Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Terjebak Di Rumah Nek Ija


__ADS_3

Flash Back Off


acara telah selesai Kania dan Kenan dalam perjalanan pulang. tanpa sengaja Kenan menoleh ke arah Kania yang sedang termenung. ia sengaja melajukan kendaraannya tetapi tidak digubris oleh Kania. baginya semuanya seperti misteri yang harus segera ia pecahkan tentang Kenandri.


treeettt... gedubrak mobil mereka menabrak sebuah gerobak jagung dan menabrak marka jalan. untung Kania dan Kenan tidak apa-apa hanya luka kecil di kening dan ditangan mereka memegang kepala mereka masing-masing dan segera keluar. tetapi, diluar jagung berserakan dimana-mana semua hancur gerobak yang terpental lalu mobil mereka yang hancur.


seorang nenek dan beberapa orang berdiri di dekat mereka menanyakan keadaan mereka. Kenan yang menyadari kesalahannya langsung meminta maaf kepada mereka. Kania mempertanyakan siapa pemilik dari gerobak yang hancur tersebut. seorang nenek mengakuinya. Kania dan Kenan meminta maaf kepada nenek tersebut dan berjanji akan mengganti rugi semuanya.


nenek tersebut memaafkan mereka lagi pula itu tidak sepenuhnya salah mereka. nenek tersebut akan menyeberang jalan seketika ia mengangkat telepon dan melepaskan gerobaknya begitu saja tanpa berpikir jika posisi jalan nenek yang miring ke bawah menyebabkan gerobak tersebut meluncur dan menabrak kenan yang melaju. sekarang bagaimana mereka akan pulang karna demo tadi siang semua angkutan dan gojek mogok. sedangkan rumah mereka masih sangat jauh. mobil mereka juga sudah tidak bisa digunakan. menelpon keluarga atau sopir ini sudah terlalu larut.


"ada apa?" Kania bertanya karna melihat kenan yang bingung


"kita tidak bisa pulang saat ini. transportasi umum tidak ada karna mereka mogok, jarak rumah kita juga masih jauh. sepertinya, kita harus mencari penginapan."


"penginapan? jaraknya jauh sekali dari sini kalian harus berjalan kaki menuju Centrumasi."


"benar juga nek. tapi, mau bagaimana lagi dari pada kami harus berjalan kaki sampai ke rumah (tersenyum hangat)"


"bagaimana jika kalian menginap saja di rumah nenek. walaupun sangat jelek. daripada kalian berjalan kaki jauh sekali ya kan? besok pagi pasti ada kendaraan umum beroperasi. bagaimana?"


Kenan dan Kania saling menatap bingung satu sama lain.


"apakah kami tidak merepotkan nenek?" tanya Kania


"lah, kok merepotkan sih? ya enggak lah nak. nenek malah senang karna ada tamu datang ke rumah."

__ADS_1


Kenan dan Kania pun menerima tawaran tersebut.


"siapa nama nenek?"


"nek, ija. tanya saja di sini jual jagung pasti mereka kenal" mereka menelusuri gang gang kecil dan perkampungan yang kumuh.


"apakah kalian suami istri?" Kenan dan Kania saling menatap.


"iya, nek" jawab kania. kenan berpura-pura tidak mendengar.


"hem, pasti kalian masih baru ya." Kania membalasnya dengan senyuman.


mereka tiba di rumah nek ija yang sangat sederhana, kecil, beratap kan seng yang sudah tua ber lantaikan tanah walaupun seperti itu rumah nenek tampak sangat bersih. mereka berjumpa dengan kakek han. nek ija pun menjelaskan apa yang terjadi.


"apakah kalian sedang bertengkar makanya bisa terjadi seperti ini?" tanya kakek dengan senyuman


"wuahahah, kalian sangat manis. sudahlah kakek tahu kok namanya juga masih baru. perempuan tidak bisa diterka. sampai tua pun kita hidup bersamanya mereka masih menjadi teka-teki." Kania dan Kenan tersenyum paksa sambil menatap satu sama lain.


"ya, sudah ayo masuk kita obatin luka kalian." kakek mengajak mereka masuk


nek ija datang dan mengantar mereka ke sebuah kamar yang jauh lebih besar kamar lemari atau bahkan toilet punya kenan. tetapi, kamar tersebut sangat adem dan nyaman. nenek pergi meninggalkan mereka.


kania mulai memarahi Kenan mengapa iya begitu ceroboh. perdebatan dimulai dengan suara yang mereka kecilkan.


"apa yang kamu pikirkan? sampai kamu bisa menabrak nek IJa?" kania dengan sedikit emosinya

__ADS_1


"tidak ada."duduk diatas ranjang


"tidak ada, tapi bisa menabrak gerobak. syukur nenek itu tidak kenapa-kenapa. kalau ada apa-apa aku ngak bisa bayangin deh (memukul keningnya)"


"santay aja dong, toh ngak ada apa-apa kan?"


"santay? bisa-bisa nya kamu bilang santay?(menatap kesal)"


"sudah lah kamu selalu saja membesar-besarkan masalah."


"haish, kamu bilang membesar-besarkan masalah? ke....." kenan langsung memotong


"iya memang. kamu memang seperti itu."(menatap kania kesal)


dan bla.... bla.... bla.... bla.... pening juga ges liat mereka ya kan. lanjut....


perdebatan mereka sudah berakhir. Kania tidur dipojok menghadap dinding sambil melamun. berhubung karna lantai rumah nenek tersebut dari tanah Kania menyuruh kenan untuk tidur di dekatnya. Kenan berpikir menyesali perbuatannya tetapi ia penasaran apa yang sedang dipikirkan Kania pada saat itu. apakah ada sesuatu terjadi di acara barusan sehingga ia melamun? karna penasaran. ia  memberanikan dirinya untuk bertanya.


"apakah kamu sudah tidur?"


"belum, ada apa?" sedikit melamun


"tidak, aku hanya ingin bertanya."


"tanya apa?" ketus

__ADS_1


"apa yang sedang kamu pikirkan di dalam mobil?"


"Aira Naka. (keceplosan)" Kania memukul kepalanya dengan tangannya ia begitu ceroboh.


__ADS_2