Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Pesantren, Aku Datang


__ADS_3

Setelah menikmati liburan dikampung halaman, menghabiskan setiap waktu bersama orang tua, sekarang waktunya aku kembali lagi ke tempatku belajar. Meski jadwal masuknya 2 hari lagi tapi aku sudah sangat merindukan pesantren yang baru ku tempati selama 6 bulan ini...


Puput, Siska dan Mega juga mengabari bahwa mereka akan kembali hari ini juga, jadi aku tidak akan kesepian disana.


"Nduk, kamu yakin kembali hari ini? Kan jadwalnya masih 2 hari lagi " tanya ibuku saat aku sedang berkemas.


"Yakin bu, lagi pula aku sudah janji sama sahabatku akan kembali hari ini. Kami sudah sangat rindu dengan pesantren " jawabku.


"Yo wes toh bu, nanti kan kita akan sering jengukin Reva disana. Malah bagus kalau dia sekarang ingin cepat kembali ke pesantren " sahut ayah dari ambang pintu.


"Tapi Yah, ibu masih pengen deketan sama Reva rasanya baru kemarin dia pulang eh sekarang udah mau pergi lagi...hmm " kata ibuku dengan wajah memelas.


"Sudah ibu jangan sedih, benar yang dikatakan Ayah nanti Reva akan sering-sering deh video call sama ibu.." kataku menghibur ibu.


Kami pun saling berpelukan untuk perpisahan sementara ini. Ibuku yang semula berat melepasku kini sudah sedikit tenang walaupun ada setetes air mata membasahi pipinya.


Aku kembali ke pesantren diantar oleh kedua orang tuaku, kali ini tentunya berbeda dengan kali pertama aku datang kepesantren. Dulu aku datang dengan kebencian dan amarah tapi sekarang aku datang dengan rasa rindu dan cinta terhadap pesantren ini.


Kehidupanku seakan berubah setelah aku mengenal lebih dekat kepada Sang Pencipta, disini aku mempunyai banyak teman, guru yang selalu bersedia membimbingku, dan semua ku dapatkan di pesantren ini. Oh iya selama 6 bulan aku juga udah hafal Al-Qur'an 3 juz lho, dan udah dua kali khatam. Itu semua berkat Ummi Zulfah dan juga sahabat-sahabatku.


Setelah beberapa jam perjalanan aku dan orang tuaku pun akhirnya sampai juga. Suasana pesantren saat itu masih sepi hanya ada beberapa santri yang terlihat dihalaman depan. Suasana sejuk yang begitu aku rindukan akhirnya kini kembali ku rasakan.


"Pesantren aku datang..." kataku sembari menghirup udara segar disana.


"Assalamualaikum.." ucapan salam terdengar dari arah berlawanan.


"Waalaikumsalam.. Eh pak Kyai.." jawab ibuku.


Aku menoleh ke sumber suara yang ibu bilang itu pak Kyai, dan ternyata memang benar pak kyai.


Aku segera menyalaminya setelah ayah dan ibuku bersalaman.

__ADS_1


"Reva kok cepat sekali liburannya? Kan masih ada waktu 2 hari lagi.." tanya pak kyai.


"Nggeh pak kyai katanya dia sudah kangen sama pesantren ini " sahut ayah.


"Alhamdulillah kalau begitu berarti Reva sudah mulai betah berada diaini ya.." kata Pak Kyai bercanda.


Ayah melanjutkan obrolannya dengan pak Kyai sementara ibu ikut mengantarku sampai ke Asrama Putri karena ibu penasaran katanya.


"Nduk, ibu ikut ke kamar kamu ya. Boleh kan? " tanya ibu.


"Tentu saja boleh bu, tapi kalau menginap sepertinya nggak muat. hehe " kataku bercanda.


"Iyo iyo wong ibu kie cuma pengen ndelok sedilut wae kok nduk " sahut ibu.


"Yo wes jangan lama-lama bu, ayo " kataku yang mulai terbiasa dengan bahasa jawa.


Ya harap maklumlah ya namanya juga hidup dilingkungan yang mayoritas berbahasa jawa, mau tak mau ya tetap harus bisa menyesuaikan. Lama kelamaan juga lidah ku ini akan terbiasa dengan sendirinya.


