
“Ini konyol. Kenapa harus dikumpulkan banyak orang begini? Sungguh tidak masuk akal. Kalau kau mau mempermalukan aku, bukan begini, Kaisar. Kau tahu adab, tapi kau malah tak beradab. Sungguh memalukan!” Rama memaki dengan keras. Ia kemudian meninggalkan tempat itu dengan langkah lebar.
“Jangan pergi, Rama!” seru Ganda. “Kau bekerja sama denganku untuk menjebak Kaisar. Kau harus turut serta mengklarifikasi untuk membersihkan nama baik Kaisar!”
“Persetan dengan itu! Kaisar sedang menjatuhkan nama baik orang lain, kenapa aku harus mendukungnya!” Rama meneruskan langkahnya.
“Hentikan dia!” pinta Kaisar sambil menunjuk Rama.
Mendengar perintah mendominasi itu, beberapa orang yang tak jauh dari Rama pun bergerak cepat meringkus, memegangi lengan Rama dengan kuat.
“Woi, jangan pada gila kalian ya! Enak saja memperlakukan aku seperti penjahat begini! Lepaskan! Lepaskan atau aku akan…” Rama mengancam, namun sebelum ia menyelesaikan perkataannya, sudah lebih dulu pak kades menyahuti.
“Jangan berisik dan jangan bertingkah dulu. Dengarkan semuanya sampai selesai!” Si bapak yang selalu tampak lemah lembut itu memerintah dengan gayanya yang slow, membuat para pendengarnya pada gemas.
“Bapak jangan dengarkan Kaisar. Dia itu sengaja mau mempermalukan aku. Dia itu picik!” Rama kebingungan harus berbuat apa untuk membela diri. Dia menatap Kaisar dengan tatapan horror. “Kaisar hanya mencari pembelaan saja. Dia manusia tidak tahu malu yang tidak mau cacat moral tapi kerjaannya busuk.”
__ADS_1
“Zelin, katakan pada semua orang, bahwa malam itu ada komplotan yang dengan sengaja menjebak aku dan Khanza. Katakan skenarionya supaya pembersihan nama baik ini tidak bisa disangkal!” pinta Kaisar.
Zelin menggigit bibir bawah. Ia sebenarnya sejak tadi tak ingin terlibat, bahkan ia juga sudah beringsut mundur hendak kabur. Tapi namanya keburu dipanggil. Ia menoleh. Dan saat itu pula ia mendapati sejurus pandanga mengarah kepadanya.
“Oh, Zelin juga terlibat?”
“Loh, Zelin kan sahabatnya Khanza?”
“Iya. Demen banget ngerusak temen sendiri.”
“Tt api ini sebenarnya nggak seburuk yang bapak bapak dan ibu- ibu dengar, sebenarnya memang aku mengatur supaya Ganda bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk membekap Khanza. Dan setelah itu Ganda membawa Khanza ke kontrakan Kaisar atas bantuan Rama yang saat itu bertugas untuk mengawasi kontrakan Kaisar. Ganda memiliki kunci duplikat kontrakan Kaisar, sehingga mudah saja baginya membawa masuk Khanza ke kamar Kaisar.” Zelin terbata- bata. Matanya mengedar dengan raut cemas bukan kepalang. Memucat.
“Owalaaah… rupanya ini perbuatan para anak- anak muda ini.”
“Nah, makanya. Rasanya mustahil toh Kaisar yang kelihatan baik itu kok berbuat mesum.”
__ADS_1
“Iya, Kaisar terlihat jauh dari kata zina.”
Semua orang bersahutan.
“Haduh haduh… Memangnya kenapa kamu lakukan itu, Le?” Pak kades menatap Rama dengan kecewa. Matanya hampir terpejam menyalurkan ekspresi sedih. Ia menyebut Rama dengan panggilan ‘le’ alias panggilan untuk anak laki- laki bagi suku Jawa.
“Ini hanya dalihnya Kaisar saja yang sedang ingin menjatuhkan aku. Katanya orang alim beradab, tapi busuk! Cuh!” Rama meludah. Kedua tangannya masih di posisi dipegangi sehingga ia tak berkutik.
“Baiklah, kalau kamu masih menyangkal, biar aku putar rekaman ini! Inilah bukti akurat mengenai tindak kejahatan yang sudah kamu lakukan. Bukan maksudku ingin membuka aibmu yang telah melakukan kejahatan terhadapku, tapi ini demi untuk mengembalikan nama baik.” Kaisar memutar rekaman di hpnya yang layarnya cukup bear saat lipatannya dibuka. Tak perlu mendekat, mereka yang menyaksikan pun bisa melihatnya dengan jelas.
Di video jelas terlihat bagaimana Ganda dan Rama beraksi. Saat video diputar, saat itulah Rama menundukkan kepala. Skak matt. Ia malu pada ayahnya.
Sebenarnya Kaisar pun tidak mau membuka kebenaran itu jika Rama bersedia menunjukkan iktikad baik dengan ikutan membersihkan nama baik Kaisar, tapi kenyataannya Rama malah mengelak dan memutar balikkan fakta.
Bersambung
__ADS_1