Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Perjanjian


__ADS_3

..." Jangan masuk ke dalam ranah yang akan membuat hidupmu menderita tetapi masuklah ke dalam ranah yang membuatmu ikhlas beramal, cukuplah kesabaran itu menjadi tembok bagimu berbuat baik. "...


...*"*...


Keesokan harinya, Fizah sedang memasak di dapur bersama Mbok Tuti. Namun aktivitasnya terganggu saat dering ponselnya berbunyi. Sebuah pesan chat masuk dari nomor tak dikenal.


[Saya mau membantu kamu, besok temui saya di caffe starla jam makan siang] kata si pemberi pesan.


[Oke] balas Fizah.


Tentu Hafizah tahu siapa yang mengirim pesan itu, dia adalah Rama. Fizah seperti mendapat angin segar setelah membaca isi pesan tersebut. Ia berharap semoga saja ini akan berhasil.


"Kamu kenapa, Zah senyum senyum sendiri gitu? " tanya Zidan saat mereka hendak makan.


"Nggak apa-apa kok, Mas. Cuma lagi pengen senyum aja " ucap Fizah


Zidan merasa ada yang aneh pada diri Fizah malam ini entah kenapa seperti ada sesuatu yang disembunyikan oleh istri keduanya itu.


"Oh iya, Mas tadi Fizah ketemu sama dokter yang biasa check up kamu. Katanya kamu sekarang bisa belajar jalan pakai tongkat biar kakinya terbiasa gerak. " ucap Fizah disela makannya.

__ADS_1


"Terima kasih ya, Fizah. Kamu selalu menemani Mas disaat kondisi Mas sedang seperti ini.. " ucap Zidan menatap lekat wajah Fizah.


"Ini sudah kewajiban Fizah kok, Mas. "


...*********...


Hari dimana Fizah membuat janji bersama Rama pun tiba, saat ini jam sudah menunjukkan pukul 11:30 WiB. Fizah datang menaiki taksi dan sampai lebih dulu dibanding Rama, Fizah menunggu Rama yang belum juga datang. Tak lama kemudian laki-laki tampan itu pun datang dengan tergesa-gesa.


"Maaf saya telat, ada meeting tadi soalnya di kantor, " ucap Rama.


"Nggak masalah kok, Pak. Saya juga baru datang. "


"Belum, Pak. "


"Ya sudah kita pesan sekalian untuk makan siang ya, oh iya satu lagi, jangan panggil saya Bapak! Saya belum setua itu soalnya, " ucap Rama diiringi senyum termanis.


Rama pun memanggil pelayan caffe dan memesan makanan serta minuman untuk mereka berdua.


"Jadi apa rencana kamu untuk mempersatukan mereka? " tanya Rama.

__ADS_1


"Jadi begini, Pak....." Fizah menjelaskan seluruh rencana yang ia susun sejak lama pada Rama secara detail.


"Kamu serius mau melakukan itu? Lalu bagaimana jika itu gagal? " tanya Rama.


"Kak Rama tenang saja, aku yakin rencana ini pasti bakalan berhasil. Nanti saat aku menghubungi Mbak Reva, kakak hanya perlu membujuknya untuk datang. Dan Setelah itu biar mereka berdua yang berbicara. " sahut Fizah.


"Lalu bagaimana dengan kamu setelah mereka bersatu? " tanya Rama lagi.


"Aku akan segera pergi dari sini, aku juga sudah menyiapkan tiket untukku dan ibu serta Kia pergi ke Jogja. Kuharap mereka bisa kembali lagi seperti dulu tanpa perlu memikirkan perasaanku lagi, " ucap Fizah dengan wajah sendu.


"Aku menghargai keputusan kamu, semoga setelah ini hidup kalian bisa jauh lebih bahagia.. Salam buat ibu dan anakmu " ucap Rama.


"Amin.."


Setelah itu makanan mereka datang dan mereka pun langsung memakannya. Saat ini Rama memang bersedia membantu Fizah.


Rama sudah merelakan cintanya demi melihat Reva bahagia. Baginya biarlah adiknya saja yang gila karena cinta pada Zidan, jangan sampai hal yang sama terjadi pada sahabat masa kecilnya itu.


"Kali ini gue bantu Lo bersatu dengan Reva, tapi kalau sekali lagi Lo nyakitin perasaan dia, gue nggak akan segan-segan merebut Reva dari Lo " gumam Rama dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2