Kehormatan Di Balik Noda

Kehormatan Di Balik Noda
Di Kamar Khanza


__ADS_3

Pletak!


Khanza menjitak kening Zada.  “Hei, aku tidak melakukan apa pun dengan Kaisar.  Aku juga sama sekali tidak tahu kenapa aku bisa berada di kamar busuk milik Kaisar.  Pasti dia kan yang mengangkat badanku ini ke sana.”


“Terakhir kali malam itu, kita kan sedang makan- makan di kafe.  Nah, terus kamu menghilang entah kemana.  Aku dan Zelin pun nyariin kamu loh.”


Khanza mengingat- ingat kejadian terakhir kali sebelum ia tersadar sudah berada di kamar Kaisar.  Memang saat itu ia sedang makan malam bersama dengan teman- temannya untuk mengadakan reunian.  Khanza kemudian merasa pusing dan mengantuk berat.  Ia berjalan menuju ke toilet hendak mencuci muka supaya kantuknya hilang.  Namun setelah itu, Khanza melupakan kejadian selanjutnya.  Ia kehilangan kesadaran.  Begitu bangun, ia sudah berada di kamarnya Kaisar.


 “Kunci kontrakan hanya Kaisar yang pegang.  Lalu bagaimana mungkin aku bisa memasuki kamarnya jika bukan Kaisar yang menyelundupkan aku ke dalamnya?  Mungkin selama ini Kaisar itu tergila- gila padaku, sehingga dia nekat melakukan hal konyol ini kepadaku.”  Kulit tubuh Khanza meremang membayangkan sesuatu hal yang tak diinginkan.  Ia mengusap kulit lengan dengan tangannya sendiri.


“Jadi… pas malam yang dihebohkan waktu itu, kamu diapa- apain atau tidak oleh Kaisar?” tanya Zelin agak ragu- ragu.  Menatap Khanza dan Kaisar silih berganti.


“Jangan tanyakan itu padaku.  Aku membenci keadaan itu.  Aku muak dan aku ingin hilang ingatan di bagian itu.”  Khanza kesal sekali.


Zelin malah tergelak.  “Kalau saja manusia bisa memilih waktu yang tepat untuk amnesia dadakan, pasti doamu itu akan dikabulkan.”


“Huh, dengan situasimu yang begini, maka Azam pasti mundur secara teratur.  Secara Azam kan kelihatan sekali sangat menyukaimu semenjak kehadiranmu di sini,” sesal Zada, ia mengingat sosok pria yang menyukai Khanza.


Azam adalah pria cool yang terlihat kalem, belakangan terlihat sangat mengagumi Khanza.  Kepulangan Khanza dari Jepang dengan style Khanza yang aduhai menarik, membuatnya tertarik pada gadis itu.  ia pernah mengirimkan bunga untuk Khanza melalui Zada.


“Jangan bicarakan laki- laki lagi padaku.  Saat ini aku sedang tidak tertarik dengan yang namanya kaum Adam.  Mereka itu buruk sekali.”  Khanza menghela napas berat.

__ADS_1


“Kupikir pembicaraan ini sampai di sini dulu.  Kita lebih baik pulang.  Ini sudah larut malam.”  Zelin berpamitan.  Ia tak enak bertamu malam- malam begini.  “Maaf, beib aku belum bisa membawakan kado apa pun untukmu.  Tapi tenang saja, nanti aku transfer ke rekeningmu untuk kamu bisa membeli apa yang kamu mau.”


“Aku tidak butuh kado atau transferan uang jika itu tujuannya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan konyol ini.  Aku tidak mengakui pernikahan ini.”  Khanza sebenarnya ingin mengungkapkan bahwa pernikahannya hanyalah pura- pura.  Tapi akan bahaya jika ia membocorkan hal itu dari satu lidah ke lidah lainnya.  Terkadang sahabat pun sulit dipercaya.  


