
Kania menatap suaminya itu dengan perasaan bahagia dan muncullah seutas senyuman manis dari bibir Kania. Kenan yang melihat hal itu jadi semakin kesal.
“Kenapa, kamu malah tersenyum seperti itu? kau sedang mengejekku kan?” Tanya Kenan tidak senang.
Kania mendekatkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher Kenan. Kenan terkejut melihat aksi Kania. Bahkan saat ini tubuhnya menjadi panas dingin.
“Kamu kenapa sayang?” Gugup
Kania menatap dengan dalam mata Kenan hingga terkunci. Tanpa diduga Kania meraup bibir Kenan dan ******* dengan lembut. Hingga sipenerima kode tersebut mengerti sesuatu yang diharapkan oleh si pemberi. Lama penyatuan itu terlepas\, hingga kerinduan yang telah mereka rasakan hampir satu minggu\, beberapa hari itupun mereka lampiaskan diatas ranjang yang berdecit.
Wkwkkw, ngak berdecitlah karna kan ranjangnya ranjang mahal ya. Mungkin agak goyang atau apalah heheheh…. Hanya mereka berdua dan tuhan yang tahu… author pun ngak tahu karna ngak mau menghalukannya huft!!!
-
Jam 3 pagi, Kania terbangun dari tidurnya karna merasa kedinginan. Ia meraih remot ac lalu menaikkan suhunya agar tidak menjadi sedingin saat ini. Tak lupa ia juga menutup tubuh polosnya yang tertarik oleh kaki Kenan. Ia menatap wajah suaminya yang sangat kelelahan tersebut. Bagaimana tidak, menurut cerita pria itu ia baru selesai rapat, lalu dengan segera datang menjumpainya, bukannya istirahat pria itu malah berperang diatas ranjang bersama dirinya. Akhh sungguh memalukan Kania menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Ada apa sayang?” tiba-tiba suara sang pria yang sedang ia pikirkan ralat suami yeeee…. Terdengar.
Kania membuka tutupan tangannya dan mendongak kearah suaminya itu.
“Kenapa terbangun?” kebiasaan si Kania selalu menjawab dengan pertanyaan kembali. Terpaksa si Kenan menjitak kepalanya Kania hingga merintih.
“Aku sudah terbangun sejak tadi.” Jawab Kenan santai
“Apa? Kalau begitu kenapa tidak membetulkan selimutku?”
“Sengaja sayang, biar kelihatan indah kupandang.”
“Ihccc….. dasar me….” Kania mengingat perkataan Kenan kemarin malam. “sum...’cup’.’ Kania mencium bibir Kenan sekilas. Kenan membalasnya dengan senyuman masnisnya.
“Ngomong-ngomong, kamu kenapa bisa ke rumah sakit?”
“Oh, itu…. itu karna….. karna….” Kania bingung bagaimana menjelaskan semuanya terhadap Kenan.
“Kenapa malah gagap seperti itu? jawab saja dengan jujur aku tidak akan memarahi atau apapun yang sedang kau khawatirkan tentang reaksiku.” Seperti tahu kalau Kania sedang menakuti reaksinya terhadap itu.
“Aku pingsan di sebuah cafe karna terkejut mendengar kebenaran tentang orang tuaku.” Kania memeluk erat tubuh Kenan.
“Maksudnya?”
“Aku sudah tahu siapa ibu kandungku?”
__ADS_1
“Kamu yakin, kalau itu ibu kandungmu?”
“Ya, aku sangat yakin.” Kania menceritakan semua rentetan cerita dan kejelasan yang ia ketahui tadi sore, menagapa ia sangat yakin terhadap hal itu.
Kenan mencium kening Kania dengan penuh cinta untuk mengalirkan kekuatan disana dan menjelaskan agar ia tahu bahwa ia tidak sendiri untuk menghadapinya.
“Terus kenapa kamu memukuli ku sayang? Sakit tahu.” Merengek tidak terima.
“Heheh… entahlah mungkin aku melampiaskan kekecewaan, dan rasa sedih ku terhadapmu.”
“APA?” Kenan berteriak, hingga membuat Kania mengusap Kupingnya yang hampir budek karna teriakan kesal itu.
-
Di kantin sekolah setelah makul 1&2 telah usai. Feren dan Jeje mencoba menghubungi Kania karna ia tidak masuk kuliah hari ini. Mereka khawatir telah terjadi sesuatu kepadanya.
