Kehormatan Di Balik Noda

Kehormatan Di Balik Noda
Tidur


__ADS_3

Kaisar terjaga dari tidur.  Setelah bangun subuh dan mandi, ia kembali tertidur.  Tadi malam ia mengerjakan sunah malam bersama dengan sang istri habis- habisan, jadi lelah sekali.  


Di posisi berbaring dengan lengan merentang, ia menggeliat sebentar.  Entah kenapa lengan sebelah kanan terasa pegal sekali, kesemutan.  Dan saat menoleh, ia baru sadar bahwa Kepala Khanza tergeletak manis di atas lengannya itu.


Oh… Rupanya inilah penyebab lengannya menjadi pegel, kepala Khanza menimpa lengannya hingga peredaran darah di lengannya terhenti.  Entah sejak kapan kepala itu nyender manis di sana.  Sepertinya sudah sangat lama.


Kaisar ingin memindahkan kepala itu, namun tak tega.  Sebab saat ia menggerakkan lengan kanan yang tertindih kepala, Khanza bergerak dan tidurnya terganggu.  Akhirnya Kaisar membiarkan saja kepala itu berada di sana.  


Sederhana, namun beginilah cara Kaisar menyayangi sang istri. Bahkan Khanza pun hampir tak tahu pengorbanan apa yang dilakukan suami untuknya karena ia dalam keadaan tidur pulas.


Kaisar melirik Khanza yang tertidur dalam keadaan mulut sedikit terbuka. Artinya istrinya itu pulas sekali. Inilah saatnya Kaisar mengangkat sedikit kepala Khanza, kemudian ia menarik lengannya supaya terbebas dari tindihan kepala. 


Berhasil. Khanza tidak terganggu tidurnya. Wanita itu tetap pulas. 


Malam tadi adalah malam pencetak sejarah akan lelahnya raga mereka, maka Kaisar membiarkan Khanza memanjakan tubuh dengan tidur pulas.


"Sudah bangun?" lirih Khanza dengan mara yang hanya terbuka sedikit.


Kaisar mengangkat alis heran, kirain Khanza tertidur pulas.


"Hm," gumam Kaisar. Ia memposisikan tubuhnya miring, menghadap istrinya.


"Ini jam berapa? Kamu nggak ngantor?" Suara Khanza terdengar berat oleh kantuk. Matanya sudah kembali terpejam.

__ADS_1


"Tidak. Aku lelah. Nanti selepas tengah hari baru ke kantor."


"Ya sudah." Khanza memposisikan tubuhnya miring menghadap Kaisar.


Senyum Kaisar mengembang menatap wajah cantik Khanza yang tak berkurang saat dalam posisi tidur begini. Ia gemas sekali, ingin mengganggu bibir yang menggemaskan itu, bibir yang kerap kali membuatnya terbuai saat dalam peraduan cinta.


Mara Khanza terbuka lagi. 


Mereka bertukar pandang.


Hati keduanya terasa basah saat berpandangan begini, jarak mereka begitu dekat, seolah mata keduanya saling mengungkap isi hati masing- masing.


Keduanya tersenyum tipis.


"Jangan! Ini namanya mancing- mancing. Aku masih lelah dan mengantuk," ucap Khanza dengan suara serak akibat kantuk yang terasa berat.


"Oh... Aku tidak memancing. Aku hanya ingin mengganggumu saja." Kaisar kali ini berhenti menggelitiki sesuai permintaan Khanza, namun ia mengelus permukaan bibir istrinya dengan jempol.


"Nah, kan. Mulai!"


Kaisar tersenyum. "Baiklah, maaf."


"Tidur lagi yuk. Aku capek sekali. Masih ngantuk juga." Khanza menjulurkan tangan dan membingkai salah satu pipi Kaisar dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Ya. Tidurlah." Kaisar mengangguk. Ia sebenarnya juga masih mengantuk, namun entah kenapa malah tidak bisa tertidur begini setelah menatap senyuman manis Khanza. Barang kali senyuman itu ada candunya, bikin nagih untuk melihatnya.


Memori kepala Kaisar ingat ketika Khanza dulu tidur serumah dengannya di kontrakan. Mereka seperti kucing dan tikus, bertengkar terus. Momen itu tak bisa terlupakan. Meski momen itu adalah momen paling menyebalkan, namun membuat Kaisar tersenyum setiap kali mengenangnya. Sebab momen itu adalah kisah yang membuat Kaisar sadar akan satu hal, bahwa Khanza telah bermetamofose dari wanita paling julid, paling bar- bar dan liar, kini menjadi wanita terbaik di mata Kaisar. 


Kaisar bahkan tidak menyangka perasaannya terhadap Khanza bisa berbalik seratus delapan puluh derajat begini, berangkat dari tanpa cinta, bahkan dibumbui dengan rasa tak suka, kini Kaisar malah menyayangi Khanza sepenuh hati. Tak ada yang tahu kapan Tuhan membolak- balikkan hati manusia, termasuk perasaan Kaisar terhadap Khanza.


Kaisar melingkarkan salah satu lengan kokohnya ke pinggang Khanza. Mengelus punggung wanita itu.


Disaat begini, kantuknya kembali muncul. Ia pun tertidur lagi. Bibirnya dalam keadaan tersenyum.


Selamat bermimpi, mimpi punya anak dan bermain dengan dua belas anak yang lucu- lucu. Iya, Kaisar berkeinginan supaya Khanza tidak menggunakan KB jenis apa pun, jadi mereka bisa punya anak banyak. 


TAMAT


Setelah ini baca novel Emma Shu di noveltoon judul Gadis Taruhan ya, dan mulai tanggal 1 Maret Emma akan update setiap hari novel baru berjudul


Ibuku Disia-siakan Anaknya


Mau tau kisah ini update dimana? Pantengin instagram emma yah


siapin tisu untuk baca kisah hebat ini. Baca gratis


sampai jumpa

__ADS_1


__ADS_2