Zelin dan Zada mungkin bersedia menutup rapat rahasia yang dimiliki Khanza, tapi saat ada orang lain yang kemungkinan mendengar pembicaraan Zelin dan Zada mengenai pernikahan pura- puranya itu, maka bukan mustahil akan bocor kemana- mana.  Untuk urusan rahasia yang lain, Khanza masih bisa mencoba berbagi.  Tapi untuk rahasia yang satu ini, lebih baik Khanza menyimpannya sendiri.  Jangan sampai dibocorkan kemana- mana.


Zelin dan Zada kemudian berlalu pergi setelah memeluk Khanza singkat.  Pertemanan mereka terlihat kental sekali.


Khanza melangkah menuju ke pintu masuk dimana Kaisar masih berdiri di sana.  Gadis itu berhenti ketika sudah sedikit melewati Kaisar.  “Hei, apa yang kamu lakukan di sini?  Nguping?”


Kaisar hanya menoleh sekilas saja, tanpa menanggapi.  Pandangannya kemudian kembali ke depan, menatap langit yang gelap.  Seakan langit tahu bahwa hati Kaisar sedang benar- benar menjadi gelap.


Khanza berlalu masuk ke dalam.  Langkahnya cepat hingga sampai ke kamar.  Sungguh ia tak pernah membayangkan bisa berada di garis nasib seperti sekarang ini.  Dia mendambakan kehidupan bebas, penuh kesenangan, hura- hura dan kegembiraan di sepanjang hidupnya.  Tapi tiba- tiba kepulangannya ke Indonesia malah menjadi mimpi buruk baginya.


Khanza menatap wajahnya yang basah di cermin, air menetes- netes di kulitnya yang lembut, mengaliri pori- pori yang halus.


"Sial sekali! Apakah harus begini jalan hidupku? Menyebalkan! Semua orang mencelaku. Dan paman juga malah menceramahiku seakan dia adalah manusia paling suci." Khanza mengelap wajahnya pelan dengan handuk yang tergantung.  Ia mengganti pakaian dengan piyama, celana di atas lutut dan baju tanpa lengan.  Lalu ia melangkah keluar dari toilet dan membanting tubuhnya ke kasur.


Lelah di raganya seperti terusir ketika di posisi seperti ini.   Nyaman sekali.  Sejenak ia melupakan kekesalan yang melanda.  Ia merentangkan kedua lengan sambil memejamkan mata, tersenyum menikmati betapa situasinya sangat nyaman sekali saat begini.


Lupakan semua masalah!

__ADS_1


Padahal biasanya Khanza selalu tak peduli dengan masalah yang menimpanya, tapi kali ini masalahnya itu cukup menyita pikirannya.  


Kletek!


Khanza membuka mata saat mendengar pintu kamarnya dibuka kemudian disusul suara pintu ditutup.  


Siapa yang masuk kamar?


Pertanyaan itu terjawab ketika ia melihat Kaisar melangkah ke arahnya.  Pria itu menenteng tas ransel yang tak begitu besar, berisi pakaiannya.  Sesuai yang dibicarakan para tetua, Kaisar mesti menetap di rumah Khanza untuk beberapa saat setelah pernikahan mereka berlangsung.


Dengan mata membelalak, Khanza pun berseru, “Heh, kenapa kamu kemari?  Siapa yang menyuruhmu memasuki kamarku!  Kita bukan suami istri ya!  Masih ingat dengan wali palsumu itu kan?  Jangan macam- macam kamu ya!” 


Khanza menatap tajam, namun ia sama sekali tidak menunjukkan sikap waspada.  Santai saja di posisi duduk meski kini dalam keadaan mengenakan piyama tidur yang minim.


Kaisar terus berjalan maju, sorot matanya tajam, membuat Khanza mulai berpikiran yang tidak- tidak.


Apa yang akan dilakukan pria ini?


Bersambung


Sepi deh. Komenan seiprit. Yg klik kotak permintaan update juga sedikit. Lemez jadinya.

__ADS_1


Nunggu rame dulu deh baru next update. Gk banyak syarat kok, gampang aja, kalau udah terpenuhi 400 like barulah update. 😢😢


Spesial update untuk Fahad MH dan Teh iim, makasih udah kasih tips koin 🤗


__ADS_2