Kehormatan Di Balik Noda

Kehormatan Di Balik Noda
Pertunangan


__ADS_3

Pesta di gedung benar- benar meriah, dihadiri oleh kalangan orang- orang kantor dan tamu berkelas.


Ini adalah pesta pertunangan besar yang diselenggarakan oleh Calvin, pesta berdiri dengan meneguk minuman. Wajah- wajah dipenuhi senyum ceria dengan pakaian berkelas menghias ruangan luas itu. 


Dentingan gelas menambah ramai situasi. 


Ada Jihan yang menghadiri acara itu bersama dengan staf kantor lainnya. Gadis itu menatap singgasana luar biasa yang menjadi pusat perhatian semua orang.  Di sanalah nantinya Kaisar dan Nana akan bertukar cincin dan dipandang sebagai sepasang calon suami istri.  Hanya satu bulan lagi Kaisar dan nana akan menikah.


Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya gadis berhijab itu adalah kekasihnya Kaisar yang sebenarnya.  Tapi jika Calvin melihat keberadaan Jihan, tentu Calvin tidak akan menyukainya.  Dia bisa saja mengusir Jihan begitu saja.


Ini adalah pesta terbuka untuk seluruh staf dan pegawai kantor di perusahaan Kaisar.  Semuanya boleh datang dan menikmati pesta mewah untuk makan enak.


Kaisar turun dari mobil dan melewati pintu samping yang menghubungkannya menuju lift ke lantai atas.  Ia berpisah dengan Khanza yang memasuki ruangan pesta melalui pintu utama.  Sebelum masuk, ada buket bunga berukuran besar di dekat pintu.  Nama Kaisar dan Nana terpampang jelas di sana.  


Artinya Khanza harus menyaksikan Kaisar bertunangan dengan wanita lain.  Dan wanita itu bukanlah wanita pilihan kaisar.  Andai saja Kaisar bertunangan dengan Jihan, kemungkinana akan berbeda rasanya.


Khanza sedih karena Kaisar malah dihadapkan pada orang yang tidak dia cintai.  Seharusnya Kaisar mendapatkan kebahagiaan.  

__ADS_1


Di depan sana, tepatnya dimana karpet merah digelar dengan lampu sorot yang hanya menjurus ke arah sana, tampak keluarga besar Kaisar dan juga keluarga besar Nana yang sudah berdiri di sana dengan pakaian elegan nan berkelas. 


Sejurus pandangan kemudian tertuju pada Kaisar yang muncul dari pintu sebelah kiri, sedangkan gadis berparas cantik jelita muncul dari pintu sebelah kanan. Dialah Mona. Dagunya terangkat penuh kebanggaan.


Dua sorot lampu bundar mengarah kepada keduanya. Sampai akhirnya keduanya bertemu di tengah- tengah.


"Terima kasih atas kehadiran semuanya yang ada di sini!" Calvin berbicara dengan lantang, dia kemudian mengucapkan banyak kata- kata untuk menyampaikan bahwa ia berbahagia di hari pertunangan putranya dengan keluarga besar yang terhormat.


Ketika Calvin mengambil cincin yang dibawa oleh wanita muda dengan sebuah nampan cantik terbuat dari kayu yang dialasi taplak merah, Kaisar hanya bisa menatap cincin lain yang tersisa di kotak satunya. Tak lain cincin berlian yang nantinya akan disematkan di jari manis Nana.


Calvin menyematkan cincin ke jari manis Kaisar yang disambut dengan riuh tepuk tangan.


Setelah itu, Kaisar dan Nana berdiri berjejer sambil mengangkat tangan untuk menunjukkan jari manis mereka yang sudah memakai cincin pertunangan, menandakan mereka sudah resmi menjadi sepasang tunangan. Senyum Nana tampak sangat lebar, bahagia sekali. Sesekali ia menempelkan pundaknya yang polos ke lengan Kaisar supaya tampak mesra.


Kaisar kemudian menurunkan tangannya sebelum kamera selesai mengabadikan momen itu. 


"Maaf, aku menjalani proses pertunangan ini demi rasa hormatku pada papa, demi kepatuhanku. Juga demi janjiku pada papa. Setelah pertunangan ini, artinya aku sudah memenuhi janjiku untuk menjalin hubungan pertunangan dengan Nana, meski hanya beberapa menit saja." Kaisar kemudian melepas cincin tunangannya. "Ini menandakan pertunangan sudah terjadi, janjiku untuk menerima Nana pun sudah kupenuhi, tapi aku memutuskan untuk menyudahi pertunangan ini sekarang juga." 

__ADS_1


Semua orang terkejut, termasuk Jihan dan Khanza, yang langsung tegang mendengar pengakuan itu.


Khanza sudah bisa menebak, setelah ini kemana Kaisar akan menunjuk wanita yang dia cintai dan ingin dia jadikan pendamping hidup, tentu Jihan.  Dia memang gadis yang pantas.  Khanza mendukung tindakan Kaisar.


“Maaf beribu ribu maaf.  Untuk sesaat aku benar- benar merasa seperti anak kecil dengan menerima pertunangan ini dan kemudian melepasnya dalam hitungan menit.  Tapi ini demi konsekuensi, demi janji, demi kepatuhan, juga demi banyak hal yang tidak hanya menyangkut satu masalah saja,” ungkap Kaisar dnegan penuh penyesalan.


“Kaisar!” geram Calvin dengan raut wajah memerah.  Dia sangat malu.  Apa lagi calon besan terlihat sangat marah dan kecewa saat itu.  demikian juga Mona, gadis yang dipanggil dengan nama singkat Nana itu tak kalah bingung, juga kecewa.


“Semua orang tentu menginginkan mahabah sehingga muncul rahmat dan naungan kasih sayang dalam rumah tangganya, demikian juga aku.  Saat ini aku hanya ingin bersama dengan wanita yang mampu mengajakku menuju jannah dengan keridhaan dan keikhlasannya menerima aku apa adanya.”  Kaisar menatap ke arah Jihan, dimana gadis itu langsung menunduk untuk memalingkan pandangan, pipi pun memerah.


Khanza menunggu saatnya Kaisar menyebut nama Jihan, saat itulah hati Kaisar tentunya akan terasa lapang.  Dan Khanza juga lega, karena pengorbanannya melepas Kaisar adalah kepada wanita yang tepat.


“Kaisar!  Apa- apaan ini?”  Calvin bersuara dengan rendah supaya semua orang tidak mendengar suaranya.


“Biarkan aku bicara, papa.  Papa ingin semua orang tahu tentang kehidupanku dengan mengatur pertunangan ini dan disaksikan oleh semua orang bukan?  Maka biarkan pula semua orang tahu siapa yang seharusnya tepat menjadi pendampingku,” balas Kaisar yang juga dnegan suara rendah.  Kemudian ia mulai berseru lantang sambil kembali menatap ke arah Jihan.  “Bukan maksudku tidak menghargai acara ini, tapi pilihan hidup merupakan hak yang pantas aku pilih.  Aku hanya menginginkan dia menjadi pendamping hidupku, yaitu…”


“Kaisar!” Sebelum sempat Kaisar menyelesaikan ucapannya, Subrata tiba- tiba muncul, membuat sejurus pandangan tertuju pada pria berkemeja kotak- kotak dan berkeringat itu.  Dia sudah lari tergopoh- gopoh setelah turun dari taksi demi sampai di gedung ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2