
Hai Guys, aku up lagi nih.. Sesuai keinginan kalian Rama akan menikah sama Reva. Eitz tapi perjalanan mereka nggak mulus juga ya, ada batu loncatan yang harus mereka lalui. Kira-kira apa ya?
.
Jangan lupa Vote dan komen..
.
Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu, Reva telah selesai melewati masa iddah nya. Rama yang memang menaruh perasaan pada Reva sejak lama berniat untuk melamarnya.
Malam itu Rama datang menemui kedua orang tua Reva, Rama berniat untuk mengutarakan niatnya untuk melamar Reva.
"Pak, Bu, sebenarnya kedatangan saya kemari ingin mengutarakan niat baik saya untuk melamar Reva. Jujur, saya sudah lama memendam perasaan pada Reva, Pak, Bu " kata Rama berterus terang.
Pak Badri dan Bu Heni saling menatap dan sedikit terkejut atas penuturan Rama, jujur mereka juga senang dengan keberanian dan niat baik Rama yang datang secara langsung.
"Jujur Bapak salut sama niat baik kamu, tapi semua keputusan ini balik lagi kepada Reva. Karena yang akan menjalani itu kan Reva, jadi semua keputusan kami serahkan langsung pada Reva." sahut Pak Badri.
"Iya, Nak Rama. Sebaiknya langsung tanyakan saja pada Reva. Apapun keputusan nya ibu harap itu yang terbaik untuk kalian. Bagaimana, Nduk? " kata Bu Heni kemudian beralih menatap Reva yang sedari tadi diam mendengarkan.
"Reva butuh waktu untuk menjawab nya, Bu. Tolong beri aku waktu untuk memutuskan ini ya, Ram. Kuharap kamu mengerti.. " sahut Reva.
"Tidak apa-apa, lagi pula aku akan menunggu sampai kamu siap memberi jawaban padaku, Va! " kata Rama memaklumi.
Dan Setelah pembicaraan serius tadi, kini Rama sedang menemani kedua anak Reva belajar di ruang keluarga. Sementara Reva bersama kedua orang tuanya masih ada di ruang tamu.
"Nduk, apa nggak sebaiknya kamu terima saja lamaran Nak Rama itu? " tanya Bu Heni.
"Tapi Reva masih belum bisa, Bu, Reva akan memutuskan jika Reva sudah siap membuka hati Reva untuk Rama. "
"Kalau Ayah sih terserah kamu saja mau menerima atau gimana, yang pasti kalau Ayah lihat Rama itu tulus sayang sama anak kamu dan juga kamu, " Pak Badri membuka suara.
"Iya Reva akan memikirkan matang-matang lagi hal ini, dan juga Reva masih harus menanyakan ini pada anak-anak.. "
"Kami berdua akan selalu mendukung semua keputusan kamu, Nduk! " kata Bu Heni mengelus pundak anaknya.
..............
__ADS_1
Dua hari setelah pernyataan Rama, akhirnya Reva sudah memutuskan untuk menerima pinangan Rama meski dihatinya belum ada perasaan terhadap Rama. Reva juga tidak enak jika harus menolak Rama karena selama ini Rama banyak berjasa dikehidupan Reva beserta anaknya.
"Ada apa, Va? Tumben ngajak ketemuan? " tanya Rama saat sampai disebuah kafe.
"Aku mau menjawab soal lamaran kamu waktu itu, Ram. "
"Kalau kamu belum siap aku bisa menunggu kok, Va. Jadi kamu nggak usah buru-buru menjawabnya. "
"Nggak, Ram. Kurasa ini sudah saatnya.. " Reva menjeda kata-katanya sejenak. "Bismillah, aku menerima lamaran kamu, Ram! " lanjut Reva lagi.
Rama sedikit terkejut mendengar hal itu sekaligus merasa senang, awalnya Rama merasa ia sudah ditolak secara halus oleh Reva tapi nyatanya hari ini tidak. Lamaran Rama diterima.
Namun percakapan mereka itu bisa didengar oleh sepasang telinga dan sepasang mata yang juga kebetulan ada di kafe tersebut. Sejak Reva dan Rama duduk orang itu sudah lebih dulu berada di kafe tersebut.
Orang tersebut adalah Zidan, ia sedang mampir untuk bertemu rekan kerjanya dan tak sengaja melihat Reva bersama Rama. Karena rasa penasaran yang menggunung akhirnya Zidan memutuskan untuk duduk lebih dekat dan mendengar semua percakapan mereka.
