
"Mas ini kopinya diminum dulu " Reva meletakkan secangkir kopi dimeja ruang tamu.
"Iya sayang makasih ya "
Hari itu kebetulan hari minggu, Zidan sedang libur dan tidak ada kegiatan khusus hari ini. Mereka berdua bersantai setelah menyelesaikan kegiatan rutin dipagi hari.
Namun tetap saja Zidan masih berkutik dengan laptopnya hingga Reva merasa bosan karena sejak tadi hanya diam dan tidak sama sekali diperhatikan. Zidan yang melihat istrinya mulai cemberutpun segera menyelesaikan pekerjaannya dan menutup laptopnya.
Entah kenapa akhir-akhir ini Reva sedikit bertingkah manja pada suaminya itu, mungkin juga karena bawaan bayi didalam perut. Ya Reva memang sedang hamil dan usia kandungannya baru memasuki 2 minggu. Reva berencana akan memberitahukan kehamilannya diwaktu yang tepat tapi karena sejak pagi ia merasa dicueki oleh Zidan, niat untuk memberitahu pun diurungkannya.
"Sayang ada apa? Kok cemberut gitu sih " tanya Zidan setelah menutup laptopnya.
"Nggak kok mas, aku nggak apa-apa " jawab Reva.
"Yakin nggak apa-apa? Dari tadi mas lihat bibirnya mencucu terus.. Maaf ya mas cuekin kamu tadi " Zidan menangkup wajah cantik istrinya itu.
"Makanya mas jangan kerja terus dong, ini kan hari minggu. " jawab Reva masih dengan wajah cemberut.
"Iya iya mas minta maaf ya, gimana kalau hari ini kita makan diluar aja? Ya sekalian refreshing gitu " usul Zidan.
"Beneran mas mau ajak aku keluar? " tanya Reva bersemangat.
"Iya, udah sana kamu siap-siap gih mas mau panasin mobil dulu " kata Zidan mengelus kepala istrinya itu.
Dengan bersemangat Reva langsung berdiri menuju kamar untuk mengganti pakaiannya. Hatinya terasa begitu senang saat akan diajak pergi jalan-jalan oleh Zidan. Reva juga berencana akan memberi tahu tentang kehamilannya nanti saat mereka sudah berada diluar.
"Udah siap mas " kata Reva menghampiri Zidan yang menunggu di ruang tamu.
"Ya udah ayo kita berangkat "
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobil menuju sebuah caffe yang sangat terkenal didaerah itu, Reva menikmati perjalanan dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya.
"Mas mau ajak aku kemana? " tanya Reva
__ADS_1
"Nanti juga kamu akan tahu sendiri, pokoknya tempatnya itu bagus kok dijamin nggak akan kecewa " jawab Zidan.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Caffe tersebut menyajikan pemandangan yang memang bagus dan sangat nyaman. Zidan dan Reva turun dan mengambil tempat duduk dipinggir kaca agar dapat melihat pemandangan diluar jendela. Namun saat mereka hendak duduk tiba-tiba Reva merasa ingin buang air kecil.
"Mas duduk duluan aja, aku ke toilet bentar ya " kata Reva.
"Ya udah jangan lama-lama ya sayang "
Reva berlari kecil menuju tolilet karena sudah tidak tahan lagi. Tetapi saat ia masuk ke toilet ada seorang wanita yang menghampiri Zidan.
"Zidan!! " panggil perempuan itu.
Seketika perempuan tersebut berhambur memeluk Zidan. Saat perempuan itu masih memeluk Zidan dengan erat Reva sudah selesai dari kamar mandi dan tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat pemandangan dihadapannya itu.
Senyum yang tadi mengembang seketika menghilang saat dia mendapati suaminya dipeluk oleh wanita lain. Hatinya terasa begitu sakit dan matanya mulai berkaca-kaca.
Perlahan tapi pasti Reva berjalan mendekat ke arah suaminya itu.
Zidan menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya itu dan sangat terkejut saat melihat Reva sudah berdiri dibelakangnya dan dengan segera melepas pelukan wanita tersebut.
"Ee... Dek..."
