
..." Ketidakpastian membuatku jatuh dalam penantian dan aku terjebak dalam dua pilihan: bertahan atau melepaskan. "...
...*...
Setelah kejadian itu, Reva tidak lagi mau memperkenalkan diri sebagai Reva. Ia lebih memilih untuk dipanggil dengan nama Ayu. Di kota inilah dia berjuang untuk bisa bangkit dan merubah keadaan, Rama sebagai sahabat yang selalu setia mendampingi nya dan selalu membantunya. Bahkan Ayu diberi pekerjaan di kantor Rama sebagai seorang sekretaris, meski ia hanya lulusan pondok pesantren tapi dengan belajar ia bisa mengerjakan pekerjaan nya dengan baik.
"Ayu! Kenapa akhir-akhir ini kamu jadi sering melamun? " tanya Rama.
"Ah tidak, aku hanya sedang memikirkan kebutuhan anak-anak saja, " sahut Ayu.
"Jangan berbohong, aku sudah lama mengenalmu dan aku tahu kamu sedang memikirkan dia.."
Ayu tersenyum lalu menggeser tubuhnya agar Rama duduk.
"Aku hanya tidak tahu nanti harus bersikap seperti apa jika suatu saat kami bertemu lagi. "
"Semua keputusan ada padamu, Ayu! Bagaimana kedepannya hanya kamu yang bisa menentukan, 5 tahun kurasa cukup waktumu untuk memikirkan ini, " kata Rama.
"Terima kasih ya, Ram. Kamu selalu ada disaat kondisi ku sedang terpuruk seperti kemarin.. Dan maaf.... " Ayu menjeda kata-kata nya.
"Maaf untuk apa? "
"Maaf aku belum bisa membalas perasaanmu, maaf sudah membuat mu menunggu selama ini. Kamu berhak bahagia, Ram! Carilah wanita yang siap mendampingi mu! "
"Apa yang kamu bicarakan? Tidak usah pikirkan perasaanku, melihatmu dan Zahwa bahagia pun aku juga ikut bahagia, " sahut Rama.
Ayu tersenyum simpul mendengar penuturan dari sahabatnya itu.
Dulu Rama pernah mengungkapkan perasaannya pada Ayu, tapi Ayu belum bisa memberi jawaban ataupun membalas perasaannya. Karena posisinya juga belum bercerai dengan Zidan. Sampai saat ini Rama tak pernah membahas soal perasaannya, karena ia yakin jika jodoh dan sudah ditakdirkan bersama pasti akan bersatu dikemudian hari.
...---------------------...
Sementara disisi lain, Zidan sedang berada disebuah hotel beristirahat setelah bekerja seharian. Ia membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar. Zidan terus memikirkan pertemuan nya kemarin dengan Ayu alias Reva.
Zidan sangat yakin kemarin adalah Reva istrinya yang 5 tahun lalu dikabarkan mengalami kecelakaan dan jasadnya tak diketemukan.
"Aku yakin itu adalah Reva, mana ada di dunia ini orang yang memiliki wajah dan postur tubuh yang sangat mirip.. Aku harus mencari tahu kebenarannya! " Zidan bertekad akan mencari tahu identitas Ayu yang sebenarnya.
Zidan akan mulai mencari tahu dari pemilik ladang tempat mereka bertemu kemarin. Tekadnya sudah bulat dengan penuh keyakinan menganggap Ayu adalah Reva.
__ADS_1
........
Keesokan harinya, Zidan bersiap untuk pergi ke ladang kemarin untuk bertanya pada pemilik ladang. Sesampainya ia disana, Zidan langsung bertemu dengan pemiliknya.
"Assalamualaikum, Selamat Pagi, Pak " sapa Zidan.
"Waalaikumsalam, ada perlu apa ya? " tanya Bapak itu.
"Kedatangan saya kemari ingin menanyakan sesuatu, boleh saya minta waktunya sebentar, Pak? "
"Oh iya boleh, mari duduk didalam saja " mereka pun masuk ke sebuah rumah yang terlihat seperti gubuk.
"Pak saya mau tanya, anak-anak yang kemarin berkunjung ke sini dari yayasan mana ya, Pak? " tanya Zidan memulai pembicaraan.
"Oh itu mereka dari rumah singgah, kebetulan kemarin jadwal mereka berkunjung ke sini, " sahut sang Bapak.
