Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
#32#


__ADS_3

..."Aku bukanlah istri Kedua Rasulullah yang siap dimadu dengan banyak wanita. Aku hanyalah wanita biasa yang memiliki perasaan cemburu "...


Zidan yang melihat Reva masuk ke kamar segera beranjak dari duduknya dan menyusul, didapatinya Reva sedang duduk bersandar sambil membaca al-qur'an. Sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan hati, Zidan merasa bangga memiliki istri yang begitu shalehah seperti Reva.


Zidan duduk di ranjang sebelah Reva mendengar lantunan ayat suci yang keluar dari mulut istrinya, suara yang sangat merdu saat mengaji membuat hati Zidan tersentuh.


"Mas kenapa kok lihatin akunya gitu banget? " tanya Reva.


"Nggak apa apa sayang, mas hanya senang ketika melihatmu mengaji " jawab Zidan sambil mengusap perut Reva yang datar.


Zidan menarik tubuh Reva agar tidur disebelahnya dengan tangan dijadikan bantal, berulang kali ia mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Dek.." panggil Zidan


"Iya mas? "


"Bagaimana kalau kita ganti panggilan kita? " tanya Zidan.


"Memangnya mas mau di panggil apa? "


"Emm bagaimana kalau kamu panggil aku Abi dan aku panggil kamu Umma? Setuju nggak? " usul Zidan.


"Kedengarannya bagus boleh lah kita pakai itu " sahut Reva.


"Terima kasih Umma "


Dan malam itu terjadilah perang kecil antara mereka berdua, Reva yang semula merasa kecewa dengan kebohongan suaminya mendadak luluh dan melupakannya saat Zidan sudah merayunya.


#


4 bulan berlalu usia kandungan Reva sudah memasuki usia 7 bulan. Selama 4 bulan berlalu itu juga Reva dan Zidan sama-sama memendam sesuatu dalam benak mereka. Sampai sekarang Zidan belum juga berkata jujur pada Reva.


Dan selama itu pula Reva menjalankan bisnis kedai kopi yang ia rintis beberapa bulan terakhir. Modal usahanya ia dapatkan dari hasil tabungannya selama di pesantren.


Usaha kedai kopinya cukup laris dan banyak peminatnya, kebetulan hari ini ada salah satu investor yang akan datang untuk menanam modal di kedai kopi milik Reva. Sebetulnya investor itu akan datang 2 minggu lalu tapi karena beliau ada urusan keluarga pertemuan pun batal.

__ADS_1


Sebelum ia berangkat Reva mengirim pesan pada Zidan untuk meminta izin. Kebetulan sudah dua minggu ini Zidan sedang berada diluar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya.


(Assalamualaikum Abi, hari ini Umma ingin minta izin ke kedai karena ada investor yang akan datang ) isi pesan teks Reva.


Lama ia menunggu namun belum juga ada balasan dari Zidan akhirnya Reva memutuskan untuk menelponnya.


2 sampai 3 kali Reva menelpon tidak ada satu pun panggilan yang dijawab oleh Zidan.


tapi begitu panggilan ke 5 panggilannya dijawab.


"Hallo.. " terdengar suara perempuan yang menyahuti.


Deg


Nafas Reva tercekat ketika yang mengangkat panggilan suaminya adalah suara perempuan.


"Ha-halo mana suami saya? Ini siapa dan kenapa anda yang mengangkat telpon suami saya? " tanya Reva.


"Oh suami kita sedang tidur, dia kelelahan soalnya. Ada apa kamu menelpon? " kata perempuan itu dengan tak tahu malu.


"Su-suami kita? Apa maksud kamu? " tanya Reva lagi.


"Haha Reva Reva polos banget sih kamu, masa suami kamu nikahin aku nggak tahu kamu? Sekarang Zidan udah sah jadi suami kamu dan aku " Perempuan dalam telpon itu berbicara dengan nada meremehkan.


"Nggak itu nggak mungkin, mana mas Zidan? Aku mau bicara padanya !! "


"Kan udah dibilang mas Zidan lagi tidur dia nggak bisa diganggu, kamu tahu sendiri kan apa yang dilakukan pengantin baru " kata perempuan itu lagi.


