
"Hei, berhenti!" teriak pria jas cokelat ketika melihat Khanza menoleh ke arahnya dan mulai waspada karena sadar sedang dalam pengejaran. Wanita itu bergegas ambil langkah seribu alias melarikan diri.
"Hei, jangan lari!" seru pria itu sambil terus mengejar.
Terjadilah aksi kejar- kejaran yang membuat Khanza jadi seperti berada di film holywood, sayangnya kali ini tidak dibayar.
"Berhenti atau aku teriaki maling supaya semua orang ikut mengejarmu dan kau diamuk massa." Pria itu berteriak untuk memberikan ancaman.
Namun Khanza tak mau menggubris. Ia terus berlari. Jika tidak mengingat harga jam yang sangat mahal, ia pasti akan melempar jam itu kepada si pria, tapi tidak mungkin itu ia lakukan. Ia sudah susah payah mengambil jam tangan dari pemiliknya, mustahil ia kembalikan begitu saja.
Khanza melompati beberapa kursi yang dia lewati, melempar salah satu kursi ke belakang, tapi pria yang mengejarnya itu tak peduli, terus mengejar.
Hampir saja Khanza ketabrak mobil saat menyeberangi jalan padat kendaraan setelah meliuk- liuk diantara keramaian kendaraan yang lalu lalang.
Thin thiiiin...
Klakson mobil terdengar sangat keras, si pengendara yang hampir menabrak Khanza tampak kesal sekali.
__ADS_1
Khanza sempat berhenti, dan ia kembali berlari.
"Sial! Tuh orang ngejar terus!" Khanza mengumpat kesal saat menoleh dan mendapati pria yang mengejarnya semakin mendekat.
Merasa ancamannya diabaikan, akhirnya si pria pun berteriak, "Pencuri! Pencuri!"
Demikian Khanza di depan pun ikutan berteriak, "Toloooong, penculik! Penculik mengejarku!"
Beberapa orang yang berjalan- jalan di depan sekitaran Khanza, langsung menatap ke arah pria yang mengejar, demikian pula orang- orang di sekitaran si pria pun menoleh ke arah Khanza di depan.
Sedangkan Khanza terus kabur, si pria itu pun melewati kerumunan dan terus mengejar. Tubuhnya terasa lelah sekali setelah berlari cukup jauh. Ia pun akhirnya menyerah saat kehilangan jejak, wanita yang dikejar menghilang dari pandangan. Ia berhenti dengan napas ngos- ngosan. Dada rasanya seperti kehabisan napas. Rupanya ia sudah jauh dari restoran yang dia tinggalkan.
Beberapa detik pria itu mengatur napas, sampai akhirnya ia masuk ke taksi, ingin kembali ke restoran tadi untuk menjemput mobilnya.
Baru saja ia duduk dan menutup pintu, ia terkejut menyadari ada wanita yang duduk bersisian dengannya, wanita yang masuk ke taksi bersamaan dengannya.
"Kau?" Pria itu langsung mencekal lengan wanita yang ternyata adalah orang yang dia kejar tadi. Jika tau endingnya bisa duduk berduaan begini, pria itu tak akan sudi berkejar- kejaran seperti tadi. Pakaian dan topi yang digunakan oleh wanita itu sama seperti yang sosok yang dia kejar tadi.
__ADS_1
Khanza segera memberontak dan ingin melepaskan diri. Dia mengangkat pahanya tinggi- tinggi, lalu menendang pangkal paha pria itu.
Mampus dah, aset negara bakalan hancur jika sudah terkena tendangan bebas.
Si pria mengaduh sebentar merasakan ngilu di pangkal paha, namun ia tak mau menyerah. Mangsa sudah di depan mata, tak mungkin dia lepaskan begitu saja. Ia menarik baju punggung khanza saat wanita itu hendak kabur dan sudah berhasil membuka pintu.
Tubuh Khanza kembali terduduk setelah hampir keluar, bahkan kini duduk di pangkuan pria itu dengan kedua tangan dibekap ke belakang.
"Waduh, ini ada apa ya?" Supir bingung melihat penumpangnya malah duel dan adu jotos begitu.
"Dia pencuri, Pak!"
"Dia penculik, Pak!"
Khanza dan si pria menjawab serentak.
Bersambung
__ADS_1