
..." Milikilah cinta sejati yang ikhlas kepada Allah SWT maka kehidupan yang kamu jalani akan terasa indah. Cinta tersebut akan membuat hati menjadi damai dan tenang."...
...***...
Hari itu Fizah melatih Zidan untuk berjalan, hal itu disarankan oleh dokter agar Zidan segera pulih. Selama beberapa hari ini Fizah dengan telaten mengurus Zidan.
" Kamu harus cepat sembuh, Mas! Aku akan berusaha mempersatukan kalian, jika dengan cara yang baik kalian tidak mau bersatu maka aku harus menggunakan cara lain!! " gumam Fizah lirih dalam hati.
Siang itu Fizah pamit dengan Zidan untuk pergi ke pasar, padahal itu hanya alasannya saja. Dia akan pergi menemui seseorang yang dia pikir bisa membantunya.
...*******...
Di sebuah gedung perusahaan besar tepatnya di Rama Wijaya Grup, Hafizah datang ke perusahaan itu. Dia juga tidak yakin akan menemui orang itu karena ia juga tidak begitu mengenal Rama. Ya, Fizah saat ini berniat untuk menemui Rama untuk membicarakan sesuatu.
"Permisi Mbak, saya mau bertemu dengan Pak Rama bisa? " tanya Fizah pada resepsionis itu.
"Maaf, Bu. Apakah Ibu sebelumnya sudah membuat janji? " tanya resepsionis itu.
"Belum sih, tapi coba Mbak tolong teleponkan Pak Rama bilang pada beliau ada Reva.. Tolong Mbak ya ini penting! Soalnya masalah keluarga. " ucap Fizah meyakinkan.
"Tunggu sebentar ya, Bu. Saya akan coba hubungi Pak Rama. "
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya resepsionis itu mengatakan bahwa Rama saat ini menunggu di ruangannya, resepsionis itu sendiri yang mengantarnya ke ruangan kerja Rama.
"Maafin Fizah yang udah pakai nama Mbak Reva tadi.. Fizah terpaksa.. "
Setelah menaiki lift, mereka sudah sampai di lantai 4 tempat dimana ruang kerja Rama berada.
Tok tok tok....
"Masuk! " sahut Rama.
Resepsionis yang mengantar Fizah tadi mempersilahkan ia masuk. Fizah masuk ke ruangan itu dengan perasaan gugup.
__ADS_1
"Assalamualaikum, " ucap Fizah saat masuk ke ruangan tersebut, terlihat disana Rama sedang memeriksa beberapa dokumen.
"Waalaikumsalam, Kamu! " Rama terkejut saat melihat siapa yang saat ini ada dihadapannya.
"Maaf tadi saya memakai nama Mbak Reva, tapi saya datang kemari ada hal penting yang mau saya bicarakan.. " ucap Fizah hati-hati.
"Tentang hal apa? Silahkan duduk! " ucap Rama.
"Saya mau minta bantuan Pak Rama.."
"Bantuan? Bantuan seperti apa yang kamu butuhkan? " tanya Rama lagi.
"Saya minta bantuan Bapak untuk mempersatukan Mbak Reva dan Mas Zidan, Pak Rama tahu kan kalau mereka benar-benar masih saling mencintai? Saya hanya tidak ingin Zahwa dan Ghibran tumbuh tanpa kasih seorang Ayah, Pak.. " ucap Fizah berterus terang.
"Lalu bagaimana dengan kamu dan anak kamu? " tanya Rama.
"Setelah saya berhasil mempersatukan mereka, saya akan pergi ke Jogja bersama putri saya. Saya akan membiarkan mereka bahagia.. " pungkas Fizah penuh penekanan.
"Percuma kamu pergi kalau statusmu masih istri sah dari Zidan, pasti dia akan mencari keberadaan kamu. "
"Baiklah saya akan memikirkan hal itu, tinghalkan nomor handphone kamu agar aku bisa menghubungi kamu jika aku setuju membantumu.. " kata Rama setelah beberapa saat terdiam.
"Terima Kasih, Pak. Ini nomor Hp saya, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum.. " Fizah pergi meninggalkan ruang kerja Rama setelah tadi mendapat jawaban seperti itu.
Fizah sangat berharap Rama bersedia membantunya.
Sementara Rama yang masih duduk disofa, terdiam dan berpikir.
"Bagaimana ini? Apakah aku harus membantu perempuan itu? Aku mencintai Reva, tapi aku juga tidak ingin melihatnya bersedih karena perpisahan ini.."
Tak lama kemudian Bagas, Fatur, dan Jodi masuk ke ruang kerja Rama untuk mengajak sahabatnya itu makan siang, karena kebetulan waktu sudah memasuki jam makan siang.
"Weh Bro! Ngapain bengong sendirian? Makan Yuk! " ajak Bagas.
__ADS_1
"Kalian bisa nggak sih ketuk pintu dulu sebelum masuk? Gue kan kaget.. " ucap Rama yang tersentak dari lamunannya.
"Lo kenapa sih sensi banget hari ini? PMS ya? " goda Jodi.
"Sembarangan Lo! Gue lagi bingung nih.. " sahut Rama.
"Bingung kenapa? Apa yang buat Lo bingung? Perusahaan udah ada, mobil banyak, apartemen banyak, kenapa musti bingung? " celetuk Fatur.
"Bukan itu masalahnya, tadi madunya Reva datang ke sini minta bantuan Gue buat mempersatukan Reva sama suaminya lagi.. " ucap Rama.
"Terus Lo setuju? " tanya Bagas.
"Itu dia yang Gue pikirin, Lo kan tahu Gue cinta sama Reva udah lama dan sekarang Gue ada kesempatan tapi Gue juga nggak tega buat maksain dia.. "
"Coba Lo pikirin lagi deh, Ram! Kalau Lo emang cinta sama Reva, Lo pasti tahu apa yang bakal Lo lakuin untuk dia. Karena cinta juga nggak harus memiliki, Ram. Dan kalau Loe cinta sama dia Lo coba bantu persatukan dia, tiap orang juga pasti berhak dapat kesempatan kedua. " saran Jodi.
"Ya sudah kalau gitu ntar Gue coba deh.. Sekarang makan yuk Gue laper ngoceh terus.. " ajak Rama
"Nah gitu dong, itu baru sahabat kita.. Tapi Lo yang teraktir ya.. " sahut Bagas.
"Kebiasaan Loe! "
Mereka pun pergi keluar dari kantor Rama menuju ke sebuah restoran untuk makan siang. Rama sudah memutuskan untuk mencoba membantu Fizah untuk mempersatukan Reva kembali. Setelah ini ia akan menghubungi Fizah untuk mengetahui rencana apa yang akan dia buat.
.....
**Guys maaf ya segitu aja dulu, Author gagal fokus.. hehe..
Rencananya mau buat Zidan sama Reva pisah tapi nggak tahu ya kalau aja nanti rencana Fizah bakal berhasil...
Jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara vote ya..
Terima kasih..
__ADS_1
Happy Reading**..