
2 Hari setelah berada di rumah sakit akhirnya Reva sudah diperbolehkan untuk pulang, selama dua hari itu pula Reva tidak bicara sama sekali, ia hanya bicara saat akan menginginkan sesuatu. Hal itu tentu saja membuat Zidan harus extra sabar menghadapinya.
"Bu Reva sudah diperbolehkan pulang pak, bulan depan bisa balik lagi ke sini untuk cek kandungan " kata Dokter.
"Alhamdulillah, terima kasih ya dok " sahut Zidan.
"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi dulu "
Selepas dokter itu pergi Zidan menatap Reva dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Reva yang merasa dirinya sedang ditatap menjadi salah tingkah.
Setelah bersiap-siap kini Zidan dan Reva sudah berada dalam mobil untuk pulang ke rumah mereka.
Selama 2 hari ini Zidan dengan telaten mengurus Reva dirumah sakit, Reva yang awalnya tak mau peduli akhirnya mulai luluh juga. Tapi tidak semudah itu Reva akan luluh, Zidan harus di uji sampai mana batas kesabarannya apalagi saat nanti Reva mengidam.
"Kamu tunggu di mobil aja dek, biar mas nanti gendong kamu ke dalam " kata Zidan saat hendak turun.
"Nggak usah mas aku bisa jalan sendiri kok " kata Reva.
"Udah nggak usah ngebantah, turuti aja kata suamimu ini!! " kata Zidan lagi lalu keluar dari mobil.
Reva pun tak bisa dan tak mau menolak saat Zidan menggendongnya ke dalam rumah, ia menatap wajah suaminya yang sangat tampan dihiasi dengan bulu-bulu halus disekitar dagunya.
"Jangan dilihatin terus dek, awas nanti kamu khilaf lho " goda Zidan.
"Apaan sih, siapa yang lagi lihatin mas? Ge'er banget jadi orang. Cepet turunin !! " kata Reva mengelak dan pipinya mulai memerah karena merasa malu.
Zidan yang melihat reaksi istrinya yang tampak malu-malu itu pun terkekeh. Menurutnya wajah putih mulus itu sangat lucu saat sedang merasa malu.
"Kamu istirahat aja dulu ya, mas akan buatin makanan untuk kamu " kata Zidan setelah mendudukkan Reva di tempat tidur.
"Mas bisa masak emang? "
"Bisa dong suami mu ini adalah koki terbaik. Jadi kamu pasti akan ketagihan pas makan masakannya mas " sahut Zidan sambil menepuk dadanya.
"Ya udah aku ikut ke dapur mas mau lihat kamu masak gimana " pinta Reva
"Tapi...",kata Reva lagi yang sempat terhenti.
"Tapi apa dek ? "
"Gendoong " Reva merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
Zidan hanya tersenyum melihat ulah istrinya itu, ia pun langsung menggendong Reva ke dapur dan mendudukkannya di kursi meja makan.
"Duduk sini ya sayang, biar mas yang masak buat kamu "
Reva hanya mengangguk mengiyakan.
Zidan langsung mengambil peralatan dan perlengkapan memasaknya, ia mulai membuat sup dan juga masakan lain.
Setelah beberapa menit berkutat didapur akhirnya Zidan selesai dengan acara memasaknya, saat ia akan menyuruh Reva makan tiba-tiba Zidan melihat wanita itu sudah tertidur diatas meja makan.
"Sayang... Sayang bangun. " Zidan membangunkan Reva dengan lembut.
"Ehhmm iya mas ada apa? " Reva menggeliat dan membuka matanya.
"ayok makan dulu terus minum obat, setelah itu istirahat lagi dikamar !! " ajak Zidan.
"Iya mas "
Zidan mengambilkan sepiring nasi dan semangkuk sup untuk istrinya, dengan telaten ia menyuapkan makanan itu ke mulut Reva.
