Kehormatan Di Balik Noda

Kehormatan Di Balik Noda
Pernikahan Sesungguhnya


__ADS_3

"Ya Tuhan Ya Alam sejagat raya, kamu cantik banget, Khanza. Cantik luar biasa. Ini baru namanya pengantin abad modern." Zada menatap wajah cantik Khanza yang dipoles make up ala pengantin. Tubuh wanita itu sudah mengenakan gaun putih yang bawahannya panjang sekali, bakalan ada adegan seret menyeret rok saat ia berjalan nanti.


Di kamar khusus untuk rias hotel bintang tujuh, Khanza duduk di salah satu kursi setelah selesai dirias. Dia tampak berbeda hari ini. sangat beda. Wajahnya tidak sepenuhnya kelihatan, sebab sebagian tertutup hijab putih, hanya wajah bagian depan saja yang kelihatan, sisanya tertutup hijab.


"Jangan terus memujiku. Aku grogi ini." Khanza menggenggam tangannya sendiri, telapak tangannya terasa dingin seperti salju. Efek gugup.


Sesuai permintaan Kaisar, pria itu meminta supaya Khanza mengenakan hijab di hari penting ini. Hari yang akan mengantar mereka menuju hubungan halal. Hari besar yang akan menjadi sejarah hebat di sepanjang hidup mereka.


Dulu, pernikahan mereka adalah pernikahan terdesak dan mendadak yang tak diinginkan, dan kini pernikahan mereka adalah pernikahan yang dilangsungkan atas dasar harapan besar. Mereka akan mengulang proses yang sama namun momen, waktu dan situasi yang berbeda.


Ada beberapa orang juga di ruangan itu, tak lain tim perias yang disewa. 


"Apakah aku pantas memakai jilbab ini?" tanya Khanza.


Zada menarik kursi dan duduk menghadap Khanza. Ia tersenyum manis sambil berkata, "Khanza, tidak ada manusia yang tidak pantas memakai hijab. Kamu cantik. Kamu manusia yang memiliki hak yang sama seperti wanita yang lain. Yaitu pakai hijab."


"Tapi aku merasa tidak pantas. Aku bukan wanita baik. Saat memakai hijab, tapi perilaku tidak sesuai."

__ADS_1


"Hei, ini tidak ada sangkut paut antara hijab dengan perilaku. Hijab itu perintah yang wajib harus dijalankan, tidak peduli apakah dia pembunuh, pencuri, perampok atau apa pun itu. Yang jelas perintah Tuhan adalah wanita mengulurkan jilbabnya sampai ke dada."


"Jangan sok jadi ustadzah. Tuh, lihat rambutmu tergerai dan nggak berhijab. Hi hiii..." Khanza terkekeh.


"Aku menunggu punya suami seperti Kaisar, barulah pakai hijab. Suami yang baik pasti akan memerintah istrinya supaya pakai hijab."


"Perintah pakai hijab itu datangnya bukan dari suami, tapi Tuhan. Kenapa menunggu suami perintah dulu?"


"He heee ...  Iya ya. Entar deh aku coba. Soalnya pakai hijab itu kan panas. Tidak lucu kan kalau aku pakai hijab dua hari dan kemudian aku buka lagi."


"Aku percaya hidayah akan datang untuk kita."


"Kaisar bilang, supaya aku mencintai Tuhan, itulah awal dari semua kebaikan."


"Nah, benar itu." Zada memeluk Khanza. 


"Permisi, pengantin wanita sudah ditunggu." Seorang wanita berkebaya biru muncul dan memberitahukan informasi tersebut.

__ADS_1


Jantung Khanza deg- degan. Groginya muncul lagi. Duuh.. sebentar lagi ia akan menjadi ratu yang disaksikan oleh banyak orang. Ini momen menegangkan.


Zada membimbing langkah Khanza menuju ke luar kamar.


Ketika Khanza memasuki aula luas, Khanza tak menyangka para tamu undangan ternyata sangat banyak, bagai lautan manusia yang memenuhi setiap sudut ruangan. 


Sejurus pandangan tertuju pada Khanza, membuat tulang kaki Khanza rasanya jadi seperti gemetaran. 


Ternyata begini rasanya menjadi pusat perhatian semua orang saat dijadikan ratu sehari. 


Dulu, pernikahannya seperti mainan yang memang tidak diharapkan. Sekarang, pernikahan yang sesungguhnya telah tiba. Inilah hari yang dinanti- nanti, hari yang pastinya akan menjadi sejarah terindah di sepanjang hidupnya.


Subrata dan istrinya juga ada diantara keramaian itu. Mereka tampak bahagia sekali, karena akhirnya keinginan untuk mendapat menantu kaya pun terwujud juga. Setidaknya masa depan putri mereka akan lebih baik.


Kaisar sudah menunggu, berdiri di hadapan beberapa orang berkepentingan dalam hal pernikahan, tatapannya tertuju pada wajah Khanza yang hanya tampak bagian mata saja, sebab bagian mulut tertutup kain putih yang disebut dengan cadar dengan renda ala pengantin.


Kedua mata mereka bertemu ketika sudah berdiri berdekatan. Sungguh Khanza adalah wanita tercantik di mata Kaisar. Mata mereka seperti sedang mengungkap perasaan masing- masing.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2