
Saat Reva telah dipindahkan ke ruang perawatan, Bagas pamit untuk mengurus masalah administrasi untuk Reva. Sementara Pak Kyai dan Umi Zulfah disuruh pulang oleh Aisyah karena Puput dan Aisyah akan menjaga Reva di rumah sakit itu. Bagas menyempatkan diri mampir ke kantin membelikan makanan untuk kedua teman Reva. Meski mereka tidak saling mengenal tapi mereka berterima kasih pada Bagas yang cepat menolong sahabat mereka itu.
Saat Bagas sedang mengurus biaya pengobatan Reva, tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan penampilan seperti orang sedang frustasi dan mata sembab seperti habis menangis bertanya pada suster yang bejaga dimeja resepsionis.
"Permisi sus, apakah ada di sini pasien atas nama Reva? " tanya Zidan.
"Sebentar ya pak kami cek dulu " sahut Suster.
Bagas yang mendengarvpria itu menyebut nama Reva langsung menoleh dan bertanya.
"Kamu suaminya Reva kan? " tanya Bagas membuat Zidan menoleh kearahnya.
"Iya benar, maaf anda siapa? Apa kita saling mengenal sebelumnya? " tanya Zidan balik.
"Perkenalkan namaku Bagas sahabat kecilnyanya Reva, " Bagas berkata sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.
Nafas Zidan serasa tercekat saat mendengar pria yang ada dihadapannya itu mengaku sebagai sahabat kecil istrinya yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
"Sahabat!? " Zidan nampak bingung.
"Oh maaf saya harap anda tidak salah paham, tadi aku tidak sengaja melihat Reva terjatuh dan pingsan lalu aku membawanya kemari " jelas Bagas.
Lagi-lagi Zidan sangat terkejut saat tahu bahwa disaat istrinya jatuh pingsan malah justru laki-laki itu yang membawanya ke rumah sakit. Zidan sungguh merasa sebai seorang suami yang tak berguna.
"La-lalu dimana dia sekarang? " tanya Zidan.
"Dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan, mari saya antar "
Zidan mengikuti langkah pria muda berparas tampan itu sambil berpikir sejauh mana ia mengenal istrinya itu, dan sejak kapan persahabatan mereka dimulai. Namun segala terkaannya hilang saat mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang sudah terdapat Reva, Aisyah dan juga Puput didalam.
"Assalamualaikum, " Bagas mengucap salam membuat Aisyah dan Puput menoleh bersamaan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam " jawab mereka kompak.
"Mas Zidan, ngapain mas kesini? " tanya Aisyah dengan ketus namun tidak dijawab oleh Zidan
"Jadi kamu adiknya? Tadi aku bertemu dia di depan jadi aku ajak sekalian kesini " sahut Bagas.
"Kakak harusnya nggak usah bawa dia kemari, kedatangannya cuma buat Reva tambah sakit aja tau nggak kak " ketus Aisyah.
"Kamu nggak boleh bicara seperti itu, bagaimanapun dia ini kan suaminya. Ini aku bawakan makanan untuk kalian berdua. Beri Zidan waktu untuk bersama dengan Reva " kata Bagas menenangkan emosi Aisyah.
"Tapi kak... "
"Udah kak Aisyah bener kata mas Bagas, lagi pula Puput udah laper nih.. Yuk makan dulu biar mas Zidan yang jaga Reva sebentar " sahut Puput yang langsung menarik tangan Aisyah.
Tanpa perlawanan Aisyah akhirnya melunak dan mengikuti arahan dari Puput diiringi Bagas yang membawa kresek berisi nasi bungkus yang ia beli tadi.
"Kamu tuh kenapa sih Put ngebiarin mas Zidan nemuin Reva, padahal kamu tahu Reva jadi seperti itu gara-gara mas Zidan " Aisyah menggerutu sendiri.
"Benar itu dek, sebaiknya kita makan dulu ini aku udah beliin nasi bungkus sama air buat kalian. Maaf kalau lauknya kurang enak soalnya aku nggak tahu selera kalian " sambung Bagas.
