Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Anggaplah itu sebuah ancaman agar kau mengerti apa yang ku mau


__ADS_3

Kenan masuk kedalam kamar dengan wajah yang sangat ditekuk. Tampak kekesalan tersirat diwajahnya. Ia mengambil piyama tidurnya dan berganti di kamar mandi. Kania yang sedang duduk di sofa sambil menonton acara televisi bingung melihat ekspresi Kenan.


"Ada apa dengannya? kenapa wajahnya sekesal itu?" tanya Kania dalam hati.


Kenan keluar dari kamar mandi langsung menghempas tubuhnya dengan kasar, di ranjang king size miliknya. Ia juga menarik selimut dengan sangat kasar. Melihat hal itu Kania langsung mematikan televisi dan naik perlahan ke atas ranjang untuk merebahkan diri disamping kiri Kenan.


"Kau kenapa? apakah ada masalah?" tanya Kania perlahan-lahan.


Kenan membuka selimutnya dengan kasar kembali, dan duduk menghadap Kania yang sedang berbaring menatapnya.


"Apakah kau dan Leon chatingan tadi?" tanya Kenan


"Iya, kenapa?" jawab Kania dengan santai


"Kenapa, katamu? aku suamimu dan Leon saudaraku."


"Iya aku tahu! terus apa masalahnya?"


"Kania, apakah kau tidak berpikir? kau lebih memilih chatingan dengan Leon ketimbang diriku? jadi, kau menganggap aku ini apa?"


Kania tertawa terbahak-bahak, ia mengerti saat ini kekesalannya disebabkan oleh dirinya dan Leon.


"Dibilangin kok tertawa?"


Kania duduk, lalu menatap Kenan dengan dekat. Hingga membuat wajah Kenan memerah.


"Apakah kau sedang cemburu? hem" Sambil tersenyum

__ADS_1


"Cemburu? hahaha, mimpi kamu." Kenan mengalihkan pandangannya dan kembali berbaring memunggungi Kania.


"Baguslah jika kamu tidak cemburu, berarti tidak masalah dong aku lebih memilih chatingan dengan Leon ketimbang kamu."


Seketika Kenan langsung duduk dan menghadap Kania kembali


"TIDAK BOLEH!, awas saja kamu mengechat dia lagi. Kamu tidak akan kuperbolehkan memakai telepon."


"Kenapa seperti itu? kamu kan tidak cemburu! mau aku chatingan sama Ujang (pekerja rumah Kania) kek, Leon, Perkasa, iyan....  emmmm..."


Belum sempat Kania menyelesaikan pembicaraannya langsung diputus oleh ciuman dadakan dari Kenan. Mata Kania terbelalak mendapatkan ciuman itu. Lama Kenan menautkan bibirnya hingga napas keduanya hampir habis.


Kenan menempelkan kening mereka sambil mengambil napas.


"Iya.... aku... cemburu...., Kau puas melihat aku.... kembali.... cemburu.... hem?


"Tidurlah, besok aku harus pergi awal kekantor." Kenan merebahkan dirinya


"Kenapa harus awal? ?"


"Ada beberapa hal yang harus kuurus dengan cepat. Kemungkinan aku juga akan lembur."


"Baiklah."


Karna telah cukup untuk penjelasan yang diberikan oleh kenan, Kania pun ikut merebahkan dirinya disamping kenan.


*

__ADS_1


Pagi telah datang, Seperti biasa Kania sibuk membantu Kenan untuk pergi ke kantor. Untuk kali ini mereka lebih awal dari biasanya. Kenan berangkat pukul 06.45 pagi, sebelum orang bersiap-siap untuk melakukan aktivitas.


kania mengantar Kenan hingga ke depan teras, mobil kenan telah menunggu bersama dengan sopir Kenan. Kania menyalam Kenan, sebelum Kania melepaskan tangannya, Kenan menarik pinggang Kania dan mencium keningnya.


"Ingatlah kau sudah menjadi milkku Kania. Jaga batasanmu dengan lelaki manapun. Jika aku mengetahuinya, aku tidak akan segan-segan bertindak buruk walaupun itu saudaraku. Kau mengerti?" Jelas Kenan


"Apakah saat ini kau mengancamku?" jawab Kania sambil membetulkan dasi milik Kenan


"Anggaplah itu sebuah ancaman agar kau mengerti apa yang ku mau." Berbisik ketelinga Kania


Kania mendorong tubuh kenan lalu berteriak kepada sopir Kenan yang berada di dalam mobil.


"Pak, jaga suamiku ini ya. Jangan sampai dia kenapa-kenapa. Kalau tidak aku akan memecatmu." goda Kania


"Emangnya dia satpam? sampai kau suruh untuk menjagaku." Kenan tersenyum sambil menaiki mobilnya.


Kania mendekat ke kaca jendela Kenan.


"Anggaplah seperti itu, agar kau tahu aku mengkhawatirkanmu."


'Blus' wajah Kenan memerah. Senyum kebahagiaan terpancar diwajah keduanya. Sepertinya Kenan akan bersemangat sekali pagi ini karna telah mendapatkan moodbuster yang besar.


"Jalan pak." perintah Kenan.


*


'PLAK' satu tamparan kasar mengenai pipi Kania. semua orang terkejut melihat tangan kakek yang mendarat di pipi Kania.

__ADS_1


"Kania siap untuk menerima hukumannya kakek."


__ADS_2