
“Ini baju lapisan luar milikmu. Terjatuh di bawah kolong kasurku. Ambil!” Kaisar melempar baju sejenis switer dan mengenai tepat ke muka Khanza, membuat gadis itu gelagapan.
Khanza menghempas baju tersebut ke meja. Ia baru saja hendak mengumpat dengan berbagai kata- kata kotor yang sudah bertaburan di kepala, namun perkataan Kaisar yang lebih dulu terlontar membuat Khanza tak punya waktu untuk mengumpat manis.
“Aku tidak ingin membuang banyak waktu lagi di sini. Silakan nikmati jus asam dan mie pedas level keras itu. Bibirmu memang pantas diolesi cabe!” Kaisar melenggang pergi sambil terus mengunyah kacang.
Dugh!
Kaisar sontak memegang kepala belakangnya yang baru saja mendapat hantaman benda keras. Rasanya sakit sekali. Benda apa yang menghantam kepalanya itu? Sebuah sendok tampak terbanting ke lantai. Ya ampun, kepalanya ternyata mendapat pukulan sendok.
Pelakunya adalah Khanza, gadis yang saat ini masih duduk di kursinya.
Kaisar pura- pura menampilkan ekspresi biasa saja, tidak perlu menunjukkan kesakitan. Seakan- akan dia tidak terpengaruh oleh lemparan Khanza. Dengan gaya santai, Kaisar melenggang pergi, tak peduli dengan raut kesal Khanza yang dia tinggalkan.
Sesampainya di luar, barulah Kaisar mengaduh sambil meringis mengelus- elus kepalanya yang tiba- tiba ada benjolan sedikit dala waktu singkat.
__ADS_1
Benar- benar gadis bar- bar!
Sedangkan di dalam, Khanza mengalihkan perhatian ke makanan pembelian Kaisar. Secara tidak sengaja, Kaisar malah memberikan makanan gratis untuk Khanza.
Melihat tampilan mie yang merah basah, tiba- tiba saja Khanza menjadi penasaran dengan rasanya. Entah kenapa ia menjulurkan tangan ke arah sumpit dan mengarahkan mi eke mulutnya.
“Huaaaah!” Khanza cepat- cepat mencari gelas untuk minum. Lidahnya seperti terbakar. Pedas gila! Khanza adalah pecinta kuliner pedas, tapi jika pedasnya sampai membakar lidah begini, sama saja membunuh namanya.
Cegluk cegluk!
Khanza sampai lupa kalau jus yang disuguhkan kepadanya adalah jus jeruk nipis pakai garam. Rasanya benar- benar asam, ditambah rasa asin yang membuat tenggorokan jadi seperti terkena petaka.
Setelah menelan kuah mie yang pedas, sekarang tenggorokannya malah dialiri air asam asin.
Khanza menyemburkan sebagian air yang masih tersisa di mulutnya. Ia kebingungan mencari air minum hingga akhirnya terpaksa harus berteriak minta diambilkan botol aqua.
__ADS_1
Khanza merasa telah melakukan kesalahan besar dengan mencicipi makanan gila pesanan Kaisar.
***
Selain tampilan estetik, kesan modern juga disajikan pada pemandangan rumah Subrata. Dengan hiasan dinding yang serba wah, perabotan rumah yang mahal serta hampir seluruh ruangan yang luas menambah kesan betah bagi tamu yang duduk di sana.
Di rumah besar Subrata, Kaisar duduk berhadapan dengan wali yang akan menikahkannya. Setidaknya ada puluhan orang yang menghadiri acara itu. mereka tampak menampilkan wajah- wajah penasaran dengan pernikahan putri sulung sosok tersohor di komplek itu.
Tak hanya sering menjadi bahan sorotan warga karena selalu memiliki barang mewah yang mencolok, seperti mobil harga puluhan milyar, keluarga Subrata juga kerap menunjukkan sensasi dan skandal heboh. Itulah yang membuat rasa keingin tahuan warga jadi selalu tinggi terhadap keluarga ini.
Dimulai dari pernikahan Subrata dan Marwah yang sudah mengandung di luar nikah, warga heboh saat di pesta pernikahan, perut Marwah sudah kelihatan agak besar ditambah wanita itu juga mual- mual, sampai- sampai orang tuanya Subrata mengamuk dan mengecat tubuh Subrata menjadi kuning.
Belum lagi kasus Subrata yang sering bagi- bagi uang ke warga dengan nominal yang besar, tak tahunya uang tersebut adalah milik ayahnya Subrata yang diambil secara diam- diam.
Masih ada banyak hal heboh lainnya yang membuat keluarga Subrata ini memiliki nilai unik tersendiri di mata warga. Mereka berbondong- bondong datang meski tak diundang, hanya untuk menyaksikan sepenggal momen yang barangkali akan menciptakan sejarah baru yang lebih menghebohkan.
__ADS_1
Bersambung