Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Kemarahan Sang Kyai


__ADS_3

Malam itu setelah shalat isya, Zidan kembali ke rumah orang tuanya yang memang masih dilingkungan pesantren. Namun sang ayah merasa ada yang janggal dari anak sulungnya itu, Pak Kyai melihat Zidan sedang murung didepan teras rumah dan melamun. Pak Kyai pun menghampirinya.


"Ojo ngelamun terus toh Le, nggak apik (Jangan melamun terus toh nak, nggak bagus) " kata Pak Kyai memecah lamunan Zidan.


"Bapak, bikin kaget Zidan aja..."


"Ono opo toh Le, bapak perhatiin dari tadi muka mu itu murung terus dari tadi? " tanya pak Kyai.


"Nggak ada apa-apa kok pak, cuma masalah kerjaan " Zidan terpaksa berbohong karena tak ingin orang tuanya mengetahui masalah rumah tangganya.


" jangan bohong sama bapak, kalau kamu ada masalah cerita saja jangan dipendam sendiri " kata pak Kyai lagi.


"Beneran nggak ada pak, Zidan cuma mikirin kerjaan aja kok "


"Hmm ya sudah, oh iya nak Reva kemana ya belum pulang dari asrama putri? " tanya pak kyai.


"Tadi dia bilang mau menginap disana pak katanya kangen sama teman-temannya.." jawab Zidan.


Sang Kyai pun hanya manggut-manggut mendengar jawaban anak sulungnya itu.


"Ya sudah kalau begitu bapak masuk dulu, kamu jangan malem-malem disini nanti masuk angin " Pak Kyai menepuk pundak Zidan dan berlalu masuk kedalam rumah.


"Mas Zidan, kamu apain Reva sampai dia nggak mau balik kesini? " tanya Aisyah yang baru muncul.


"Maksud kamu apa sih dek dateng-dateng ngomel gini?? " tanya Zidan yang tak mengerti dengan sikap adiknya itu.


"Mas masih nanya kenapa aku ngomel? Aku udah tau semua ceritanya, mas masih berhubungan sama perempuan itu kan? Jawab jujur mas!! " Aisyah sangat marah terhadap kakaknya itu.


"Maksud kamu apa sih dek? Perempuan siapa? "


"Udahlah mas nggak usah pura-pura, tadi sore aku nggak sengaja denger pembicaraan mereka di asrama. Mas bener-bener kelewatan ya kenapa mas nggak ngakuin Reva sebagai istrinya mas didepan perempuan itu? Kenapa mas? "


Zidan hanya menunduk dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang bertubi-tubi dari sang adik.


Sampai akhirnya pak Kyai dan Umi Zulfah keluar setelah mendengar keributan didepan.


"Aisyah, ada apa ini? Kenapa kamu marah-marah seperti itu sama mas kamu? " tanya pak kyai yang baru muncul dari dalam rumah.

__ADS_1


"Ini pak mas Zidan ketemuan lagi sama pacarnya yang dulu makanya Reva nggak mau balik ke sini " jawab Aisyah.


"Apa benar itu Zidan? " tanya Umi Zulfah yang terkejut dengan perkataan putrinya itu.


Lagi lagi Zidan hanya menunduk dan tak menjawab sama sekali. Kedua orang tuanya pun saling menatap dan mengajak mereka masuk kedalam rumah.


"Zidan, coba kamu jelaskan sama kita apa benar yang dikatakan adikmu itu? " tanya pak kyai.


"Jawab Zidan!! " Umi Zulfah mulai kehilangan kesabaran.


"Zidan juga nggak tahu Umi, Bianca secara tiba-tiba muncul di caffe tempat kami makan. Dan saat dia muncul Reva sedang berada di toilet " kata Zidan lirih.


"Terus kenapa mas mau aja dipeluk sama perempuan itu? Dan kenapa mas nggak ngenalin Reva sama dia kalo Reva itu istrinya mas? " kini Aisyah mulai bertanya.


"Mas juga bingung dek, itu terjadi secara tiba-tiba dan Reva sudah pulang duluan ninggalin mas sendirian " sahut Zidan.