"Assalamualaikum..." kuucapkan salam saat aku membuka pintu asrama.


"Kak Reva kapan sampenya? Eh ini..." kata Puput yang kini pandangannya tertuju pada ibuku.


"Oh iya ini kenalin ibuku, Bu ini teman satu kamarku " kataku mengenalkan ibu pada mereka begitu juga sebaliknya.


"Assalamualaikum Bude, apa kabar? " Puput menyalimi ibuku diikuti yang lainnya


"Waalaikumsalam.. Alhamdulillah baik, Bude nggak ganggu kalian kan? " sahut ibuku.


"Ya nggak lah bude, justru kami senang Bude mau datang kekamar kami yang berantakan ini..hehe " kata Mega.


"Ayo Bude silahkan masuk, kayak orang nagih hutang aja kalo kita ngobrol dipintu " kata Siska bercanda sambil merangkul ibuku.

__ADS_1


"Hei sebenarnya teman kalian itu siapa sih? Kok yang dirangkul dan diajak masuk malah ibu duluan " kataku protes.


"Ya elah Va kamu kan biasa tiap hari suka nyelonong aja. Masuk sendiri juga bisa, ayo Bude kita duduk didalem " kata Mega menyahutiku.


Benar-benar ya mereka ini padahal ditelpon bilangnya kangen sama aku, tapi giliran pas ada ibu malah aku yang dicuekin. Tapi nggak apa-apa lah yang penting aku senang jika ibu akrab juga dengan mereka.


Obrolan diantara kami kaum wanita pun dimulai sambil sesekali bercanda tawa, terlebih ibuku jago banget bikin suasana pecah.


"Oh iya nduk, gimana Reva selama disini? Suka ngerepotin kalian nggak? " tanya ibuku.


"Nggak kok Bude, kak Reva itu malah orangnya mandiri, suka ngelawak. Kita kita nih sering sakit perut kalo kak Reva mulai ngelawak " jawab Puput tergelak kala mengingat tingkahku.


"Iya Bude, kami senang kok Reva bisa satu kamar sama kami. Walau kadang dia tu suka nggak jelas.." kata Siska menimpali.


"Apaan sih, nggak kok bu jangan percaya " kataku mengelak.


Kami pun melanjutkan kembali obrolan-obrolan seru diantara kami. Namun obrolan itu harus terhenti ketika ayah mengajak ibu untuk pulang, Ibu pun berpamitan denganku dan juga teman-temanku. Sedih bercampur haru kala ibu memelukku erat seakan tak ingin pisah denganku.


Tapi ku coba untuk menguatkan ibu agar ia tidak berat melepasku lagi. Maklum lah aku kan anak satu-satunya dikeluarga ini..


Setelah kepergian ayah dan ibu, aku beserta yang lain diajak untuk goting royong memberaihkan area pesantren. Momen seperti inilah yang menurut kami sangat seru. Terlebih lagi Puput selalu melirik ke arah santriwan yang sedang mencangkul disebrang sana.


"Subhanallah, ganteng banget ya Allah..." kata Puput membuka mulut seperti orang ngiler.


"Apaan sih Put, hei istigfar woi nanti kalo Ummi Zulfah tau kamu bisa dimarahin " ketus Siska.


"Apa sih ganggu aja, aku kan nggak ngapa-ngapain orang cuma liat aja kok " sanggah Puput yang kembali melihat kearah santri laki-laki.


Tapi tanpa sepengetahuan Puput tiba-tiba Ummi Zulfah muncul dibelakang dan menjewer telinganya.


"Jadi Puput lagi ngeliatin siapa? Asik sekali kelihatannya ya hmm " kata Ummi Zulfah menarik daun telinga Puput pelan.

__ADS_1


"Ah anu Ummi aduh sakit... Nggak liatin siapa-siapa kok Ummi hehe " jawab Puput sambil mengelus-ngelus telinganya.


"Lebay deh kamu tuh Put, kan Umi jewernya pelan. Masa sakit sih " kataku diiringi gelak tawa oleh yang lainnya.


__ADS_2