Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Menyelesaikan masalah


__ADS_3

Keesokan harinya Reva dan para sahabatnya sedang duduk lesehan di asrama mereka, pagi itu suasana hati Reva sudah sedikit lebih tenang karena ia memiliki sahabat yang selalu bersedia menghiburnya. Namun saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Aisyah datang bersama Umi Zulfah.


"Assalamualaikum, " terdengar ucapan salam dari luar.


"Waalaikumsalam, " jawab mereka bersamaan.


Setelah melihat siapa yang datang, Reva beserta yang lainnya pun langsung menyalami Umi Zulfah dan mempersilahkan beliau masuk.


"Reva, boleh Umy bicara sebentar? " tanya Umi Zulfah.


"Boleh Umi.."


Umi Zulfah memberi kode kepada yang lainnya agar meninggalkan mereka berdua saja.


"Kamu kenapa nggak cerita ke Umi sih sayang? Umi nggak tahu kalau Aisyah nggak cerita sama Umi semalam " tanya Umi Zulfah.


"Maafkan Reva mi, tapi kemarin perasaan Reva campur aduk jadi nggak tahu lagi harus berbuat apa " jawab Reva sambil menunduk.


"Sayang dengarin Umi, kamu itu istrinya Zidan dan semua orang tahu itu. Jadi kamu juga harus tunjukin sama Bianca juga, kamu berhak atas suamimu!! Kamu harus jaga Zidan supaya dia nggak terbayang-bayang sama mantan pacarnya!! " Umi Zulfah menasehati Reva dengan lembut.


"Iya Umi, maafin Reva belum bisa jadi istri yang baik untuk mas Zidan..." Reva merasa bersalah karena ia lebih memilih tidur di asrama ketimbang tidur bersama suaminya.


"Kamu nggak salah kok sayang, justru Umi yang harusnya minta maaf karena nggak pernah bilang masalah ini dari awal. Secara nggak langsung kami sudah menyakiti hati kamu " sahut Umi Zulfah mengelus kepala menantunya itu.


"Nggak apa-apa Umi, setelah ini Reva akan bicarakan masalah ini secara baik-baik sama mas Zidan. Lagi pula Reva nggak mau mendiamkan suami lebih dari tiga hari..."


"Alhamdulillah kalau kamu sudah mengerti maksud kedatangan Umi, apapun masalahnya jangan selalu mengikuti kemarahan karena didalam kemarahan itu pasti ada setan.. Jadi kamu harus lebih sabar sayang " tambah Umi Zulfah.


Reva pun berhambur memeluk mertuanya itu dengan sangat erat, ia sadar tidak seharusnya kemarin langsung minta pergi. Tetapi Reva juga manusia yang mempunyai perasaan, tidak mudah menerima kenyataan pahit begitu saja.


Setelah kedua mertua dan menantu itu selesai, Reva dibujuk agar mau ikut ke rumah mertuanya menemui Zidan. Namun Reva menolak karena ia hanya ingin masalah ini diselesaikan oleh mereka berdua saja tanpa harus melibatkan orang tuan. Pada akhirnya Reva meminta untuk bertemu ditaman dekat area pesantren.


...*****...

__ADS_1


Reva sudah menunggu di bangku taman sambil melihat-lihat sekeliling, tak berapa lama kemudian akhirnya Zidan datang menghampirinya.


"Dek..." kata Zidan lirih.


"Kamu sudah datang mas, ayo duduklah!! " kata Reva menggeser tubuhnya agar Zidan bisa duduk.


Keadaan hening sesaat tidak ada yang berbicara setelah Zidan duduk.


"Mas aku cuma mau kejelasan dari kamu, aku minta kamu jelasin dari awal kalian pisah sampai kamu memilihku menjadi istri kamu!! " Reva memulai pembicaraan dan mencoba meredam emosinya.


"Maafin mas dek..."


"Aku nggak minta mas buat bilang maaf, aku cuma minta kejelasan secara langsung mas. Aku cuma pengen masalah ini selesai degan cara yang baik!! " tegas Reva.


"Baiklah mas akan jelaskan.." Zidan menarik nafas panjang dan akan memulai ceritanya.


