
..." Semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap."...
...*...
...*...
Pagi itu terdengar suara ketukan pintu, Zidan yang kebetulan sedang duduk disofa ruang tamu langsung beranjak membukakan pintu.
Saat membuka pintu Zidan terkejut melihat seorang perempuan muda behijab memiliki tinggi sedang dan berparas cantik sedang menunduk.
"Assalamualaikum " cicit wanita itu.
"Waalaikumsalam, maaf mbak cari siapa ya? " tanya Zidan.
"Saya mencari mbak Reva, kebetulan sudah buat janji. " jawab perempuan itu.
"Oh ya sudah mari silahkan masuk. Saya akan panggilkan istri saya sebentar " kata Zidan mempersilahkan masuk.
Wanita itu pun masuk dan duduk diruang tamu setelah dipersilahkan oleh Zidan. Tak lama kemudian Reva datang.
"Assalamualaikum, Hafizah kan? kata Reva.
" Waalaikumsalam, iya mbak " sahut perempuan itu yang bernama Hafizah.
"Bagaimana perjalanan kamu tadi kesini lancar kan? " tanya Reva.
"Alhamdulillah lancar mbak " Hafizah tersenyum menjawab pertanyaan Reva.
Mbok Tuti keluar membawa nampan yang berisi dua cangkir teh dan cemilan.
"Mari silahkan diminum tehnya " ucap Reva diangguki Hafizah.
"Fizah, nanti kamu akan tinggal bersama kami disini nggak usah bolak balik lagi. Tugasnya sudah tau kan ngapain aja? " Reva mengawali pembicaraan.
"Iya mbak tapi kalo saya tinggal disini apa nggak merepotkan? " kata Hafizah.
"Oh nggak kok malah mbak senang kalo kamu disini jadi mbak ada teman. Kalau butuh apa-apa kan jadi nggak susah " sahut Reva.
Sedang asik bercengkrama dengan baby sitter barunya Ghibran, kebetulan Zidan lewat hendak mengajak Ghibran bermain dihalaman belakang.
"Abi coba deh sini dulu " panggil Reva.
"Iya Umma ada apa? " Zidan menghampiri Reva.
"Ini kenalin Hafizah yang nanti akan bantu mengurus Ghibran. Nggak apa-apa kan kalau Fizah tinggal bareng kita? " kata Reva.
__ADS_1
"Oh iya nggak apa-apa, terserah Umma aja sih. Ya sudah Abi mau main dulu sama Ghibran dihalaman belakang " kata Zidan cuek.
Reva saat itu bertemu dengan Hafizah di rumah sakit saat membantu bu Neti berobat, kebetulan Hafizah ini adalah salah satu tetangga disini yang tinggal bersama ibunya. Ayahnya telah lama meninggal. Reva mendengar cerita dari Bu Neti ibunya Hafizah bahwa saat itu Hafizah sedang berada di Yogyakarta untuk bekerja. Tetapi Bu Neti meminta Reva untuk memberi pekerjaan pada Hafizah agar ia tak lagi pergi jauh.
Setelah mendengar semua cerita dari Bu Neti, hati Reva tergerak untuk membantu apalagi setelah melihat foto Hafizah. Reva yakin Hafizah bisa mengurus anaknya sekaligus masuk ke calon kandidat.
#Kandidat apa thor? (Reader)
#Rahasia donk belum saatnya (author)
Hari itu Reva menjelaskan semua tentang pekerjaan yang akan dilakukan oleh Hafizah dirumahnya sekaligus mengajak berkeliling melihat rumah sederhana milik Reva yang menurut orang terbilang cukup mewah.
"Karena kamu sudah paham sekarang kamu istirahat aja dulu dikamar kamu. Nanti sore boleh mulai bekerja " kata Reva setelah puas menjelaskan pada Hafizah.
"Baik mbak kalau begitu saya permisi dulu "
Hafizah masuk ke kamarnya dan membereskan barangnya ke lemari. Kamar itu cukup luas baginya yang bekerja sebagai seorang baby sitter. Hafizah kagum dan takjub dengan isi kamarnya, setelah beres ia memutuskan untuk mandi menyegarkan badannya. Perjalanan dari Jogja ke rumah Reva membuat tubuh Hafizah sedikit lelah.
