpisah dengan mereka. Dari mereka lah Reva banyak belajar dan dibantu hingga ia bisa seperti sekarang ini. Tidak bisa dibayangkan jika mereka akan berpisah dan memiliki kehidupan masing-masing. Kini hanyalah waktu yang bisa menjawabnya.
Keesokan harinya Reva pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku, disitu tak sengaja bertemu dengan Zidan yang secara kebetulan sedang membantu Ummi Zulfah menjaga perpustakaan tersebut.
Saat sedang asik memilih beberapa buku, tiba-tiba Zidan sudah berada disevelahnya dan mengagetkan Reva.
"Assalamualaikum " Zidan tak lupa mengucapkan salam padanya.
"Eh Wa-waalaikumsalam.. " Reva terkejut dan menjawab salam dari Zidan.
Ya ampun ini orang kayak hantu deh, dateng nggak ada suara tiba-tiba udah ada disebelah aja " gumam Reva.
"Maaf membuatmu kaget, kamu Reva kan yang kemarin main kerumah sama Ica? " tanya Zidan
__ADS_1
"Iya saya Reva, Mas Zidan kan? " kata Reva bertanya balik.
"Iya, kamu lagi cari buku apa? " kata Zidan.
"Ini saya lagi cari buku buat bacaan dikamar aja " jawab Reva.
"Oh gitu, kamu sepertinya hobi membaca ya? " tanya Zidan lagi.
"Ya suka aja, sambil mengisi waktu luang " jawab Reva yang masih asik memilih buku.
Duh kenapa aku jadi deg deg'an gini sih, ayo dong Reva jangan gugup gitu.. " Reva bergumam dalam hati.
"Saya udah selesai pilih bukunya, saya permisi dulu ya Mas " kata Reva pamit terburu-buru.
Zidan hanya tersenyum dan melihat Reva yang berlalu meninggalkannya diantara celah rak buku perpustakaan. Ada perasaan senang yang dirasakan dalam hatinya setelah tadi sempat berbicara sedikit dengan wanita pilihannya itu.
"Ehem.. Ngedip dong jangan diliatin begitu, nanti jadi dosa lho " kata Aisyah yang mucul tiba-tiba.
"Eh kamu ini dek, kok ngagetin aja. Lagian siapa juga yang ngeliatin " kata Zidan ngeles.
"Ahaha sudah lah Mas jangan bohong deh, aku tahu kok Mas lagi liatin Reva, ya kan? " kata Aisya menggoda Mas-nya itu.
"Terserah kamu lah dek, ma males meladeni kamu hu " kata Zidan berlalu.
Disisi lain Reva sudah berada di asrama dan langsung mengambil nafas setelah tadi berlarian dengan jatung yang berdebar-debar.
"Kamu kenapa Va, kayak habis dikejar setan aja? " Mega bertanya pada sahabatnya yang tampak kelelahan itu.
"Itu... Tadi aku ketemu sama Mas Zidan di perpustakaan " kata Reva masih ngos-ngosan.
"Lah terus kenapa kamu ngos-ngosan gitu? " tanya Siska ikut nimrung.
"Ya aku lari lah, jantung aku deg-deg'an tadi. Makanya langsung lari kesini " jawab Reva polos.
Ketiga sahabat nya itu pun terkekeh mendengar jawaban dari Reva barusan,
"Ya ampun kak wajar aja kakak deg-deg'an, justru itu bagus. Berarti kak Reva mulai suka sama kak Zidan " sahut Puput.
"Idih sembarangan aja, orang aku aja nggak kenal dia kok " kata Reva.
__ADS_1
"Ya makanya kak Reva disuruh ta'arufan sama Pak Kyai biar kalian berdua saling mengenal " timpal Puput lagi.
"Duh udah deh kalian jangan bahas soal dia terus, aku jadi tambah pusing kalo gini " kata Reva cemberut.
"Iya deh maaf, nggak akan kita bahas lagi kok " sahut Mega yang masih tertawa sambil merangkul sahabatnya itu.
Mereka melanjutkan kegiatannya masing-masing, sementara Reva masih terus terbayang dengan wajah Zidan yang seakan-akan menghantuinya.
Aku ini kenapa ya kok mikirin dia terus.. pokoknya aku nggak boleh gini, aku bisa gagal Fokus kalau ngebayangin dia terus " Reva meracau dalam hatinya.
.
.
.
Saat malam tiba, semua santri sudah tertidur lelap dan merangkai mimpi yang indah, begitu juga dengan Reva. Namun dia terbangun saat mendapat mimpi melihat wajah Zidang yang tampak tersenyum padanya.
"Astagfirullahalazim... Ya Allah apakah ini petunjuk darimu " Reva bangun dari tempat tidurnya dan segera mengambil air wudhu.
Kebetulan dia terbangun disepertiga malam dan memutuskan untuk shalat tahajud.
Reva berdoa kepada Tuhannya mencurahkan segala kegundahan dalam hatinya, bertanya pada sang Pencipta mimpi tadi adalah sebuah petunjuk dari Allah Swt.
Saking lamanya Reva berzikir dan berdoa, tak terasa azan subuh telah berkumandang. Dia membangunkan ketiga temannya itu agar segera melaksanakan ibadah wajibnya. Mereka kini telah berada dimasjid untuk menunaikan shalat subuh berjamaah.
Tak lupa juga mereka menyimak dan mendengarkan siraman rohani dari Kyai Hasan.
Kini hati Reva sudah jauh lebih tenang dan ia sudah mengambil keputusan untuk menerima perjodohan antara dirinya dan Zidan. Reva memantapkan hatinya untuk menerima Zidan sebagai calon suaminya.
Ya Allah semoga ini adalah keputusan yang baik untuk hamba, hamba ikhlas dengan segala ketetapan yang Engkau gariskan padaku Ya Allah.
*********************************************
Hallo para Reader tercintah..
Jangan lupa bantu suport dan dukungan dari kalian ya, dengan cara like dan komen. Supaya Author bisa lebih semangat lagi nulisnya.
Aku sedih nih banyak yang mampir tapi nggak ninggalin like ( dih maksa )😭
__ADS_1
Heheh.
Selamat membaca🥰