"Pada saat itu mas pacaran sama Bianca saat kami masih duduk dibangku kelas 3 SMA sampai akhirnya lulus dan kuliah di Universitas yang sama. Kita pacaran saat itu sudah berjalan selama 1 tahun, sampai akhirnya hubungan kami diketahui oleh bapak.


......Flashback On......


"Zidan jawab pertanyaan bapak sekarang, apa benar yang dikatakan teman kamu bahwa kamu sedang pacaran dengan seorang perempuan? " tanya pak kyai.


"Be-benar pak "


"Astagfirullahalazim Le, kamu sadar nggak dengan apa yang sudah kamu lakukan itu? Eling Le, dalam islam pacaran itu dilarang karena akan mendekatkan dirimu pada perzinahan. Apa kamu lupa yang bapak ajarkan selama ini sama kamu?


Dalam surat al-Isra’ ayat 32 menerangkan : Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. " jelas Pak Kyai.


"Iya pak Zidan ingat itu, tapi perasaan Zidan sama Bianca benar-benar tulus.. "


"Lalu apa kamu berniat mengkitbah perempuan itu? " tanya pak Kyai.


"Iya pak rencananya kami akan menikah setelah lulus kuliah dan bekerja " jawab Zidan

__ADS_1


"Kalau begitu bawa wanita itu kemari dan kenalkan sama bapak dan umi !! " perintah sang Kyai.


Keesokan harinya semua santri yang ada dihalaman pesantren berbisik-bisik kala melihat Zidan membawa seorang perempuan bersamanya. Mereka pun masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum Pak, Umi "


"Waalaikumsalam... Masuklah!! " sahut Umi yang langsung disalami oleh Zidan serta Bianca.


"Umi kenalin ini Bianca yang Zidan ceritakan kemarin.." kata Zidan menunjuk ke arah pacarnya yang tidak mengenakan hijab itu.


"Halo tante saya Bianca, " kata Bianca percaya diri dan menyodorkan tangan.


Namun reaksi Umi Zulfah tidak bisa ditebak saat itu, beliau tersenyum canggung dan menyambut tangan perempuan itu. Setelah perkenalan mereka berbincang-bincang mengenai pernikahan tapi alangkah terkejutnya Umi Zulfah dan Pak Kyai yang mendapat respon dari Bianca saat itu.


"Apa? Menikah? " Bianca terkejut dengan perkataan Pak Kyai.


"Ada apa nak, kenapa terkejut seperti itu? " tanya Umi Zulfah.


"Maaf tante, tapi sepertinya itu terlalu cepat lagi pula aku masih ingin mengejar karir dan cita-cita. Aku belum siap menikah muda tan " jawab Bianca.


"Tapi dengan kalian menikah justru akan menyelamatkan kalian berdua dari fitnah dan perbuatan zinah nak " kata Umi perlahan.


"Jadi menurut tante aku pacaran sama Zidan akan melakukan hal yang seperti itu? Aku bisa jaga diri aku baik-baik kok tante, dan kalau pun suatu saat kami memang melakukannya dan aku hamil ya langsung nikahin aja. Lagi pula aku masih mau kuliah dan nggak mau jadi IRT " jawaban Bianca tersebut membuat Pak Kyai mulai marah.


"Astagfirullahalazim, mbak kamu itu seorang perempuan. Apa begitu sikapmu bicara terhadap orang tua? " Aisyah menyahut dari arah dalam.


"Kamu anak kecil tahu apa? Sudahlah om, tante aku pamit dulu.. Masih banyak tugas kuliah yang mau aku kerjakan, Assalamualaikum " Bianca pamit tanpa memperdulikan Zidan, ia bergegas pergi dan menaiki taksi.


"Astagfirullahalazim..." semua orang yang ada diruang tamu hanya beristigfar dan menggelengkan kepala kecuali Zidan yang hanya menundukkan kepalanya.


Flashback Off


"Jadi begitulah dek ceritanya, sejak kejadian itu Bapak memutuskan untuk menguliahkan mas ke luar negeri dan Bianca juga kuliah di Amerika. Kami memutuskan untuk menjalin hubungan jarak jauh "

__ADS_1


__ADS_2