
Khanza kini kembali fokus dengan minuman di gelasnya. Minuman itu sudah habis. Hingga tetes terakhir.
Kaisar memasang topi jaket di kepalanya, membuat bagian kening hingga ke mata tertutup, sebagian kedua pipinya juga tertutup. Ia melangkah mendekati Khanza, ingin membawa wanita itu pergi dari sana. Namun sebelum ia sampai di meja tempat Khanza duduk, ia melihat seorang pria menghampiri Khanza.
Percayalah, dunia malam seperti ini tak akan membiarkan wanita cantik seperti Khanza dianggurin oleh pandangan mata pria. Bagaimana mungkin kaum Adam membiarkan wanita secantik Khanza terabaikan dengan kesendirian. Siapa pun pasti akan berusaha untuk mendapatkannya.
"Hai, masih ingat denganku?" Proa bertubih gagah dengan rambut plontos itu tersenyum.
Khanza hanya menatap tanpa memberikan jawaban.
Pria itu mendekati Khanza, sangat dekat hingga lengannya menempel di lengan polos Khanza. "Aku ingin bicara sebentar."
"Bicaralah!" Khanza sedikit menjauhi dengan menggeser duduk.
__ADS_1
"Aku sudah lama tertarik padamu. Kupikir ini saatnya aku mengatakan bahwa aku ingin mengenalimu lebih dekat. Ini untukmu." Pria itu memberikan sebotol minuman yang kemudian botol itu dia buka dengan tangannya. "Minumlah."
"Thanks." Khanza meraih botol itu. Saat hendak meneguknya, tiba- tiba botol melayang dari tangannya sesaat setelah ditampik oleh tangan seseorang.
Khanza terkejut menatap sosok pria berjaket dengan wajah tidak dapat dilihat dengan begitu jelas akibat sebagian tertutup topi jaket yang disarungkan di kepala.
"Hei, baji*gan! Bisakah kau pakai otakmu sebelum bertindak?" Pria plontos itu emosi bukan main. Ia lalu melayangkan pukulan.
Kaisar sangat gesit menghindar hingga pukulan malah mengenai meja. Botol dan gelas di atas meja menggelinding dan berjatuhan ke lantai. Suara pecahan gelas terdengar riuh hingga orang- orang di sekitar sana menghambur untuk menjauh dari keributan.
Malah terdengar seruan dari mereka yang mengerumun untuk mendukung jagoan layaknya sedang menonton laga tinju. Mereka nyaris seperti suporter.
Beberapa kali Kaisar hendak menyudahi perkelahian dengan melangkah untuk menjauh, namun ia terus diburu oleh pria plontos, hal itu membuatnya tak bisa bertindak kecuali memberikan perlawanan hingga akhirnya si pria plontos tersungkur dan tubuhnya terdorong sampai lima meter di lantai setelah mendapat tendangan.
__ADS_1
"Minuman yang kau berikan kepada Khanza sudah kau beri obat. Keterlaluan!" ucap Kaisar sambil menunjuk muka si plontos yang meringis kesakitan dengan wajah lebam dan berdarah.
Kaisar balik badan kemudian melangkah pergi. Orang- orang yang mengerumun pun menyingkir untuk memberikan akses jalan.
Prak!
Kepala Kaisar terasa nyeri setelah mendapat hantaman keras botol kaca yang ditimpuk oleh si plontos dari arah belakang. Botol kaca pecah.
Tepat ketika Si plontos hendak menghunuskan sisa pecahan botol yang ada di tangannya ke arah Kaisar, pria itu ditangkap oleh dua orang berpakaian hitam, mereka adalah tim keamanan di club itu, atau bisa dibilang tukang pukul yang ditugaskan menjaga keamanan di sana. Pria plontos ditarik dan diseret menjauh, dilempar ke luar.
Dentuman musik masih terus menghentak kuat. Tak peduli dengan keributan yang terjadi. Para pengerumun heboh menunjuk- nunjuk wajah Kaisar.
Kaisar merasakan kepalanya menjadi berat dan sakit. Cairan terasa mengalir membasuh pelipis. Kaisar mengelap pelipis yang dialiri cairan. Merah.
__ADS_1
Oh… darah.
Bersambung