Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Kita Akhiri Saja Semua!


__ADS_3

Sandra telah sampai dikampus. Ia langsung disambut oleh teman dekatnya, dengan beberapa drama yang harus mereka lakoni terlebih dahulu setelah itu masuk kedalam ruangan kuliahnya.


-


Ibu Sandra, ayah Sandra dan Sandra memang serumpun. Tetapi mereka tidak pernah berangkat secara bersamaan. Dikarenakan waktu dan jadwal mereka yang sangat berbeda.


Sandra memang dimanja oleh kedua orangtuanya. Tetapi, ia kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang melimpah oleh kedua orangtuanya.


Ayah Sandra sang profesor lebih banyak menghabiskan waktunya kepada penelitian, dan pengembangan, belum lagi menghadiri apapun yang melibatkan tentang dirinya.


Ibu sandra yang seorang dosen seni, dan pembuat karya yang luarbiasa atas seninya sekota Kolkuta. Selalu mendapatkan tawaran pekerjaan dari berbagai-bagai agensi, acara dan lain-lain. Belum lagi dia adalah salah satu pemilik sebuah panti asuhan di Kolkuta itu selalu membagi waktunya untuk memperhatikan mereka.


Sifat manja Sandra yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan oleh kedua orangtuanya menjadi boomerang bagi kedua orang tuanya.


-


Angga diminta oleh orangtuanya yang telah mengetahui jika Sandra telah masuk kuliah untuk menjumpainya langsung dan memberikan beberapa titipan dari ibu Angga untuk Sandra.


Sandra dan teman-temannya bercengkrama di kantin. Angga datang menghampiri mereka.


"Hallo, kak Angga.. ya ampun, makin hari makin kesem-sem adek bang" Jawab salah satu teman Sandra.


"Hustt, ngak tau malu, kamu mau jadi pelakor Sandra?" Cetuk teman Sandra yang lain.


"Ih,,, ya enggak lah. aku kan hanya muji loh. Nggak ada niatan buat ngerebut. tapi, kalau mau adek rela kak.... heheh"


Sandra bangkit berdiri dan melangkah pergi.. lalu Angga menyusulnya...


"Hei, San. kok malah pergi sih."


"Kamu sih.... ngomongnya kek begitu."


"Aku kan hanya bercanda, kok malah serius sih...."


-


Angga menyelaraskan posisi jalannya pada Sandra, dan memberikan titipan ibunya kepada Sandra sambil melangkah


"Titipan dari mamaku."


"Ucapkan trimakasihku."


"Apakah keadaanmu baik-baik saja?"


"Menurutmu bagaimana?" Ketus Sandra.

__ADS_1


"Baguslah, jadi aku tidak perlu merasa bersalah lagi." bisik sedikit Angga yang didengar okeh Sandra.


Sandra menghentikan langkahnya begitupula dengan Angga.


"Kita akhiri saja ini semua!"


Angga terkejut melihat perkataan dari Sandra.


"Kenapa?"


"Untuk apa lagi ini dilanjutkan? bukankah aku hanya sekedar umpan untuk mempertahankan popularitas dari yayasanmu!"


Angga tak dapat berkata-kata lagi. Mulutnya bagai terjahit oleh perkataan yang dilontarkan Sandra.


"Kenapa? kau tidak bergeming?. Aku memang mencintaimu Ngga. Tapi jika kau memperlakukanku seperti ini. Aku lebih baik memilihmu sebagai sahabat dibanding harus menjadi pendamping hidupku." Sandra mendekat ke arah Angga dan memberikannya cincin pertunangan mereka. Sandra pun pergi sambil mengeluarkan air mata.


".... Kisah Sandra dan Angga ......"


Sandra kecil duduk termenung dengan raut wajahnya yang sedih, sambil memegang tas berwarna pink, bergambar boneka bear ditangannya.


Sandra murid berprestasi di sekolahnya. Tidak salah jika ia memang anak profesor, dan dosen seni yang terkenal. bibit unggul heheh!


Ia sedih, karna orangtuanya tidak menghadiri acara kelulusan sekolah dasarnya. Emtah orangtuanya yang lupa, atau orangtuanya yang melupakan jika mereka punya anak yang perlu diperhatikan.


Bukan diberi semangat, atau selamat. Sandra malah mendapatkan sebuah penolakan dari kedua orangntuanya.


Ia pun, berlari dan duduk disebuah kursi. Tak lama kemudian Angga kecil datang dan memberikan setangkai bunga kecil berwarna kuning kepada Sandra.