"Kalau boleh tahu, siapa pemilik rumah singgah itu ya, Pak? "
"Pemiliknya setahu saya adalah pak Rama, dan Ibu Ayu.. Memangnya ada apa ya, Nak? "
"Tidak ada apa-apa, saya hanya mau berkunjung saja ke sana, Pak. Boleh saya minta alamatnya? "
Bapak pemilik ladang itu pun menuliskan alamat rumah singgah yang ditempati oleh Ayu disebuah kertas, setelah memdapatkan alamat Zidan langsung pamit dan menuju ke alamat rumah singgah itu.
Sesampainya di rumah singgah itu, Zidan melihat banyak sekali anak-anak yang sedang bermain di halaman depan. Namun ada satu anak yang mencuri perhatian Zidan, itu adalah gadis kecil berusia 4 tahun setengah yang kemarin memanggil Ayu dengan sebutan Umma.
"Assalamualaikum, " ucap Zidan pada anak-anak di sana.
"Waalaikumsalam " jawab mereka kompak.
"Dek, ibu Ayu -nya ada? " tanya Zidan pada seorang anak.
"Om cari Bunda? Ada kok di dalam, tunggu sebentar ya aku panggilkan.. " anak itupun berlari ke dalam untuk memanggil Ayu.
"Assalamualaikum, Bunda ada yang cari Bunda di depan! " seru anak itu.
"Waalaikumsalam, siapa yang mencari Bunda, Nak? " sahut Ayu.
"Nggak tahu, Bun. Lupa nanya tadi nama Omnya siapa.. hehe "
__ADS_1
"Ya sudah lanjutin mainnya ya, Bunda mau ke depan sebentar.."
Ayu bergegas keluar untuk menemui tamu yang belum ia ketahui, Ayu takut jika itu nanti adalah salah satu donatur yang biasanya berkunjung.
"Assalamualaikum, " ucap Ayu pada seorang pria yang berdiri membelakanginya.
"Waalaikumsalam, " jawab Zidan kemudian berbalik menghadap Ayu.
Sungguh diluar dugaan, Ayu akan bertemu lagi dengan Zidan. Itupun Zidan sedirilah yang datang ke tempat dimana selama ini ia tinggal.
"Hai apa kabar? Boleh saya bicara sebentar? " tanya Zidan.
"Boleh, mari duduk dikursi sana saja " ajak Ayu.
Keheningan pun tercipta bahkan setelah mereka dudum di sebuah kursi taman area rumah singgah,
"Maaf, anda mau bicarakan apa ya? " tanya Ayu memecah keheningan.
"Apa kamu mengenal perempuan yang ada difoto ini? " kata Zidan mengeluarkan sebuah foto dari sakunya.
"Itu... " Ayu nampak terkejut melihat wajahnya dalam foto itu.
"Ini adalah Reva istriku, sudah 5 tahun ini ia pergi. Bahkan aku pun tak tahu apakah ia masih hidup atau tidak.." Zidan menghela nafas nya.
"Lalu kenapa Anda menunjukkan ini pada saya? " tanya Ayu yang mencoba menutupi perasaannya.
"Wajahmu sangat mirip dengannya, dan aku yakin itu kamu.. Kalian adalah orang yang sama.. "
"Mirip bukan berarti kami adalah orang yang sama, dan juga apa yang membuat anda yakin bahwa saya adalah istri anda yang hilang? " sahut Ayu.
"Aku memang tak punya bukti apapun, tapi kalaupun kamu memang Reva aku mohon pulanglah! Ghibran merindukan Ummanya, setiap hari putraku selalu memimpikan ibunya.."
"Maaf, tuan. Seperti nya anda salah mengenali orang, saya ini bukanlah Reva istri anda. Jika sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan. saya permisi dulu!! " Ayu bangkit dari tempat duduk nya dan masuk ke dalam.
Namun belum melangkah jauh kakinya dari Zidan, tiba-tiba Zidan sudah merangkul dan memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi, Reva! Aku tahu kamu itu Reva istriku.. Pulanglah bersamaku, kita berkumpul lagi seperti dulu. Ghibran rindu sama kamu, Umma! "
Deg!
__ADS_1
Ayu terdiam ditempat nya, jujur saja dalam lubuk hatinya ia merindukan sentuhan ini dari sejak dulu sebelum ia menghilang. Namun segera ia tersadar dan melepas pelukan Zidan dari tubuhnya.
"Sebaiknya anda bisa menjaga sikap! Disini banyak anak-anak yang akan salah paham jika melihat kelakuan anda uang seperti tadi. Saya permisi, Assalamualaikum! " ketus Ayu yang langsung pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Zidan.