
..."Jika kau mencari harta, maka berpalinglah pada dirinya yang punya segala. Tapi jika kau mencari cinta, maka hati ini akan berbicara. Tak perlu mengeluh cemburu, ia akan tetap milikmu jika ia adalah jodohmu."...
...*...
...*...
Hari berganti hari kini kondisi Reva sudah sembuh total dan sudah diperbolehkan untuk pulang.. Semua karena atas kuasa Allah SWT Reva dinyatakan bersih dari kanker yang menggerogoti tubuhnya.
Disisi lain hubungan Hafizah dan Zidan semakin hari semakin membaik, bahkan Zidan sering tidur dikamar Hafizah bersama Ghibran. Mereka sudah seperti keluarga yang utuh dan kesedihan Zidan perlahan mulai berkurang.
Hari itu adalah hari libur, Zidan sedang berada di ruang kerjanya sementara Fizah sedang asik menyiram tanaman.
"Mbok, lihat Fizah nggak? Dari tadi aku cari nggak ada " tanya Zidan mencari istri keduanya.
"Oh non Fizah ada di taman belakang, Tuan. sepertinya sedang menyiram tanaman " jawab Mbok Tuti.
"Oh ya udah saya ke belakang dulu ya Mbok " Zidan berlalu dari dapur menuju ke halaman belakang.
Zidan mendapati Hafizah sedang asik menyiram bunga sambil bersenandung. Fizah bershalawat sambil terus fokus dengan selang yang ada ditangannya, Zidan merasakan ada getaran aneh dalam hatinya saat melihat wanita itu tersenyum.
Hafizah yang ditatap pun tak menyadari bahwa sedang diperhatikan oleh seseorang, timbulah dibenak Zidan untuk menjahili istri keduanya itu.
Zidan mengendap-ngendap menuju kerangan, ia memutarnya hingga membuat airnya tidak mengalir lagi.
"Loh kok mati sih.." Fizah mengguncang-guncang selang dan mengintip dalam selang yang ia pegang.
Saat Fizah sedang berusaha mengintip selang itu, Zidan menghidupkan kembali airnya sehingga air itu tepat menyembur mengenai wajah Hafizah. Zidan yang melihat ekspresi Hafizah saat itu pun tertawa terbahak-bahak.
"Ahahahahaha " gelak tawa terdengar dari Zidan.
"Iih jadi Mas ya yang ngerjain Fizah? " kata Hafizah bersungut kesal.
"Ahahaha habisnya kamu fokus banget sih.. hahahaha " Zidan terus tertawa melihat wajah imut Fizah.
"Mas jahil ya, rasain nih biar tau rasa ! " Fizah menyemprotkan air selang ke arah Zidan.
Zidan yang tengah aaik tertawa pun seketika terjengkit mendapat guyuran air secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Aduh aduh Fizah ampun.. Jangan siram lagi " Zidan terus mengelak berusaha merebut selang itu dari tangan Fizah.
Dan terjadilah adegan saling siram antara mereka, keduanya sekarang sudah basah kuyup akibat tragedi air selang.
"Tuh kan jadi basah semua bajunya, nanti masuk angin lho, Mas " ucap Fizah mencebik kesal mendapati bajunya yang basah.
"Ya kan bisa ganti, Sayang.." Zidan menghampiri Fizah yang sedang merengut dengan melipat tangan didadanya.
Seketika Fizah terjengkit kala Zidan tiba-tiba menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Aduh Mas turunin, kenapa kita masuk rumah dengan kondisi basah kuyup gini? " Fizah sedikit meronta namun tak bisa.
"Sudah kamu diam aja, kamu kan takut masuk angin ya sudah kita ganti baju " sahut Zidan sambil mengedipkan matanya.
Melihat reaksi Zidan tiba-tiba pipi Hafizah merona karena menahan malu.
Tak berapa lama Zidan membawa Fizah ke kamarnya dan menuju kamar mandi, segera ia menyiapkan air hangat di bathup tak lupa ditambahkan aroma terapi serta sabun. Zidan melepas seluruh pakaiannya dan juga pakaian Fizah, tubuh mereka sudah masuk ke dalam bathup tersebut dan mereka mandi air hangat diselingi dengan adegan mesra..