Tanpa menjawab Reva langsung mematikan telponnya. Perlahan tubuhnya merosot ke lantai, air mata pun tak terbendung lagi.


"Kenapa mas kenapa? Kenapa kamu tega melakukan ini sama aku mas? Hiks hiks hiks"


Tak lama kemudian ponsel Reva kembali berdering dan ternyata itu adalah pegawainya yang mengatakan bahwa investor kedainya sudah datang. Reva berusaha bangkit dan menghapus air matanya. Ia pun berangkat menuju ke kedai untuk bertemu sang investor.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya Reva sampai di kedai kopi miliknya. Karyawannya mengatakan bahwa sang investor itu telah menunggu diruangannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, maafkan saya membuat anda lama menunggu " kata Reva saat memasuki ruangannya.


"Waalaikumsalam, Reva !! Ini beneran kamu Va?? " tanya pria itu setelah berbalik badan.


"Rama? Ya ampun ternyata kamu yang jadi investornya? Apa kabar kamu? " tanya Reva yang langsung mengenali pria dihadapannya.


"Alhamdulillah aku baik, kamu gimana kabarnya? Sepertinya aku akan segera memiliki keponakan nih " kata Rama.


"Alhamdulillah aku juga baik Ram, mari silahkan duduk "


"Oh iya Va maaf ya waktu kamu nikah aku nggak dateng, soalnya aku diluar kota waktu itu. Dan juga 2 minggu yang lalu aku nikahin adek aku di surabaya jadi nggak bisa langsung ketemu sama kamu " kata Rama.


"Iya Ram nggak apa-apa, selamat atas pernikahan adik kamu ya "


Setelah mereka berbincang akhirnya Rama dan Reva sepakat untuk bekerja sama. Setelah kepergian Rama, Reva kembali termenung dan memikirkan perkataan perempuan yang tadi mengangkat telpon suaminya.


Beberapa menit kemudian ponselnya berdering dan ternyata yang menelpon adalah Zidan. Reva menarik nafas panjang kemudian menjawab telpon suaminya itu.


"Assalamualaikum Abi.. "


"Wa- waalaikumsalam Umma, gimana kabanya disana? Maaf tadi Abi nggak sempat balas pesan dari Umma " kata Zidan nampak gugup.


"Iya nggak apa-apa, Bi boleh Umma tanya sesuatu sama Abi? " tanya Reva.


"Mau tanya soal apa sayang? " tanya Zidan.


"Siapa perempuan yang tadi angkat telpon kamu? Tadi aku telpon dan yang menjawab adalah suara perempuan? " tanya Reva yang membuat Zidan seketika terdiam.


"It-itu.. Umma itu teman aku tadi ponsel aku ketinggalan "


"Teman? Tapi kok bisa dia bilang kamu itu suaminya? Abi nggak lagi bohong kan sama aku? " tanya Reva lagi.


"Nanti aja kita obrolin ya sayang, aku mau kerja lagi soalnya atasan aku udah manggil. Aku tutup dulu telponnya, Assalamualaikum " Zidan segera menutup telponnya tanpa mendengar Jawaban dari Reva.


Sementara Reva merasa sakit mendapat perlakuan dari suaminya yang seperti itu. Sudah beberapa hari Zidan tak memberi kabar selama keluar kota, tapi sekalinya ia menelpon ternyata ada perempuan lain yang mengaku telah menjadi istri sahnya. Sungguh Reva tak sanggup lagi menahan sesak didadanya, air matanya seketika tumpah begitu saja saat mengingat perkataan perempuan tadi. Selama Zidan pergi, Reva tak pernah sedikitpun berpikir negatif pada suaminya. Tapi akhir-akhir ini Zidan jarang sekali memberi kabar, bahkan untuk menelpon pun selalu Reva yang mengawali.

__ADS_1


Ya Allah ujian apa lagi yang datang dalam rumah tangga hamba? Hamba mohon kuatkan diri hamba Ya Allah.


__ADS_2