Kehormatan Di Balik Noda

Kehormatan Di Balik Noda
Syarat


__ADS_3

Kaisar kemudian mengatakan kejadian yang dia saksikan melalui rekaman cctv yang dibawa oleh orang suruhannya. Bahwa malam itu Khanza yang tengah berjalan sendirian dalam keadaan terpengaruh minuman beralkohol itu meninggalkan meja makan saat berkumpul dengan teman- temannya, ia lalu dibekap menggunakan sapu tangan yang sudah ada biusnya. Sampai akhirnya Khanza tak sadarkan diri. Pelakunya adalah Ganda, dia menggotong tubuh Khanza dan memasukkannya ke mobil. 


Ada Zelin juga yang menjadi tim eksekusi alias membantu memberikan kode dan arahan tentang keberadaan Khanza supaya Rama dan Ganda mudah mengeksekusi. Ganda membawa Khanza ke kontrakan Kaisar, yang di sana sudah ada Rama yang menunggu. 


Rama bertugas sebagai mata- mata yang mengawasi keadaan sekitar rumah kontrakan Kaisar, dia bersembunyi di balik bunga dekat rumah kontrakan Kaisar. Dia memberi aba- aba bahwa keadaan sekitar rumah Kaisar aman, sebab Kaisar belum pulang, saat itu masih berada di rumah Kyai Umar. Saat itulah Ganda datang menyetir mobil milik Rama, lalu memasukkan Khanza ke kamar Kaisar.


Ganda sudah memiliki kunci duplikat kontrakan Kaisar, sehingga ia dengan mudah membuka pintu kontrakan menggunakan kunci duplikatnya itu. Kunci itu dia dapatkan dengan cara diam- diam mengambil kunci milik Kaisar dan menduplikatnya tanpa sepengetahuan Kaisar.


Ganda dan Kaisar cukup dekat, sehingga memudahkan Ganda melakukan aksinya.


Mendengar penjelasan Kaisar itu, Beno terkejut. 


"Aku tidak ikut- ikutan, Kaisar!" Beno takut dipersalahkan juga.

__ADS_1


"Kau tidak terlibat, Beno. Ini adalah murni kejahatan berkomplotan antara Ganda, Rama dan Zelin. Itulah sebabnya kau selalu menjadi kambing hitam setiap kali ada kesalahan yang terjadi, seakan- akan kailah yang melakukan kesalahan hingga pekerjaanmu selalu keliru," tegas Kaisar.


"Kaisar, kau pasti lebih paham mengenai keutamaan memaafkan. Dan aku ingin minta maaf." Ganda tampak menyesal dengan tampangnya yang sedih karena takut jabatannya hilang.


Senyum cemeeh pun muncul di wajah Kaisar.  "Jangan bawa- bawa keutamaan sebuah amal untuk mengambil simpati.  Tapi… Well, aku memaafkanmu. Dengan syarat kau katakan pada semua orang di komplek perumahan itu bahwa kaulah pelaku yang telah memfitnah aku dan Khanza. Kau bersihkan namaku. Bagaimana?"


"Baik. Akan aku lakukan."


"Good."


"Aku tidak menyukai pengkhianat. Dan kau sudah mengkhianati aku dengan perbuatanmu itu."


"Aku sungguh menyesal."

__ADS_1


"Penyesalanmu terlambat.  Apa motifmu melakukan itu padaku? Bahkan aku sama sekali tidak mencurigaimu karena kepercayaanku pada seorang teman. Sedikit pun aku tidak menaruh curiga padamu."


"Aku tidak percaya bila aku merasa kesal setiap kali kau selalu terdepan. Kau pendatang, tapi semua orang menganggapmu hebat. Termasuk kyai Umar. Beliau terlihat mengagumimu, menunjukmu sebagai guru mengaji, bahkan mengundangmu di acara- acara pentingnya. Sedangkan aku? Aku yang sangat berharap di posisi itu, tidak pernah aku mendapatkannya. Bahkan para gadis pun selalu tergila- gila padamu," lirih Ganda.


"Oh. Ini persoalan iri dan dengki? Apakah menurutmu kemampuanmu sudah diukur dan pantas untuk dipandang sebagai guru mengaji? Intinya, kau belum dianggap mampu. Kau bersihkan saja dulu hatimu itu. Aku tidak tertarik dengan semua ini. Kalau kau mau mendapat maaf dariku, maka selesaikan urusan untuk membersihkan namaku di hadapan orang- orang komplek itu. Kalau kau tidak mau mengakuinya, biar rekaman cctv ini yang bicara!"


"Tidak, Kaisar. Aku akan melakukan sesuai dengan apa yang kau mau.  Beri aku kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku benar- benar telah menyesal."


"Bagus. Lakukanlah!" Kaisar melenggang.


***


Bersambung

__ADS_1


Hayoo... pada belum lihat bab barunya Gadis Taruhan ya? Kasiaaan kamu ketinggalan 🤣🤣


__ADS_2