Sungguh hatinya bagai dihantam batu besar, Reva yang masih belum bisa ia lupakan, mantan istri yang sampai saat ini masih ada direlung hati kini sudah membuka pintu untuk menerima pinangan pria lain.
...********...
Setelah Reva memberi jawaban untuk menerima pinangan Rama, dua minggu kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Reva juga mengundang Zidan untuk hadir di acara pernikahan tersebut.
"Mas, kamu yakin mau datang ke acara pernikahan Mbak Reva? " tanya Fizah.
"Aku akan datang, dia mengundangku.. Siap-siaplah sebentar lagi kita berangkat! " titah Zidan yang terkesan cuek. Sejak perceraian itu Zidan semakin berubah sikapnya, ia menjadi pribadi yang cuek dan tidak terlalu perhatian pada Hafizah.
Sesampainya mereka di tempat acara tepatnya di kediaman Pak Badri, di sana tamu sudah banyak berdatangan. Ada Umi Zulfah dan juga Pak Kyai Hasan yang sudah lebih dulu sampai, Aisyah beserta sahabat Reva pun sudah berada di sana.
Zidan turun menggendong Zaskia, sementara Fizah berjalan sendiri sambil mengiringi langkah Zidan.
"Dulu, di sini dan di rumah inilah aku pernah mengucap janji sehidup semati.. Tapi sekarang rumah ini kembali menjadi saksi tapi bukan pernikahan kami lagi melainkan pernikahan Reva bersama pria lain.. " gumam Reva dalam hati.
...-----------------...
"Saya terima nikahnya 'Reva Ayu Lestari' dengan mas kawin tersebut, Tunai! " ucap Rama dengan lantang.
"Bagaimana para saksi, Sah? " tanya penghulu pada para hadirin.
__ADS_1
"SAH!! " sahut para tamu undangan.
Saat penghulu masih membacakan doa, tiba-tiba saja buliran bening jatuh dari pelupuk mata Zidan. Ia harus menyaksikan pernikahan kedua mantan istrinya yang sampai saat ini masih menempati relung hatinya.
Umi Zulfah, dan Pak Kyai, hanya bisa menatap wajah putra mereka dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
"Ya Allah, takdir seperti apa yang Engkau berikan pada anak-anak kami.. Kenapa mereka jadi seperti ini? " gumam Umi Zulfah dalam hati.
Reva yang baru melihat kehadiran Zidan hanya bisa menunduk dan sesekali melirik ke arah mantan suaminya itu. Ada perasaan sakit ketika melihat laki-laki yang dahulu pernah menjadi imamnya itu.
"Kenapa hatiku sakit melihatnya menangis? Apa semua keputusan yang kuambil selama ini salah? Ya Allah tetapkanlah hati hamba pada keputusan yang telah hamba ambil saat ini.. " gumam Reva dalam hati.
"Bagaimana rasanya ditinggal menikah oleh orang yang kita cinta? Sakit kah? " tanya Bianca yang tiba-tiba muncul dengan senyum sinisnya.
"Kenapa kamu ada di sini? "
"Tentu saja aku harus ada di sini melihat mantan pacarku menangisi wanita yang di cintainya.. Seperti itulah rasanya saat aku kau campakkan waktu itu, Zidan! " ucap Bianca dengan tertawa mengejek.
"Aku turut prihatin padamu, Sayang! Tuhan itu memang adil, membalas rasa sakit hatiku padamu secepat ini.. " lanjut Bianca kemudian berlalu begitu saja.
Saat ini Bianca merasa puas melihat Zidan menangisi wanita yang dicintai oleh Zidan menikah dengan kakaknya, tapi untuk Reva ia sudah menyiapkan pembalasan sendiri nanti. Dendam yang Bianca simpan sampai saat ini masih ada dalam hatinya
...-----++-------...
.**Guys seperti permintaan kalian, Reva menikah dengan Rama.
Sebenarnya tokoh utamanya siapa sih?
\=Tokoh utamanya adalah Zidan dan Reva.
Kenapa mereka dipisahkan kalau memang tokoh utama?
\= Seperti kata pepatah, kalau lah jodoh takkan kemana. Sejauh apapun ia pergi jika nemang Reva ditakdirkan untuk Zidan pasti mereka akan kembali.
Jadi ini semua malsalah waktu dan juga rencana dari Allah SWT. Kita manusia hanya bisa berencana tetapi ketetapan hanyalah Allah yang menentukan.
Happy Reading**..
__ADS_1