"Iya mas justru kami sangat berterima kasih sama mas karena telah banyak membantu " sahut Puput.
"Iya sama-sama "
Mereka bertiga pun makan dengan lahapnya karena sejak tadi mereka terus menjaga Reva tanpa ada yang merasa lapar sedikitpun.
...****...
Sementara didalam ruangan itu Zidan tak berkedip menatap istrinya yang terkulai lemas diatas ranjang rumah sakit. Ia duduk disebelah Reva menggenggam erat tangan Reva yang tidak di infus. Seketika air mata mengalir di pipinya dan jatuh tepat diatas punggung tangan Reva.
Reva yang sebenarnya sudah sadat sejak kedatangan Zidan tadi memilih untuk terus berpura-pura tidur dan menahan air mata yang sudah berkumpul di pelupuk matanya itu.
__ADS_1
"Dek maafin mas... Gara-gara mas kamu jadi seperti ini. Maafin mas yang nggak berguna ini sayang " Zidan berkata dengan sesenggukan.
Tanpa terasa air mata yang sudah tak terbendung lagi akhirnya jatuh juga dari mata Reva, ia perlahan membuka matanya dan berpura-pura tidak mendengar perkataan Zidan tadi.
"Mas.." Reva memanggil Zidan dengan suara seraknya.
"Kamu sudah sadar dek? Alhamdulillah... Sebentar mas panggilkan dokter dulu " dengan cepat Zidan berdiri berteriak memanggil dokter membuat ketiga orang didepan ruangan yang baru selesai makan itu pun ikut terkejut.
"Alhamdulillah kondisi ibu Reva sekarang sudah stabil, dan ingat pak jangan membebani ibu Reva dengan pikiran yang membuatnya stres. Itu tidak baik bagi kesehatannya dan janin diperutnya " kata Dokter setelah memeriksa Reva.
"Alhamdulillah.." ucap Zidan, Bagas, Aisyah dan Puput hampir bersamaan.
"Aku haus.. " kata Reva.
Bagas yang kebetulan berdiri disamping nakas langsung memberikan gelar berisi air diatasnya. Zidan yang melihat itu pun sontak terkejut sekaligus tak percaya jika istrinya akan diperlakukan begitu oleh pria lain. Sementara Aisyah yang menyadari hal itu merasa senang karena ia juga kesal terhadap kakaknya yang masih diselimuti bayangan pacarnya itu.
"Kak Reva gimana sekarang, udah ngerasa baikan? Aku takut tadi waktu liat kakak pingsan " kata Puput merengek seperti anak kecil.
"Aku udah ngerasa baikan kok Put.. Makasih ya udah nolongin aku. " kata Reva dan pandangannya langsung tertuju pada sosok pria yang berdiri tepat disebelah Puput itu.
"Bagas, kok bisa disini? " tanya Reva
"Jadi yang nolongin kamu waktu pingsan tadi itu kak Bagas Va " sahut Aisyah yang terlihat sengaja memuji Bagas.
"Oh kalau gitu aku harus berterima kasih sama kamu Gas. Kamu apa kabar? Udah lama rasanya kita ngga ketemu. Kamu makin beda ya sekarang " kata Reva tanpa sadar telah membuat seseorang merasa cemburu.
"Alhamdulillah aku baik Va, tadi aku nggak sengaja liat kamu jatuh teerus aku langsung bawa kamu kesini sama teman kamu tuh.. Si itu siapa namanya? " kata Bagas yang lupa dengan nama Puput.
"Dih mas Bagas pikun ya, masa nama aku udah dilupain gitu aja. Baru tadi lho kita kenalan " Puput berdecik kesal yang membuat semua orang tertawa melihat tingkat lucunya.
Sementara Zidan yang merasa terabaikan memilih untuk pergi secara diam-diam karena merasa dirinya seperti orang asing diantara keempat orang yang berada disan dan Aisyah pun menyadari hal itu.
__ADS_1