"Apakah kamu bersedih adik kecil?"


Sandra mengangguk dengan mata yang tak bergeming memandang kedepan.


Tes, air mata Sandra terjatuh begitu saja tanpa aba-aba.


Angga memeluk Sandra begitu saja, dan Sandra menangis dalam pelukan Angga kecil.


Setelah Sandra merasa lega, ia menegakkan kembali tubuhnya dan berterimakasih kepada Angga.


"Siapa namamu adik kecil?"


"Sandra! Kakak?"


"Angga!"


"Sudah jangan bersedih lagi. Apakah kamu mempunyai teman?"

__ADS_1


Sandra menggelengkan kepalanya dan kembali menangis.


"Kamu, kenapa menangis lagi? ok.... ok.... Sekarang, kakak adalah temanmu. Atau bagaimana jika kita sahabatan? kakak juga tidak punya sahabat. Teman banyak, tapi tidak ada yang baik."


Sandra mengangguk begitu saja. Itulah awal dari persahabatan mereka.


Sandra dan Angga tumbuh bersama. Jika Sandra dalam bahaya, Angga langsung pasang badan untuk melindunginya.


Angga adalah orang yang membuat Sandra merasakan kasih sayang dan cinta.


Sampai akhirnya, Angga harus kuliah di luar negri untuk melanjutkan pendidikannya. Sandra pun merasa sedih dan kehilangan atas kepergian Angga. Mereka memang berkomunikasi tetapi, karna kesibukannya keintenans mereka berkurang.


-


Angga telah menyelesaikan pendidikannya di luarnegri ia pun kembali ke negaranya. Sandra dan Angga dipertemukan kembali. Hati Sandra kepada Angga tidak bisa dipendam lagi.


Angga yang sangat populer dikalangan hawa membuat kecemburuan dan kekesalan yang membara di hati Sandra. Akhirnya, ia pun meminta agar ayahnya mau melangsungkan perjodohan dengan Angga.


Perbincangan perjodohan memang sudah terdengar jauh sebelum Sandra meminta kepada ayahnya. Untuk memperkuat popularitas keluarga Angga, ayah Angga meminta ayah Sandra untuk menikahkan putrinya dengan putranya.


Kedua keluarga malah menyetujui perjodohan itu apalagi kedua insani telah menjalin hubungan yang baik dan dekat.


Acara pertunangan Sandra dan Angga pun berlangsung.... Entah kenapa raut wajah yang ditampilkan Angga tidak secerah Sandra.


Sandra yang selalu memperhatikan Angga pun menghampiri Angga yang ada di balkon.


Sandra datang dan memeluk Angga dari belakang.


"Kak, aku sangat bahagia!" Angga membalikkan tubuhnya kepada Sandra "Apakah, kakak bahagia?"


Angga tersenyum kikuk kepada Sandra. Sandra yang mengetahui jika Angga sebenarnya tidak setuju dengan perjodohan ini. Karna, pada saat Angga dan Sandra dipertemukan di pertemuan pembicaraan perjodohan, Sandra tanpa sengaja mendengar Angga yang jelas-jelas menolaknya dihadapan ibu dan ayah Angga.


Ayah Angga yang gila akan pertahanan hartanya itu, mengancam Angga untuk tidak menghancurkan semua bisnis dan usaha mereka hanya karna perasaanya.


Sandra percaya jika Angga akan membalas cintanya berpura-pura untuk tidak mengetahui hal itu. Ia pun, memilih untuk memenangkan hati Angga terlebih dahulu lalu menikah dengan Angga.


2 tahun berlalu semenjak pertunangan mereka telah diresmikan. Sandra berusaha untuk memenangkan hati Angga. Tapi, Angga memilih untuk tidak menggubrisnya sama sekali. Seringkali Angga mengabaikan Sandra dan usahanya, tetapi Sandra tetap saja pada tujuan dan keyakinanannya.


Berulang-ulang kali Sandra menyatakan Cinta kepada Angga dalam Setiap kesempatan dan usaha yang dilakukannya, tetap saja Hari Annga membatu.


Hingga, perubahan Annga sangat jelas ketika Kania datang dalam hidup mereka. Itulah mengapa Sandra sangat membenci Kania.


~##


Angga telah sampai dirumahnya, entah kenapa ketika perjumpaannya yang terakhir bersama Sandra. Ia merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Angga berusaha untuk menepis semua ingatannya bersama Sandra tadi siang tapi tidak mudah.

__ADS_1


__ADS_2