
..." Dibuat jatuh cinta oleh seseorang yang ternyata sudah memiliki kekasih. Kenapa harus dia? Atau kenapa dia sudah punya kekasih? "...
.......
...Rama Pratama...
...*...
...*...
Keesokan harinya Reva sedang bersantai di ruang keluarga bersama Zidan juga Ghibran yang sedang bermain. Kebetulan hari ini adalah hari libur, Zidan sengaja memilih menghabiskan waktunya dirumah bersama istri dan anaknya.
Saat sedang asik bercanda tawa, bel pintu berbunyi yang menandakan ada tamu.
Mbok Tuti yang kebetulan sedang membereskan ruang tamu langsung membukakan pintu melihat siapa yang datang.
"Assalamualaikum Bi, Reva nya ada? " tanya seorang pria membawa buket bunga dan paper bag juga ada 2 orang pria lain dibelakang bersama istri dan anaknya.
"Waalaikumsalam, nyonya ada di dalam. Mari silahkan masuk Den " sahut Mbok Tuti.
Setelah mempersilahkan tamu itu duduk, Mbok Tuti bergegas menuju ruang keluarga untuk memanggil majikannya.
"Siapa yang datang Mbok? " tanya Reva.
"Mbok nggak tau nya tapi ada 3 orang pria dan 2 orang wanita bersama anak kecil yang datang mencari nyonya " jawab Mbok Tuti.
"Siapa yang mencari Umma? " tanya Zidan yang sedikit cemburu mendengar kata pria.
"Umma juga nggak tau, ayo kita samperin " kata Reva.
Reva dan Zidan beranjak dari tempat duduk mereka dan menghampiri tamu yang sudah menunggu di depan.
"Assalamualaikum, " salam Reva pada para tamunya.
"Waalaikumsalam.. Reva apa kabar? " sahut mereka bersamaan.
"Eh tunggu deh kalian... Ini Fatur kan dan ini Jodi? " Reva menebak dua orang yang sedang tersenyum kearahnya didampingi oleh istri masing-masing dan 1 pria lagi yaitu Rama.
"Kamu masih inget sama kita Va? Kirain udah lupa " celetuk Fatur.
"Masih ingetlah gimana aku bisa lupa orang kita kecilnya slalu bareng kok. Kalian tau alamat rumah ku dari siapa? " kata Reva bernostalgia kemudian bertanya.
"Tuh dari si Rama, maaf ya waktu kamu masuk rumah sakit kami nggak bisa jenguk " Jodi menyahuti.
"Ehem " deheman itu berasal dari Zidan yang merasa diabaikan.
__ADS_1
"Oh iya sampai lupa, ini kenalin suami aku namanya Mas Zidan. Abi ini sahabat-sahabat kecilku " kata Reva memperkenalkan.
Zidan bersalaman dengan Fatur dan Jodi tapi tidak dengan Rama. Saat Zidan akan mengulurkan tangan hendak bersalaman Rama langsung mengalihkan pandangannya.
"Oh iya Va ini bunga buat kamu sama oleh-oleh dari kita. Semoga kamu suka ya " kata Rama tanpa menghiraukan Zidan.
"Terima kasih ya kalian jadi repot gini. Oh iya ini istri kalian? Kenapa nggak dikenalin? " kata Reva melihat 2 orang wanita yang sedari tadi hanya diam.
"Iya Va kenalin ini istriku Ratih " ucap Jodi.
"Dan ini istriku Vania. " sambung Fatur.
"Kalian tu jahat ya nikah nggak ngundang aku. Kamu kapan nikah Ram? " Reva mebyindir Rama.
"Kalo aku ya santai aja, soalnya jodoh aku masih dijaga sama orang. Nanti kalo dia udah sendiri baru aku dempet " jawab Rama santai.
"Maksud loe apa? Loe suka bini orang ya? " sahut Fatur.
"Ya gimana namanya juga cinta tapi tenang aja aku nggak akan rebut dia dari suaminya kok hehe "
"sarap loe " Jodi melempar permen ke arah Rama.
Sementara Zidan tersentak dengan jawaban yang dikatakan oleh Rama barusan. Entah kenapa hatinya sedikit tak terima jika istrinya disukai oleh pria lain.
