Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Makan kamu ajalah?


__ADS_3

Hai sahabat readers ku yang terkece dan terunyu. Mohon maaf ni, Author sedih banget. Banyak yang baca, tapi sedikit yang dukung cerita 'K&K' Author jadi sedih sedih banget serius deng....


Jadi, mohon dukung author banget ya. Mulai dari like, komen dan vote kalian..... Buat teman-teman yang always standby dukung Author terimakasih banyak banyak banyak.... heheh.... 💖 untuk kalian.


Oh, iya. Sebelum cerita selanjutnya, author pengen cerita dikit deng. Komentar kalian itu bisa jadi bahan perbaikan untuk cerita 'K&K' loh. Ada waktu itu teman readers komen untuk 'K&K' mungkin karna Author kurang memperjelas jadi teman readers kita bingung. Akhirnya Author perjelas deng di sisi tambahan cerita. Jadi sekali lagi komen kalian penting banget untuk membuat cerita 'K&K' semakin bagus dan menarik.


Daripada Author banyak nge bacooot ni.... kita lanjut ya.... Hehehehehe.


📖


###


Kenan pulang dari kantor cabang. Kania menyambut dan mempersiapkan kebutuhan Kenan dengan sangat baik. Setelah Kenan membersihkan diri. Kenan segera menghampiri Kania yang sedang mempersiapkan makan malam mereka.


"Hem, pasti makanan tadi siangkan?" hanya berpura-pura.


"Iya benar, kok kamu tahu? kan, habis antar aku pulang, kamu langsung kekantor."


"Serius ini makanan kamu tadi siang?" Kenan terkejut


"Iya, serius. Tenang aku udah panasin kok, Jadi tetap hangat dan segar."


"Segar gimana Kania? ini makanan siang yang berarti makanan tadi pagikan!? atau ini makanan cepat saji yang kamu pesan tadi siang?"


"Kenandri, ini bukan makanan tadi pagi. Makanya, istri kalau nyiapin makanan diinget dong. Aku kan masak makanan tadi pagi hanya telur gulung, dan mihun."


"Ya, aku mana ingat-ingat itu Kania. Emangnya perlu apa, aku fokus sama sajian makananmu? Apa yang kamu masak itu yang aku makan."


"Setidaknya, satu menu harus kamu ingat."


"Ngapain ku ingat, ngak penting."


"Ok, klau begitu. Entar kalau kumasak daging manusia. Awas, kamu bilang ngak penting ya."


"Ihhhh, serem. Ngak kusangka Istriku Kanibalisme."


"KENAN." Kania langsung mencubit perut sebelah kiri Kenan


"Aw, sakit Kania. Sakit." Kenan mwrintih kesakitan.


"Makanya, seneng banget sih bikin aku kesal."


"Heheheh, soalnya kamu asik diisengi."


"Eleh, dasar." Kania melontarkan senyumannya pada Kenan."


"Simpan senyumanmu itu, percuma aku ngak selera makan. Kamu tega banget sih hindangin suami makanan tadi siang. Kalau kamu malas masak, tinggal pesan aja Kania. Kenapa? Uangmu kurang? ak....... "

__ADS_1


"Stttttt, Banyak omong. Kalau kamu emang ngak mau makan, ya udah NGAK USAH MAKAN!"


"Tega banget ya sama suami. Ya udah kalau begitu, aku juga mau pesan makanan aja. Ble." Kenan beranjak dari kursinya


"Eitch, berani kamu pesan makanan. Kemarikan Hpmu! kemarikan."


"Loh, kok begitu?"


"Kamu, yang ngak menghargai istri. Istri udah capek capek nyiapin makanan. Kamu malah mau pesan makanan."


"Ya, gimana aku ngak pesan makanan? ini makanannya aja makanan tadi siang! enggaklah. "


Kania berusaha mengambil Handphoen Kenan dari tangan Kenan yang menjulang keatas ditambah tubuh gagah dan tinggi miliknya membuat Kania sulit meraihnya."


"Oh, jadi begitu. Baiklah, pesan, pesan saja. dan buang semua makanan itu!"


Kania menangis dan berlari ke kamarnya, ia menelungkupkan badan diatas kasur.


Kenan merasa tidak enak hati kepada Kania. Ia pun menghampiri Kania dan duduk disamping ranjang.


