
..." Aku bisa tersenyum sepanjang hari jika di tiap pagi aku dijanjikan bahwa akan selalu ada kamu untuk esok yang aku punya."...
...*...
...*...
Selesai mandi, Hafizah juga langsung ikut turun kebawah maksud hati ingin memasak makan malam untuk suami tapi saat ia sedang menuruni tangga, Fizah melihat Zidan sedang berpelukan dengan wanita yang tak lain adalah istri pertamanya. Seketika Hafizah menghentikan langkah kakinya menunggu sampai kedua orang itu selesai berpelukan.
"Ya Allah ada apa dengan hatiku? Kenapa rasanya seperti ini? Sadar Fizah sadar! Kamu itu istri kedua, tidak berhak merasa cemburu "
Setelah dilihat Zidan sudah mengurai pelukannya, barulah Fizah melanjutkan langkahnya menuju dapur.
"Mbak Reva.." panggil Fizah.
"Eh Fizah, apa kabar? " Reva langsung berhambur memeluk madunya itu.
"Alhamdulillah baik, Mbak. Mbak Reva sendiri apa kabar? Fizah udah kangen banget sama Mbak.. " Fizah menangis haru dipelukan Reva.
Keduanya saling melepas rindu satu sama lain, sementara Zidan yang menyaksikan mereka berpelukan mengucap syukur karena kedua istrinya bisa akur seperti itu. Karena menurutnya sangat jarang jika dalam berpoligami istri bisa akur seperti itu.
"Pelukannya nanti lagi aja ya, ini udah mau masuk waktu magrib sebaiknya kita shalat terlebih dahulu " ajak Zidan kepada keduanya.
"Iya Mas "
"Iya Abi "
Fizah dan Reva menjawab bersamaan.
Mereka pun segera menuju kamar masing masing untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat di Mushola kecil rumah mereka.
Setelah selesai mereka langsung menuju meja makan untuk makan malam, suasana tampak hening tanpa adanya celotehan Ghibran.
"Oh iya, Abi Ghibran mana kok nggak kelihatan? " tanya Reva.
"Ghibran di pesantren ikut Umi tadi pagi, mungkin masih betah disana " sahut Zidan.
Saat Reva dan Hafizah selesai menata semua menu makanan diatas meja, Reva hendak mengambil piring Zidan. Namun seketika gerakannya terhenti saat Zidan sudah lebih dulu menyuruh Fizah..
__ADS_1
"Rah, tolong ambilkan nasi ya " ucap Zidan.
"Iya Mas "
Seketika hati Reva terasa menciut dan kembali menarik tangannya.
"Rah siapa Mas? " tanya Reva saat mendengar Zidan mengatakan kalimat itu.
"Rah itu Humairah, jadi Abi sekarang panggil Fizah dengan sebutan Humairah.. Nggak apa-apa kan Umma? " jelas Zidan diakhiri dengan pertanyaan.
"Ya Nggak apa-apa lah, kan Fizah juga istrinya Abi juga " balas Reva dengan senyuman.
Mereka melanjutkan makan malam dengan tenang.
"Abi manggil Fizah dengan sebutan Humairah? Apa hubungan mereka sedekat itu? Kenapa hatiku sakit saat mendengarnya memanggil dengan sebutan itu? Astagfirullah, harusnya aku senang kan kalau suamiku mulai menyayangi maduku " Reva bergulat dengan pikirannya.
...*****...
Selepas isya' Hafizah, Reva dan juga Zidan sedang duduk ruang keluarga sambil menonton tv. Zidan asik menonton tv sementara kedua istrinya sedang mengobrol membicarakan masa pengobatan Reva diluar negeri kemarin. Zidan hanya sesekali menimpali.
...............
"Duh aku nggak bisa tidur nih, biasanya Mas Zidan selalu menemaniku tidur tapi malam ini.. Duh Astagfirullahalazim, aku mikir apaan sih ini.. Sadar Fizah kamu itu bukan apa-apa dibanding Mbak Reva.." Fizah nampak menggelengkan kepalanya membuang jauh pikiran-pikiran negatifnya.