"Kamu apa kabar Dan? " tanya wanita itu sambil bergelayut dilengan Zidan.
"Aku.. A-aku baik " jawab Zidan merasa gugup.
"Ini siapa mas? " tanya Reva.
"Oh iya kenalin aku Bianca, pacarnya Zidan. Kamu pasti Aisyah kan adiknya Zidan? Cantik juga ya " jawab wanita tersebut dengan tidak tahu malunya dan mengira bahwa Reva adalah adik dari Zidan.
"Pacar? " tanya Reva seakan tak percaya.
__ADS_1
"Iya aku pacarnya Zidan, kita udah 2 tahun pacaran dan baru ketemu lagi karena kita harus kuliah diluar negeri " jawab Bianca.
Bagai tersambar petir disiang bolong, hati Reva seakan tersayat oleh belati. Ia harus menerima kenyataan pahit bahwa saat ini dia berhadapan dengan pacar suaminya dan bahkan hubungan mereka sudah terjalin 2 tahun lamanya.
"Yuk kita duduk, nggak pegel ya berdiri terus. Ayok sayang " kata Bianca menarik lengan Zidan untuk duduk.
Hati Reva benar-benar remuk dan hancur saat mendengar panggilan sayang dari mulut perempuan itu. Reva, Zidan dan Bianca sudah duduk dikursi mereka masing-masing dengan posisi Reva menghadap Zidan yang duduk bersebelahan dengan Bianca.
Saat pesanan mereka tiba, Reva langsung menyantap makanan dihadapannya sambil menahan air mata yang sudah menumpuk dipelupuk mata.
Ya Allah ujian apa lagi yang engkau berikan pada hambamu ini. Kenapa perempuan ini hadir disaat aku sudah menjadi istrinya mas Zidan, bahkan mereka terlihat begitu mesra dihadapanku " Reva masih terus mencoba menahan marah dan air matanya.
"Mas aku ke toilet bentar ya " kata Reva yang sudah tak tahan melihat pemandangan itu.
"Tadi bukannya udah ke toilet? " tanya Zidan.
"Biarin aja sayang, mungkin Aisyah kebelet " sela Bianca.
Merasa sudah tak tahan lagi akhirnya Reva bangkit dan berlalu begitu saja. Namun kali ini dia bukan pergi ke toilet tapi memilih untuk keluar dari caffe tersebut melewati pintu samping dan tidak diketahui oleh Zidan.
Reva berlari untuk mencari taksi dan pulang ke rumah dengan perasaan hancur dan air mata yang sudah membasahi pipinya itu.
"Kita sudah sampai mbak " kata Sopir taksi memecah lamunan Reva.
"Oh iya pak ini ongkosnya, kembaliannya ambil buat bapak aja " kata Reva.
Buru-buru ia masuk ke rumah dan merebahkan diri dikamar menumpahkan segala kepedihan hatinya.
"Kenapa mas? Kenapa pacar kamu harus muncul disaat aku sudah mencintai kamu? Hiks..Hiks hiks "
"Dan kenapa kamu hanya diam saat perempuan itu menganggap aku sebagai adik kamu mas kenapa? Apa salah jika aku merasa cemburu? Apa aku tidak berhak atas dirimu mas? " tangis Reva pecah saat itu kemudian ia mengeluarkan amplop berisi laporan hasil test kehamilan dari dokter.
"Apa ini alasanmu mengajakku makan diluar? Padahal aku ingin memberi tahumu bahwa aku sedang mengandung anak kamu mas " Reva sesenggukan dan meremas kertas yang ia pegang.
__ADS_1
Dia terus menangis didalam kamar dan merasa tidak dihargai dan diakui oleh Zidan didepan pacarnya dari masa lalu itu. Cukup lama Reva menangis didalam kamar sampai ia tertidur sambil memegang kertas laporan yang sudah ia remas-remas tadi.
Sementara Zidan sedang dalam perjalanan mencari Reva karena merasa khawatir dengan istrinya. Zidan takut jika terjadi sesuatu karena Reva tak kunjung kembali ke meja mereka setelah pamit tadi.