"Maaf kan, Aku! Aku tidak bermaksud untuk melukai hatimu."


Kania membalikkan badannya lalu berselonjor di atas ranjang menghadap Kenan


"Bisakah sekali saja kita tidak berdebat? ini, makanan loh Ken. Tiada hari tanpa berdebat apapun itu."


"Iya, iya aku salah. Hanya, Kania makanan yang kau sajikan itu apakah layak kau berikan pada suamimu? itu makanan tadi siang sayang." Mengelus halus rambut Kania.


"Oh, jadi kamu tidak bisa lagi dibujuk? kalau aku bisa bagaimana?"


"Ngak ada ngaruhnya!"


"Hem, yakin?"


"Iya yakin."


Kenan mendekat kearah Kania, tangan Kenan seketika memegang kuat kaki, naik ke bagian paha sambil duduk mendekat, lalu perut Kania setelah itu 'cup' Kenan pun mengecup hangat bibir ra**m milik istrinya itu. Awalnya Kania memberontak, tetapi akhirnya Kania menikmati setiap s*nt*h*n dari Kenan.


Kenan melepaskan c**man hangat mereka. Kenan menyatukan keningnya dan Kania sambil menarik napas.


"Sudah tidak ngambek lagi?" Kania diam tak menjawab. "Aku bertanya kenapa diam?"


"Ken, itu bukan makan siangku yang kupanaskan untukmu!. Kau pikir aku setega itu?"


"Bukankah kamu yang bilang kalau itu makan siangmu?"


"Aku hanya bercanda. Bagaimana bisa kamu menganggapnya serius?"

__ADS_1


"Baiklah, iya iya aku memang salah Kania. Salah banget, maafkan aku ya! "Muach' " Kenan mencium kening Kania.


"Oklah kalau begitu, Apakah kita bisa makan sekarang? aku sangat lapar."


Kenan bergeliat manja di tubuh bagian D**a Kania. Kania pun merasa kegeliaan dan tertawa.


"Ken., kita makan yuk! udah malam loh ini! entar kita sakit lagi." Menepuk hangat badan serta kepala Kenan yang telah terbenam di d**a Kania


"Kalau aku request makannya hari ini boleh ngak?" Kenan menaikan kepalanya menghadap Kania.


"Jangan ngerepotkan lagi deh Ken! apa yang udah tersedia itulah yang kita makan."


"Iya, aku ngak ngerepotin kamu kok."


"Baiklah, apa?"


"Gimana kalau aku, makan kamu sa-jalah!" Arggg


"Ken, astaga.... hahah." Kenan menggelitik Kania.


-


Sandra bersiap untuk berangkat kuliah.... Ia turun dengan bantuan beberapa pekerja rumahnya. Ibu dan ayahnya terkejut melihat Sandra yang akan berangkat ke kampus.


"Nak, kenapa kamu masuk?"


"Ngak apa bu, Sandra ngak betah dirumah...! "


"Kamu ngak usah masuk aja ya nak. Kalau kamu ngak betah ayah akan suruh teman-teman dekatmu mengunjungimu dirumah."


"Ngak usah yah, Sandra ngak apa! Sandra senang bisa masuk, daripada dirumah mumet banget."


"Ya udah kalau begitu. Ayah telpon nak Angga ya kalau ada waktu ngejenguk kamu."


"Ngak usah yah, percuma. Yang dilihatinnya itu cewe gatel itu, bukan Sandra."


"Ngak boleh suudzon nak." Sanggah Ibu Sandra.


"Udah, bu jangan bela belain anak orang. Anak ibu disini siapa sih? Sandra atau Angga?"


"Kamu dan juga nak Angga. Kalian kan akan menikah sebentar lagi. Ya, wajar dong ibu udah anggap dia sebagai putra ibu."


"Ngak tau bu, Sandra cape mikirannya. Entah, hubungan ini akan berlanjut hingga ke pernikahan, atau berakhir sebentar lagi."


"Kamu ngak boleh seperti itu dong nak. Bukannya kamu senang kalau nak Angga jadi suami kamu?" Jawab Ayah.


"Enggak tau yah, Sandra males dapetin orang yang udah pantes untuk dibuang."

__ADS_1


"Sandra! kamu ngak boleh seperti itu dong nak."


"Yah, bu. Sandra pamit." Mencium kedua tangan ayah dan ibunya.


__ADS_2