Obrolan mereka berlanjut, Reva mengobrol bersama para istri sahabatnya Zidan mengobrol dengan Fatur dan Jodi sementara Rama hanya cuek dan memilih bermain dengan anak-anak sahabatnya.
Setelah kepulangan para sahabatnya kini Reva dan Zidan sedang bersantai di kamar mereka. Ghibran sudah tidur di keranjang bayinya.
Zidan bersandar pada sandaran ranjang sementara Reva bersandar pada dada bidang suaminya.
"Abi kenapa kok dari tadi diem aja sih? Ada masalah? " tanya Reva.
"Nggak kok Umma, Abi hanya ingin menikmati suasana ini saja bersama Umma " kata Zidan mengelus kepala istrinya itu.
"Udah waktunya Dzuhur kita shalat yuk " ajak Zidan.
"Iya Abi duluan aja ambil wudhunya " sahut Reva.
Zidan mengangguk dan beranjak ke kamar mandi mensucikan diri disusul Reva setelahnya. Seperti biasa Zidan berperan sebagai imam dan Reva sebagai makmum.
Setelah selesai shalat mereka memutuskan untuk tidur siang.
Pukul 14:30 Reva terbangun dan langsung menuju dapur. Rencananya hari ini Reva akan memasak makan malam spesial, entah kenapa dia sangat ingin masak banyak makanan kesukaan suaminya. Dengan semangat ia mulai meracik segala keperluan memasak dibantu oleh Mbok Tuti.
"Nyonya mau masak apa biar Mbok yang masak " kata Mbok Tuti
__ADS_1
"Reva lagi pengen masak ayam rica, sayur lodeh, sambel terasi, pokoknya Reva pengen masak. Mbok bantuin ya " sahut Reva.
"Ya sudah Mbok siapkan dulu bahan-bahannya " Mbok Tuti berjalan menuju kulkas meraih semua bahan yang akan digunakan oleh majikannya untuk memasak.
Saat Zidan sudah bangun dan menuruni tangga, tercium aroma wangi masakan khas yang sangat ia kenali.
"Umma masak? " tanya Zidan menghampiri Reva di dapur.
"Abi udah bangun, iya nih Umma lagi pengen masak hari ini " jawab Reva sambil terus mengaduk masakannya.
Zidan menatap lekat punggung istrinya sambil menyunggingkan senyum, betapa beruntungnya ia mempunyai istri seperti Reva. Tidak pernah mengeluh sedikit pun walau tubuhnya merasa lelah.
...---------------------...
Saat makan malam tiba, Reva dan Zidan telah berada di meja makan. Reva mengambil nasi ke piring suaminya beserta lauk pauknya.
"Umma kok tumben masaknya banyak ada apa? " tanya Zidan.
"Iya Umma lagi pengen masak sekalian tadi Umma bagi buat Mbok Tuti " jawab Reva.
Mereka melanjutkan makan malamnya dengan tenang.
"Oh iya Bi, Umma rencananya mau pakai jasa baby sitter buat Ghibran. Boleh nggak? " tanya Reva saan makanannya telah habis.
"Memang nya kenapa kok tiba-tiba Umma pengen pake baby sitter? Bukannya Umma nggak mau kalau Ghibran diasuh orang lain? " tanya Zidan balik.
"Ya nggak apa-apa sih cuma Umma merasa Ghibran lebih aktif sekarang, Umma sedikit kewalahan. Kalau Mbok Tuti kan sudah tua nggak mungkin bisa jagain Ghibran terus " jawab Reva.
"Ya sudah terserah Umma aja gimana baiknya "
"Iya Umma harap nanti dia bisa menjaga kamu dan anak kita " lanjut Reva dalam hatinya.
Reva beranjak dari meja makan menuju tempat cuci piring, setelah makan malamnya selesai ia langsung membereskan meja dan mencuci semua piring kotor.
Sementara makanan yang masih tersisa ia simpan di kulkas untuk dihangatkan besok.
"Maafkan Umma jika suatu saat Umma tidak bisa lagi mengurus kalian dengan baik... Umma sangat menyayangi kalian Abi, Ghibran... " Reva bergumam dalam hati menatap punggung suaminya yang terlebih dulu menuju ke kamar.
Abang Ghibran lagi sama Umma dan Abi nih
.....
__ADS_1
Jangan lupa like, coment dan vote ya readers...