
..."Aku percaya, takdir Allah pastilah yang terbaik untukku, dan untukmu juga."...
........
.......
Genap 1 bulan anak dari pasangan Zidan dan Reva lahir ke dunia, kini bayi mungil yang menggemaskan itu telah diberi nama 'Ghibran Rakha Alhusayn' yang artinya 'Anak laki-laki yang tampan dan gagah serta dapat menyatukan keluarga menjadi harmonis' tentu saja arti dari nama itu sesuai dengan kondisi mereka. Saat itu Reva masih belum juga sadarkan diri, namun sejak Ghibran di tidurkan di sampingnya Reva merespon dengan gerakan tangannya. Kehadiran bayi mereka dapat menyatukan mereka kembali, seketika semua ke khawatiran dalam benak Zidan hilang beriringan dengan pulihnya kondisi istrinya itu.
Ucapan rasa syukur tak pernah berhenti terucap dari mulut Zidan. Setiap hari ia selalu membawa Ghibran kecil ke ruang rawat Reva untuk menambah semangat Reva agar bisa cepat pulih seperti sediakala.
Sejak Zidan mengetahui sebuah Fakta baru tentang istrinya, Zidan selalu berkonsultasi dengan dokter mencari tahu cara alternatif supaya istrinya cepat pulih. Dia tidak pernah membayangkan jika harus kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.
Cinta?
Ya memang tak dapat dipungkiri lagi oleh Zidan, sejak mereka memperbaiki hubungan yang sempat rumit sejak itu pula benih cinta tumbuh begitu dalam. Keduanya semakin mempererat hubungan dengan memberi cinta dan perhatian masing-masing, apalagi saat ini sudah ada Ghibran yang jadir di tengah-tengah mereka.
Ceklek... Suara pintu pun terdengar.
"Assalamualaikum Umma " salam diucap Zidan ketika masuk.
"Waalaikumsalam, anak Umma udah dateng.. Sini sini sama Umma "Reva yang sedari tadi sedang duduk diranjangnya langsung tersenyum melihat Zidan menggendong putra mereka.
"Ganteng banget sih nak.." puji Reva sambil meciumi pipi Ghibran.
"Iya dong siapa dulu Abinya hehe " kata Zidan menepuk dadanya membanggakan diri.
"Abi sudah ada nama belum buat anak kita? " tanya Reva.
__ADS_1
"Sudah Ma tapi itu pun kalau Umma suka " jawab Zidan.
"Emang Abi kasih nama siapa? " tanya Reva lagi.
"Namanya adalah 'Ghibran Rakha Alhusayn' maaf kalau nggak sesuai dengan keinginan Umma " Zidan menatap dengan tatapan sendu.
"Nama yang bagus kok Bi, Umma suka.. " sahut Reva dengan senyumnya.
Lalu kemudiam dokter pun masuk untuk kembali mengecek kondisi tubuh Reva.
"Jadi bagaimana kondisi tubuh istri saya dok? " tanya Zidan selepas dokter memeriksa.
"Kondisi tubuhnya sudah mulai membaik, tapi tetap harus rawat jalan dan ikut kemo terapi rutin pak " jawab dokter.
Mata Reva membulat seketika, ia tak menyangka bahwa dokter akan berkata seperti itu dihadapan Zidan. Kemudian ia mengalihkan pandangan terhadap suaminya yang tampak berdiskusi sedikit dengan dokter itu.
"Umma ada apa? " tanya Zidan membuyarkan lamunan Reva.
"Nggak kenapa-kenapa kok Bi, kapan Umma bisa pulang? " kata Reva mengalihkan pembicaraan.
"Besok sudah boleh pulang, tapi tetap harus ikut kemo terapi rutin supaya kondisi Umma semakin baik. "
Deg
Nafas Reva terhenti sejenak menangkap perkataan suaminya tadi, pikirannya benar bahwa suaminya sudah tahu dengan keadaannya saat ini.
"Abi " panggil Reva.
"Iya sayang ada apa? " sahut Zidan.
__ADS_1
"Maafin Umma... "
"Maaf untuk apa? " tanya Zidan balik dengan tersenyum.
"Pasti Abi sudah tahu semuanya kan dari dokter? " buliran air mulai menetes dari pelupuk mata Reva.
Zidan terlihat menghela nafas, ia seakan berat jika harus membahas hal ini apalagi posisi mereka masih berada dirumah sakit.
"Kenapa Umma nggak jujur aja sama Abi dari awal? " tanya Zidan dengan penuh kelembutan.
"Maaf Bi, Umma pikir kalau Umma jujur pada Abi pasti Abi tidak akan mengizinkan Umma melahirkan anak kita. Umma nggak mau itu terjadi, Umma udah sayang banget sama Ghibran dan ... Hiks hiks hiks " Reva terisak dengan tangisnya.
"Sssttthh Umma jangan nangis " Zidan merengkuh tubuh Reva.
"Maafin Umma Bi, bukan maksud Umma membohongi Abi apalagi menutupi hal ini dari Abi, Umma cuma nggak mau Abi sedih jika kandungan Umma harus diangkat diusia 5 bulan Bi.... Hiks hiks hiks "
"Sayang tenanglah jangan menangis, semuanya juga sudah berlalu. Umma wanita kuat Abi percaya itu " kata Zidan menenangkan istrinya.
"Abi justru berterima kasih sama Umma karena sudah memperjuangkan anak kita, Abi sangat bersyukur sekali mendapat istri seperti Umma. Sekarang Umma tenang ya nggak usah nangis lagi masih ada Ghibran yang butuh Umma. Umma harus kuat " Zidan terus mengusap punggung istrinya menyalurkan kekuatan baginya.
Mendengar nama Ghibran, Reva langsung melepas pelukannya dan beralih menggendong putranya yang sedang tidur disebelahnya. Seorang putra yang ia pertahankan selama 9 bulan dalam rahimnya membuatnya mau mengambil resiko kehilangan nyawanya. Tapi takdir Allah maha baik, Reva justru masih bisa membuka mata dan diberi kesempatan untuk merawat anak yang ia lahirkan itu.
...*******...
Maaf Up nya sedikit dulu ya, sebab Author lagi nggak enak badan ditambah kuota habis.
Nanti bakal lanjut lagi.
Happy Reading..
__ADS_1