"Ya jelaslah Reva ninggalin mas sendiri, itu pasti dia sakit hati melihat kemesraan mas sama wanita itu. Mas harusnya lebih pikirin perasaan Reva sekarang dia benar-benar merasa hancur tahu nggak sih mas !! "


"Kamu benar-benar sudah kelewatan Zidan, dari dulu bapak sudah larang kamu berhubungan dengan dia dan ujungnya kejadian ini terjadi saat kamu sudah punya istri !! " kata Pak Kyai.


"Kenapa kamu lakukan itu pada Reva, jika kamu tidak mecintainya setidaknya kamu hargai dia!! " kemarahan pak kyai semakin jadi namun beliau berusaha mengontrolnya.


"Maafkan Zidan pak, Umi, Zidan sempat khilaf..." kata Zidan mulai meneteskan air mata.


"Untuk apa kamu minta maaf sama kami, seharusnya kamu minta maaf sama Reva istri kamu. Saat ini dia pasti sangat sedih apalagi dia mengetahui hubunganmu dengan wanita itu sebelumnya " Umi Zulfah mencoba menengahi.


"Iya Umi, secepatnya Zidan akan minta maaf sama Reva.. Zidan akan selesaikan masalah ini baik-baik "


"Mas jangan cuma ngomong aja, inget ya mas kalau sampai ada apa-apa sama Reva dan calon ponakan yang ada di dalam perutnya Reva, aku nggak akan maafin mas !! ketus Aisyah.


"Memangnya Reva hamil? " tanya Umi Zulfah.


"Iya mi, saat mereka di caffe Reva mau kasih kejutan sama mas Zidan tapi nggak tahunya malah ngelihat kejadian itu " sahut Aisyah.


"Alhamdulillah berarti sebentar lagi bapak sama umi akan punya cucu..." kata Umi Zulfah yang merasa bahagia akan kabar baik ini.


"Le, pokoknya Umi minta sama kamu untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya, jangan biarkan ini berlarut-larut! Saat ini Reva sedang mengandung calon anakmu " saran Umi.

__ADS_1


"Iya mi, Zidan janji..."


...****...


Sementara Reva didalam kamar itu tidak bisa tidur, entah kenapa saat ini ia merasa gelisah. Sejak tadi ia berulang kali memainkan ponselnya, mukanya pun tampak lesu dan tak bersemangat.


"Kak Reva kenapa? Nggak bisa tidur ya? " tanya Puput.


"Aku pengen makan mie Put..." jawab Reva dengan wajah memelas.


"Hah? Mie jam segini? Dapur udah dikunci pasti kak..."


"Ya tapi aku laper pengen makan mie Put..." Reva merengek pada Puput.


"Tapi kak jam segini nggak ada orang dan dapur juga sudah tutup.." Puput mencoba membujuk agar Reva segera tidur.


"Nggak Put aku pengen makan mie dulu sekarang, kamu tolong mintain sama mas Zidan ya Put... Pliis !! " Reva merengek seperti anak kecil.


"Ya sudah aku telponin Aisyah aja ya kak "


Saat Puput hendak menghubungi nomor Aisyah tiba-tiba ada notifikasi pesan dari Zidan. Dengan segera Pupu menelponnya.


"Hallo dek, Alhamdulillah akhirnya kamu nelpon juga " sahut Zidan dari sebrang telpon.


"Maaf kak ini Puput bukan kak Reva, "


"Oh Puput, Reva nya kemana ya Put kok kamu yang telpon? Apa ada masalah? " tanya Zidan sedikit kecewa.


"Iya kak, ini kak Reva sepertinya lagi ngidam dari tadi merengek minta mie goreng dan dapur juga pasti udah tutup jam segini. Kak Zidan tolong buatin ya " jawab Puput.


"Ya sudah kakak buatin sekarang, tapi gimana nganternya? Kakak nggak bisa masuk gitu aja ke asrama " sahut Zidan kelimpungan yang membuat Reva sedikit tertawa mendengarnya.


"Soal itu gampang nanti biar aku yang temuin kakak, pokoknya sekarang buatin mie nya dulu. Kalau bisa 4 porsi ya kak takutnya kurang!! Assalamualaikum " Puput menutup sambungan telponnya sambil tersenyum puas.


"Kok banyak banget sih Put minta 4 porsi? " tanya Reva.


"Biarin aja lah kak, sesekali ngerjain suami kakak kan nggak apa-apa.. Puput juga kebetulan laper Hehehe "

__ADS_1


__ADS_2