“Hallo.” Jawab Kania
“Hallo, Kan apakah kamu baik- baik saja?” tanya Feren
“Iya, teman-teman aku baik baik aja kok. Ngak usahkhawatir begitu ya.”
“Terus mengapa kamu tidak masuk kuliah Kan?”
“Sayang.”
“Ia sebentar.”
“Eh, bos besar sedang memanggilku. BY.” Mematikan telepon
“Pantasan ngak masuk. Bos besar datang toh.” Mereka terkekeh mendengarnya
“Tampaknya suami Kania sangat menyanyanginya ya.” Ungkap Jeje
“Iya, baru aja ku beritahu kemarin pas kejadian. Eh, malah langsung datang.” Feren menyahut
“Iya, kemarin malam juga menghubungiku menanyakan keberadaan Kania.” Jeje berdiri untuk langsung berjalan kekelas
“Hem, pantasan aku juga mendapatkan panggilan darinya kemarin malam.” Feren mengikuti gerkan Jeje
“Syukurlah, setidaknya Kania tidak terlalu bersedih lagi iya kan.”
__ADS_1
“Iya Je, kita doain aja ya yang terbaik utuk Kania dan Kenan.”
“Amin.” Doa mereka
-
Kenan sedang memasang dasi miliknya, seperti nya ia ingin bekerja haduh,,,,,
“Siapa yang menelpon? Kenapa lama sekali sih.” menyerahkan dasinya kepada Kania karna sejak dari tadi dia malas untuk memasangnya sebenarnya
“Feren dan Jeje, mereka mengkhawatirkanku.” Kenan meraih pinggang Kania
“Ohw, kukira kau sedang selingkuh.” Memandang wajah ratu hatinya dengan tersenyum
“Ingin nya sih begitu.” Menatap mengejek kepada Kenan
“Cobalah, akan kupatahkan kaki dan tanganmu, setelah itu akan kurusak wajah cantikmu ini.” Wajah Kania menjadi pias
“Setelah itu kau campakkan.” Selesai memasang dasi
“Tidak sayangku, aku tidak akan mampu hidup tanpamu. Karna aku sangat mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku.”
“Lalu mengapa kau melakukan itu?”
“Kupatahkan kaki dan tangamu, agar kau tidak akan bisa sedikitpun pergi meninggalkanku dan akan selalu bergantung padaku. Setelah itu tidak akan ada lagi yang berani memandang wajahmu yang buruk setelah kurusak.”
Kania memeluk erat tubuh suaminya itu, ia tahu jika Kenan sangat mencintai dan menyanginya dengan sungguh dan tulus.
“Tidak perlu Ken, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sedikitpun. Aku akan selalu setia berada di sisimu hingga ajal menjemput kita berdua.”
“Trimakasih istriku tercinta.” Mencium pucuk kepala Kania
-
Kenan telah pergi ke kantor cabang perusahaan keluarganya. Entah mengapa ia pergi sangat tepat, seharusnya yang pergi adalah bang jack tetapi ia tidak bisa karna kak Kamila sedang hamil muda anak kedua dan tidak ingin ditinggal oleh abangnya itu. Maka dari itu ia diutus untuk mewakilkan urusannya di kantor cabang.
Setelah melayani segala kebutuhan keperluan Kenan sebelum berangkat ke kantor cabang perusahaan keluarga. Kania mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tugasnya sebagai istri dijalankannya setiap kali Kenan bersamanya. Ia merapikan baju Kenan yang dikoper dan meletakkannya di lemari pakaian. Walaupun hanya beberapa helai. Karna, sebagian pakaian Kenan sudah ada di dalam lemari Kania. mungkin itu adalah pakaian kesukaan Kenan heheheh.
Tanpa sengaja ketika membuka lemari panjangnya sebuah shyal terjatuh tepat dikakinya. Kania mengambil shyal tersebut dan raut wajahnya seketika sedih. Ia, shyal yang bertuliskan S.P.A itu telah ia ketahui siapa pemiliknya. Jelas Sarah Putri Amonade putri kedua dari Koba Sekar Amonade. Kania mengambil bersamaan poto setengah
terobek yang terdapat di shyal tersebut.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Kania bangkit dan menyelesaikan pekerjaannya di lemari tersebut lalu meletakkan shyal dan poto tersebut di meja belajarnya. Ia mengambil laptop dan mengetik-ngetik sesuatu untuk mencarinya di laman pencarian mbah segal maha tau siapa lagi kalau bukan Mbah GOOGLE. heheheh