Sementara dikamar sebelah sepasang suami istri sedang berpelukan hangat melepas rindu yang sudah lama menggebu. Ya siapa lagi kalau bukan Reva dan Zidan.
"Abi kangen sama Umma, Abi nggak mau lagi jauh dari Umma " Zidan mengungkapkan perasaan rindunya.
"Abi sejak kapan gombal seperti ini? Kan ada Hafizah disini " sahut Reva.
"Ya bedalah, Umma. Sampai kapanpun cinta Abi ke Umma itu nggak akan terganti oleh siapapun, walaupun ada Fizah tapi Abi nggak pernah berhenti berharap untuk kesembuhan Umma " jawab Zidan.
"Hmm iya iya deh..."
"Umma, Abi mau jujur sama Umma boleh? Tapi berjanjilah jangan marah " ucap Zidan.
"Iya, Abi. Emang mau bicara apa sih kok pake izin segala? " kata Reva.
__ADS_1
"Sebenarnya setelah 1 bulan Umma diluar negeri, Abi sudah meminta hak Abi pada Hafizah.. Dan itu terjadi saat Abi melihat Fizah sedang duduk bersama seorang pria, saat itu Abi marah dan melakukan itu secara paksa.. Abi merasa bersalah padanya Umma apalagi terhadap Umma.. Abi minta maaf karena Abi sudah berpaling dari Umma " Zidan menceritakan bagaimana kejadian diantara ia dan Hafizah waktu itu secara detail tanpa ditambahi atau dikurangi.
"Apa Abi sedang merasa cemburu? " tanya Reva yang membuat Zidan menganga.
"Hah? Cemburu? ya nggak mungkin lah Umma, kan Abi cintanya sama Umma " sahut Zidan.
"Lantas kenapa Abi marah seperti itu sama Fizah? Dan ingat satu hal, Abi tidak boleh mengatakan tidak cinta sama Fizah. Apalagi Abi sudah meminta hak Abi padanya.. Dosa lho " kata Reva mengingatkan.
"Iya, Umma. Abi juga minta maaf sama Umma ya "
"Abi kenapa harus minta maaf, lagi pula itu harus Abi lakukan karena Fizah itu istri Abi juga kan " Reva terkekeh melihat wajah suaminya yang merasa sangat bersalah itu.
"Umma kok malah ketawa sih? Emang Umma nggak marah sama Abi? "
"Ya nggak lah, ngapain juga Umma harus marah. Ya sudah sekarang kita tidur ya besok Abi kan harus kerja " balas Reva.
"Iya sayang "
Zidan mendekap tubuh Reva dengan satu tanga untuk bantal Reva, sementara yang dipeluk hanya menelusupkan wajahnya ke dada suaminya tersebut.
"Ya Allah ikhlaskan hati hamba, bagaimana bisa aku merasa sakit seperti ini mendengar kejujuran suamiku tadi? Seharusnya aku bahagia jika suamiku sudah mulai menerima maduku "
Perlahan air mata Reva menetes pelan, ia menyembunyikan wajahnya didalam kedada bidang milik Zidan. Mencoba memejamkan matanya menghilangkan semua beban dalam hatinya.
Sementara Fizah masih setia dengan mata yang enggan terpejam itu, ia benar-benar tak bisa tidur malam imi. Matanya hanya menatap langit-langit kamarnya.
"Kira-apa ya yang mereka lakukan malam ini ya? Apa Mas Zidan akan mentalak aku setelah Mbak Reva kembali? Huufftt aku seharusnya nggak boleh berpikir seperti ini, aku harus bisa menjaga hatiku ini untuk kedepannya jangan sampai rasa ini merusak segalanya. " gumam Hafizah lalu ia berbaring ditempat tidur dan menarik selimutnya berharap setelah ini matanya bisa terpejam.
Setelah lelah bergulat dengan pikiran nya, akhirnya Fizah tertidur dengan sendiri nya.
..............
Guys jangan lupa di like, vote dan coment.. Kalau mau juga di rate ya hehe..
Maafkuen Author banyak maunya, ini semua demi semangat nulis ceritanya buat kalian hehe..
Maaf kalau alur ceritanya masih berantakan, kita masih dalam tahap belajar..
__ADS_1
Happy Reading guys...