(Tau sendiri kan ngapain.. hehe)
...*****...
"Assalamualaikum, Mbok " ucap Reva.
"Waalaikumsalam, ya Allah ini nyonya? Nyonya udah sembuh? Subhanallah... Mbok seneng lihat Nyonya sehat lagi. Ayo nya masuk biar Mbok bantu bawa kopernya " sambut Mbok Tuti penuh sukacita.
"Iya Mbok Alhamdulillah, terima kasih ya, Mbok. Oh iya, Mas Zidan kemana ya Mbok? " tanya Reva pada Mbok Tuti saat melihat keadaan rumah sepi.
"Tuan ada diatas, Nya. Tadi sama Non Fizah.." sahut Mbok Tuti.
Seketika langkah Reva terhenti mendengar jawaban dari Mbok Tuti yang mengatakan bahwa suaminya sedang bersama madunya. Ada sedikit perasaan tak nyaman melanda dihatinya.
"Nyonya mau minum teh atau mau makan? Tapi Mbok belum masak sih hehe " tanya Mbok Tuti.
"Nggak usah, Mbok. Reva mau istirahat dulu aja dikamar, nanti kita masak buat makan malam ya Mbok " kata Reva kemudian berlalu masuk ke kamar nya.
Saat ia melewati pintu kamar Hafizah, langkahnya kembali terhenti. Reva tak bisa bayangkan suaminya sedang memadu kasih bersama wanita lain didalam. Meski ia berkata ikhlas dimadu, tapi percayalah rasa cemburu itu pasti selalu ada.
__ADS_1
Saat sore hari, Reva sedang masak di dapur bersama Mbok Tuti. Sementara Zidan dan juga Hafizah baru saja bangun setelah melakukan aktivitas melelahkan tadi. Hari ini Zidan tampak lebih berhasrat dibanding sebelumnya sampai mereka melakukannya berulang kali.
Zidan turun terlebih dahulu, namun saat sampai di tangga ia mencium aroma masakan yang sangat ia kenali.
"Bau masakan ini sepertinya aku kenal " gumam Zidan dalam hati.
Kemudian ia melanjutkan langkahnya dan menuju dapur.
"Mbok Tu.. " kata-kata Zidan terhenti saat melihat seorang perempuan yang selama beberapa bulan ini sangat ia rindukan.
"Umma !" panggil Zidan dengan mata berkaca-kaca.
Merasa dipanggil, Reva pun menoleh ke arah sumber suara itu dan nampak lah Zidan sedang terpaku disana.
"Assalamualaikum, Abi " Reva mengucapkan salam dengan senyum manis dibibirnya.
"Wa-Waalaikumsalam.. Ini beneran Umma kan? Abi nggak lagi mimpi kan? " Zidan mengucek matanya untuk memastikan bahwa ia sedang tidak berhalusinasi.
"Iya, Abi. Ini Umma sudah pulang dan ada dihadapan Abi sekarang " sahut Reva.
"Masya Allah, Umma... Abi sangat rindu sama Umma.. hiks " Zidan terisak dalam pelukan Reva.
Reva menyambut pelukan Zidan dengan hangat menyalurkan seluruh kerinduan pada sang suami.
"Umma kapan sampai? Kenapa nggak kasih kabar sama Abi kalau hari ini Umma bakalan kembali? " tanya Zidan masih dalam pelukan Reva.
"Umma sengaja nggak kasih tau biar jadi surprise "
"Hmm.. Ngomong-ngomong jam berapa Umma sampai? " tanya Zidan setelah melepas pelukannya.
"Umma sampai tadi siang kok, tadi Umma langsung istirahat dikamar dan sekarang lagi masak nih " jawab Reva.
"Apa?! Ta-tadi siang? " Zidan terkejut setengah mati.
"Iya sayang, emang kenapa sih kok mukanya gitu? " tanya Reva yang mengerti maksud dari keterkejutan dari suaminya itu.
"Eh nggak, nggak apa-apa kok sayang.. Lanjutin gih masaknya " seru Zidan.
__ADS_1
"Ya sudah Umma masak lagi ya " Reva kembali fokus dengan masakannya, ia melihat Zidan yang seperti salah tingkah dan rambutnya juga terlihat basah. Tanpa dijelaskan pun Reva sudah tahu semuanya.