
"Dasar pernikahanku dengan Kaisar tidaklah seburuk yang kamu duga. Kamu pastinya kecewa saat tahu bahwa Kaisar mengkhianatimu, diam- diam dia menikah dengan wanita lain disaat dia sudah berjanji akan kembali padamu dan menikahimu." Khanza menghela napas untuk mengusir sesak di dadanya, berharap air mata yang sudah berhenti itu tak lagi menetes.
Angin bertiup cukup kencang, membuat rambut Khanza beterbangan.
"Seperti yang kamu tahu, Kaisar pergi meninggalkanmu beberapa bulan, saat itulah terjadi sebuah kesalahpahaman berakibat fatal hingga kami dinikahkan." Khanza kemudian menceritakan kesalahpahaman yang pernah terjadi hingga akhirnya Khanza dan Kaisar bersatu dalam ikatan pernikahan.
"Lalu kamu diam saja saat tahu suamimu menginginkan wanita lain?" tanya Jihan. "Bahkan di hadapanmu, wanita itu beraktifitas setiap harinya."
"Jika bukan karena kesalah pahaman, kami tidak pernah menjadi suami istri. Kamulah yang diinginkan oleh Kaisar, bukan aku. Aku nggak perlu berbuat apa- apa untuk keadaan ini."
"Statusmu dengan Kaisar awalnya memang sama- sama tidak tahu bahwa kalian suami istri karena beranggapan bahwa pernikahan kalian tidak sah, tapi saat tahu pernikahan kalian sudah sah, apakah kamu akan tetap membiarkan suamimu mengharapkan wanita lain? Ini pernikahan, Khanza. Janji kalian pada Allah."
Khanza mengulas senyum pahit. "Aku sudah ditalak oleh Kaisar. Dia bukan suamiku lagi."
Jihan terdiam.
"Aku bukan istrinya lagi. Kamu adalah masa depannya," ungkap Khanza.
"Apakah kamu sudah benar- benar nggak mengharapkan kelanjutan pernikahan itu?"
"Aku sudah ditalak."
__ADS_1
"Kamu nggak punya perasaan pada Kaisar?"
Khanza memalingkan pandangan, tak ingin pandangannya itu bertemu dengan mata Jihan. "Sekali lagi, aku sudah ditalak. Aku bukan istrinya lagi."
Hening.
Beberapa menit keduanya membisu sampai akhirnya Jihan kembali angkat bicara.
"Kaisar itu pria yang baik. Dia sangat menjaga kehormatan wanita. Dia sopan. Dia juga menjunjung tinggi adab. Dia itu penuh cinta. Aku sangat mengenalinya dengan baik. Hanya saja, dia itu keras kepala, teguh pada pendirian dan akan sulit menggoyahkan pendiriannya jika sudah jatuh pada satu pilihan."
"Kamu beruntung dicintai pria seperti dia."
"Ini sudah melalui proses yang panjang, Kaisar pasti juga sudah memikirkan hal ini dengan matang. Tidak semata- mata langsung memutuskan untuk pisah."
Jihan menarik sudut bibirnya. "Aku tidak akan sanggup jika diposisimu. Menjadi istri seorang asing dan kemudian ditalak. Jika aku di posisimu, pastinya aku akan memilih untuk mengabdikan kehidupanku pada suami meski dia bukanlah tujuanku selama ini, mengingat pernikahan sudah terjadi dan Tuhan telah mengikat dalam ikatan suci."
"Aku tidak sehebat kamu yang bisa bertahan dalam kondisi tanpa rasa. Aku titip Kaisar." Khanza bangkit berdiri, meninggalkan taman dengan langkah lebar.
***
“Jihan!” Kaisar menatap Jihan yang tengah berjalan menuju ke taman.
__ADS_1
Gadis itu berhenti di pinggir jalan, menatap Kaisar lalu menunduk. Hingga saat Kaisar sampai di depannya, gadis itu kasih tertunduk diam.
"Masalah yang tadi itu, tolong jangan salah paham." Kaisar memohon. "Aku bisa jelaskan semuanya.
Jihan mengangkat wajah.
"Aku tidak mengkhianatimu. Semua ini murni di luar kendaliku." Kaisar berusaha menjelaskan. "Aku dan Khanza..."
"Menikah karena kesalahpahaman warga," potong Jihan.
Kaisar tertegun, mengernyit. Kenapa Jihan bisa tahu?
"Kalian menikah bukan karena keinginan masing- masing, dan kalian disatukan dalam ikatan suci pernikahan. Aku tidak tahu kenapa kamu malah melepaskan istri yang sudah kamu janjikan di hadapan Tuhan akan pertanggung jawabannya."
Kaisar menelan. "Awalnya juga begitu. Aku tidak ingin dengan entengnya menceraikan Khanza meski pernikahan kami bukanlah kehendak kami, aku tahu bagaimana seharusnya aku mempertahankan ikatan suci ini sebagai amanah. Tapi setelah dijalani, ternyata aku tidak bisa. Awalnya aku sempat berpikir bahwa aku tidak akan melepaskan Khanza demi sebuah tanggung jawab di mata Tuhan, dengan tetap akan menikahi kamu."
"Sempat berpikir untuk Poligami?"
.
Oh ya, baca juga novel Emma judul Gadis Taruhan di Noveltoon ya. Karya terbaru Emma Shu itu. Cerita itu merupakan cerita undangan dari Noveltoon. Hayuuk
__ADS_1