...----...
"Anak Umma lagi main apa nih? " Reva bergabung bersama anak dan suaminya.
"Umma udah selesai? " tanya Zidan.
"Sudah bi, Fizah lagi istirahat dikamarnya kasihan dia dari Jogja kesini mungkin lelah " jawab Reva.
...#####...
Keesokan harinya selesai shalat subuh Reva pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan. Dilihatnya Hafizah yang sudah berada disana sedang membantu Mbok Tuti.
"Pagi banget bangun nya Zah? " sapa Reva.
"Iya mbak kebetulan saya udah terbiasa bangun pagi " jawab Hafizah sambil terus memotong sayuran.
"Oh iya Zah mulai sekarang kamu yang akan bantu Mbok Tuti siapin sarapan ya. "
"Iya mbak "
"Sini aku akan ajarin kamu buatin kopi untuk suami saya " ajak Reva.
Hafizah mengangguk meninggalkan sayurannya dan beralih memperhatikan Reva yang sedang membuat kopi.
"Mas Zidan itu suka kopi yang kental tapi nggak terlalu manis. Biasanya dia akan makan roti dulu sebelum makan nasi. Nanti kamu juga siapin kotak bekal untuk mas Zidan ya " jelas Reva yang di iyakan oleh Hafizah.
Saat semua sudah selesai Zidan, Reva dan juga Ghibran turun menuju meja makan untuk sarapan. Ghibran di serahkan pada Hafizah untuk disuapi bubur. Sementara Reva menyiapkan nasi dipiring Zidan. Senyum terus mengembang dibibir Reva, entah apa yang membuatnya begitu senang hari ini.
__ADS_1
Zidan mengernyir heran "Umma kenapa sih dari tadi senyum-senyum terus? " tanya Zidan.
"Nggak kenapa-kenapa kok Bi, senyum kan ibadah. " ucap Reva.
"Kalau diperhatiin semakin hari Umma semakin cantik aja deh " puji Zidan.
"Duh Abi ini ada apa kok tiba-tiba ngegombalin Umma seperti itu.. Modus nih pasti "
"Nggak kok Ma, Abi serius.. Umma semakin hari semakin cantik seperti bidadari " balas Zidan.
"Ish apaan sih Bi kok jadi gombal gitu pagi-pagi. Udah ayo sarapannya di habiskan " sahut Reva yang pipinya mulai memerah.
"Kopi buatan Umma enak banget hari ini " kata Zidan setelah menyesap kopinya.
"Oh itu bukan Umma yang buat tapi Fizah " jawab Reva membuat Zidan tersedak
Uhuk uhuk...
"Abi kenapa, makanya pelan-pelan Bi, ini minum dulu " Reva menepuk punggung suaminya dan menyerahkan segelas air putih.
"Abi nggak apa-apa kan? " tanya Reva setelah Zidan minum.
"Nggak, mulai besok Umma aja yang buat kopi untuk Abi. Cuma buatan Umma yang Abi suka " balas Zidan dengan ekspresi wajah tak dapat diartikan.
Reva hanya tersenyum menanggapi protes dari suaminya, walau bagaimana pun Hafizah telah bekerja disini dan ia juga telah menyerahkan tugas itu pada Hafizah.
...---------------...
"Abi berangkat kerja ya Umma.. Umma jangan lupa minum obatnya " kata Zidan yang hendak pergi bekerja.
"Iya Abi, Abi hati-hati dijalan ya " sahut Reva.
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam Warohmatullah "
Mulai sekarang kamu harus terbiasa Abi, karena tak selamanya aku bisa terus bersama kalian.. Reva menatap kepergian Zidan dengan tatapan sendu kemudian ia masuk.
Reva melihat Ghibran sudah mulai akrab bersama Hafizah, terlihat jelas disana mereka sedang bermain sambil tertawa. Reva senang melihat hal itu, ia tidak khawatir lagi jika suatu saat harus pergi dari mereka.
Saat sedang menatap Ghibran dan Hafizah tiba-tiba kepalanya terasa pusing, Reva langsung bergegas kembali ke kamar untuk beristirahat dan minum obat.
...----+++----...
Ini photo waktu prewed mereka guys ... Canti dan tampan ya
__ADS_1
Ulala jangan lupa di like hehe..