
tepat jam 4 sore Kania dan ibunya telah tiba di rumah. nenek, Kamila, dan Aska menyambut mereka diruang tamu.
"wuah, habis belanja ya ma."
"iya, La. ini untuk kamu dan Aska, dan yang ini untuk Mama." sambil memberikan tas belanjaan milik mereka.
Mata Kamila menelisik ke seluruh sudut ruangan mencari kebenaran apakah yang di mall itu Cantika atau bukan. hingga, ia bertanya kepada Kamila dan Nenek Nasya tentang keberadaan cantika. belum saja sempat ia menanyakannya, Cantika telah berjalan untuk menyapa semua orang. benar saja, gadis yang dilihatnya itu adalah Cantika.
"kamu, dari mana Cantika?" tanya Kania.
"ehm, dari kulih lah kak emang dari mana lagi?."
"dari kuliah? bukankah biasanya hari ini kamu pulang jam 2 tetapi, mengapa baru pulang sekarang?" menatap mata Cantika dengan tajam.
"oh, iya itu Cantika ehm,,, kerja kelompok kak. iya, cantika kerja kelompok (gugup).
"biasanya kalau kamu ada sesuatu pasti ijin dulu kok ini ngak ijin?" sambung Kamila
"hem, iya itu apa sih namanya....baterai.... baterai hp Cantika kak habis" menjawab Kamila
"emang kamu ngak bawa charger?" tanya nenek
"l- lupa nek."
"kalau begitu bisakan pinjam handphone temanmu untuk memberikan kabar kepada kami." kamila menyambungnya kembali.
"i- i- iya...."
"mungkin dia lupa ma. soalnya, Cantika kan selalu memberi kabar apa pun kepada kita. ya udah lain kali jangan lupa lagi ya nak. sekarang kamu ke atas bersihkan dirimu." mama membela
mendengar kegugupan alasan yang diberikan oleh Cantika. Kania semakin yakin jika gadis yang dilihatnya di mall barusan adalah Cantika.
"kalau, begitu Cantika ke atas dulu ya, semua nya mau bersihkan diri."
"ya, ya pergilah." nenek Nasya menjawab.
Cantika membelakangi mereka sambil mengelus dada. "selamat."
__ADS_1
malam telah tiba semua orang menuju kamar mereka masing-masing termasuk Kania dan Kenan. Kania menggeliat ke kanan dan ke kiri. pada saat mereka kumpul di ruang keluarga. memang, Kania telah bertanya kepada cantika apakah ia sudah mempunyai kekasih atau belum tetapi, Cantika tidak begitu mengindahkan pertanyaan Kania dan menutup diri untuk itu. alhasil, membuat Kania semakin penasaran siapa pria yang bersama dengan Cantika itu.
kenan yang masih duduk di atas sofa tidurnya. tanpa sengaja beberapa kali melihat kelakuan yang diperbuat oleh Kania dan merasa risi.
"tidurlah, kamu seperti cacing kepanasan di situ."
Kania yang mendengar perkataan kenan. memunculkan ide untuk bertanya padanya secara Cantika dan Kenan sangatlah dekat. Kania bergegas menuju sofa tidur kenan lalu, duduk disampingnya sambil menatap Kenan dengan wajah tersenyum. sontak Kenan yang melihat reaksi Kania langsung gugup dan menjauhkan diri darinya.
"mau, apa kamu?"
"apakah, aku boleh bertanya sesuatu?" memasang wajah kasian kepada Kenan
"mau, bertanya apa. sampai kamu mendekatiku seperti ini?"
"adalah, bolehkan?"
"ya, baiklah. mau tanya apa?" ketus
Kania kembali mendekatkan wajahnya kepada Kenan untuk berbisik tetapi dengan cepat Kenan mendorongnya.
"mau, tanya apa sih. sampai perlu sedekat ini. kamu mau mencium aku? bilang?"
"habisnya, kamu udah kaya kucing garong yang siap memakan mangsanya. arghhh." dengan tangan yang dipraktikkan kenan membuat kania menjauhkan dirinya ke belakang
"ihc, kucing garong, kucing garong (berdiri menghadap Kenan). kamu tuh, macan tutul (melempar bantal sofa ke wajah Kenan)" Kania pergi ketempat tidurnya meninggalkan Kenan yang berekspresi heran.
"loh, ngak jadi nanyanya ?"
"dah telat. ngak mud lagi."
"emang ada ya, pake mud- mud an segala?"
"sudah, tidur sana sudah malam." jawab Kania
Kenan pun menggelengkan kepalanya bingung "dasar wanita ngak jelas mau nya gimana." tanya Kenan dalam hati.
~
__ADS_1
keesokan harinya, seperti biasa Kania sedang membantu Kenan bersiap untuk pergi kerja. diatas Sofa kasurnya, Kenan sedang memasang kaos kaki. ditemani Kania yang sedang merapikan buku, dan laptop kenan diatas meja yang berantakan. Kenan masih penasaran dengan pertanyaan yang akan diberikan oleh Kania kepadanya. ia pun, memberanikan diri untuk bertanya kembali.
"eh, kucing garong. apa yang ingin kamu tanyakan semalam?"
Kania berhenti dan menatap Kenan dengan tajam.
"kucing garong? ngak ada kok, macan tutul, lupakanlah. yang berlalu biarlah berlalu sudah menjadi abu, dan kelabu."
"sok puitis kali kamu."
"memang aku puitis bleee (mengejek)"
"das....."(memegang tangan Kania)
'tok tok tok' suara ketukan pintu kamar terdengar, Kania segera membukakannya.
"kak, Kamila. ada apa kak."
"Kania, kakak lagi ngak mengganggu kalian kan."
"owalah, ya enggak lah kak."
"kalau begitu Kania, kakak boleh minta tolong ngak?"
"minta tolong apa kak? selagi Kania bisa pasti dong kak."
"hem, manisnya (mencubit pipi Kania)."
"begini, kamu bisa datang ke sekolahnya Aska jam 10? ada, acara karya seni mereka. kakak ngak bisa, mau nemanin mama kakak check up, biasa udah waktunya check up ini. ngak bisa ditinggal"
"ohw, iya kak. Kania akan datang kok. tapi, Askanya ngak masalahkan?"
"ngak, yang penting ada aja yang datang buat dia tampil, dia pasti sudah senang."
"hem, baiklah kak."
"ok, deh makasih ya Kania. Kenan, cepetan udah jam berapa ini kamu terlambat loh entar."
__ADS_1
"iya, kak ini juga mau berangkat" Kenan membalas sambil menghentakkan sepatunya