Setelah selesai makan dan sudah meminum vitaminnya, Reva segera menuju kamar untuk istirahat. Tubuhnya masih terasa lemah dan butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya.
...******...
Namun tiba-tiba Reva sangat ingin memakan salad buah saat melihat hp dan ada postingan foto salad buah. Ini adalah ngidam keduanya setelah malam itu dipesantren.
Tapi melihat Zidan sedang sibuk Reva tidak tega jika harus menyuruhnya, tetapi air liurnya seakan mau menetes karena sudah sangat ingin memakan salad itu.
"Mas..."
"Iya dek "
"Mas lagi sibuk ya? " tanya Reva.
"Memangnya ada apa dek? Kamu mau makan? " tanya Zidan balik.
"Aku... Aku ingin makan salad buah mas.. Tolong buatin ya mas " kata Reva memasang wajah memohon.
Seketika jari Zidan berhenti mengetik dan menatap Reva.
"Kamu yakin pengen salad buah buatan mas? " Zidan lagi
__ADS_1
Reva mengangguk
"Tapi stok buah kita dirumah habis, mas mau beli dulu di supermarket sekalian beli bahan salad lainnya " kata Zidan.
"mmmm... Ya udah mas beli aja dulu aku bisa kok nunggui. "
"Kalau nggak gimana kalau kita pesen online aja? "
"Nggak mau !! Aku maunya mas yang buatin !! "
"Ya sudah iya, mas ke supermarket dulu beli bahannya ya. Kamu tunggu rumah "
"Iya mas, makasih ya mas "
Zidan mengambil kunci motor dan melajukan motornya menuju supermarket. Zidan melakukannya dengan bersuka cita karena pikirnya mungkin ini bisa jadi untuk menebus kesalahannya.
Setelah selesai berbelanja dan pulang, Zidan masih mendapati istrinya betah menonton tv. Terdengar gelak tawa dari Reva karena menonton acara lawak. Tanpa basa-basi Zidan membuka hp nya mencari tutorial membuat salad di voutub. Maklum ini pengalaman pertamanya membuat salad.
Zidan mulai memotong-motong buah-buahan dan mempersiapkan bahan lainnya. Dan beberapa menit kemudian jadilah salad buah dadakan ala Zidan. Ia menyajikannya di sebuah mangkok kecil untuk dimakan istrinya itu.
"Sayang ini saladnya udah jadi, silahkan dicicipi tuan putriku " kata Zidan menghidangkan salad pada istrinya.
"Kok cepet banget mas? Kamu beli yang udah jadi ya? " tanya Reva.
"Nggak lah yank, itu aku buat sendiri. Kalau nggak percaya lihat aja dapur masih berantakan kok " sahut Zidan.
"Ya udah bagus deh kalau gitu, aku makan ya "
Dengan lahap Reva menyantap salad buah yang dibuat oleh suaminya itu, Zidan membuat banyak karena ia tahu bahwa akhir-akhir ini porsi makan Reva agak banyak. Dan dugaan Zidan benar, Reva merengek meminta diambilkan salad buah lagi. Reva sudah menghabiskan 3 mangkuk dan membuat Zidan geleng-geleng kepala.
"Dek udahan ya makannya, nanti kalau kekenyangan bis-bisa muntah. Nggak baik makan berlebihan " kata Zidan menasehati.
"Iya mas iya. Ya udah kalau gitu aku mau tidur ngantuk. Kamu beresin sendiri ya mas aku nggak bisa bantu "
"Iya sayang mas akan bereskan semuanya, kamu istirahat yang baik ya " sahut Zidan.
Namun saat Zidan akan mengecup kening Reva,...
"Eh mas mau ngapain? " Reva menghindar.
"Mau ngecup kening kamu " jawab Zidan.
__ADS_1
"Nggak ada cium-cium kening. Inget ya aku masih marah sama mas "kata Reva kemudian berlalu ke kamar mereka.
Zidan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tibgkah lucu sang istri yang tiba-tiba berubah menjadi sangat manja itu.