Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Tidak Terbantahkan


__ADS_3

Sandra terkesima mendengar perjalanan cinta kedua orang tuanya. Ia tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya yang jarang memberikan kasih sayang karena kesibukkan mereka, mempunyai perjalanan cinta bak sinetron drama ikan melayang. heheheh....


Tring notif hapenya berbunyi.


Astaga, mungkin dia lupa kalau dia akan bersenang-senang bersama temannya. Sandra yang menyadari akan hal itu langsung menyalam kedua orangtuanya tanpa pikir panjang. Mungkin dia memang butuh penghiburan saat ini.


-


Kenan sampai di depan apartmen. Dia membeli bunga untuk sang istri tercinta sebelum pulang. Kenan membuka apartmen dan melihat Kania yang sedang sibuk memasak di dapur. Ia pun mendekati Kania dan memeluknya dari belakang lalu menunjukkan bunganya dari arah belakang.


"Bunga yang cantik untuk istri ku yang cantiknya melebihi semua karya yang cantik di dunia ini." Ungkap Kenan sambil mencium tengkuk Kania.


Kania yang awalnya terkejut melihat siapa yang tiba-tiba memeluknya langsung mengembangkan senyuman ketika sang suami tercinta menggombalinya dengan jurus kuda gombal maut... heheheh


Kania membalikkan tubuhnya menghadap Kenan.


"Sejak kapan suamiku ini dapat menggombal?" Jawab Kania sambil mengalungkan tanganya di leher sang suami dengan bunga yang telah ia pegang.


"Hem, sebenarnya dari dulu sih sayang. Tapi, kamu sih yang buat aku jadi lebay begini." Kenan mencubit hidung Kania dengan sedikit rintihan dari Kania.


"Kok, gara-gara aku sih?" Kania melepaskan kalungan tangannya lalu melipat dada membelakangi Kenan dengan wajah monyong bibir.


"Ya iyalah, habis kamu pakai ilmu pelet supaya aku makin bucinnnnnn..... sebucin-bucinnya sama kamu." Kembali memeluk Kania dari belakang. Kania yang mendapatkan rayuan mauuuttt Kenan meleleh dan melebarkan senyuman yang bibirnya di mayun- manyunkan itu.


"Kamu, mandi dulu ya mas. Bau soalnya." mencium -cium aroma tubuh Kenan.


"Sejak kapan mas bau? alah, biasanya aja keringat aku pas lagi gempur kamu selalu kamu sukai..." goda Kenan.


"Apaan sih mas, ihhhhh..." cerucut Kania sambil menggelitik perut Kenan.


"kqkqkq" Kenan tertawa terbahak-bahak.


"Sana mas, mandiiiii. Biar aku nyiapin makan malam kita ok." Perintah Kania


"Ok, tapi cium dulu." Pinta Kenan.


Dengan terpaksa Kania pun mencium bibir Kenan. Kenan tidak ingin membuang-buang kesempatan. Ia langsung merauo bibir Kania dan m*****t nya dengan rakus. Lama ciuman panas itu terjadi, hingga mereka berhenti ketika semua oksigen telah habis.


"Mandi ya mas, aku lapar. Ok!" Pinta Kania dengan manja sambil bergelayut di tangan Kenan.

__ADS_1


"Hem, baiklah. Tapi ada syaratnya?"


"Syarat? untuk apa mau mandi juga harus pakai syarat segala. Mas, aku nyuruh kamu mandi suapaya buat kesehatan kamu."


"Ya, udah kalau ngak mau aku ngak akan mandi sampe besok." Ucap Kenan sambil pergi menuju kursi tamu.


"Ihc, punya suami nih begini. Banyak tingkah!!!!" Kania kesal dengan meninggikan suaranya. Kenan dengan santainya menjatuhkan diri di atas sofa tamu.


Kania membersihkan dapur bekas semua perlatan masak-nya. Lalu ia menuju ruang tamu dengan wajah kesal lalu menghempaskan bokongnya dengan kasar di samping Kenan. Ia tahu, kalau Kenan sudah memutuskan pasti tidak akan terbantahkan.


"Apa?" nada kesal


"Apaan?" Kenan berpura-pura tidak tahu sambil memegang hpnya


"Jangan pura-pura ngak tahu mas. Aku katakan sekali lagi, kalau kamu ngak mau bilang. Aku akan membiarkanmu." Kania melipat tanganya didada dengan wajah cemberut. "Apa?" Tanya Kania kembali.


Kenan yang mendengar ancaman Kania langsung mengucapkan keinginannya. Karna jika Kania sudah memutuskan pasti ia akan melakukannya.


Dasar duo pasut keras kepala. wkwkkw


"Jawab saja mau atau enggak." balas Kenan


"Aku hanya butuh jawaban mau, ngak? itu prasyarat dari ku." Jelas Kenan.


"Baiklah, baik. Huft..... sabar Kania..... sabar....." Mengelus dadanya, sedangkan Kenan tersenyum menggelikkan. "Iya mas aku Mau."


"Oooookkkk..... nah gitu dong, jadi istri memang harus nurut sama suami." Sambil menarik tangan Kania untuk mengikutinya.


"Kita mau kemana mas?"


"Mandi lah mau apalagi. Kamu belum mandi kan?" Ungkap Kenan dengan biasa.


"Astaga, mas...."


"Apa mau nolak? ngak bisa kamu udah jawab mau."


"Huft...." Hela napas Kania dengan berat. "Ya sudahlah, pasti kita makannya paling tengah malam atau kalau enggak ngak makan."


"Kok begitu?"

__ADS_1


"Ya iyalah, pasti bukan hanya mandi tapi making love didalam." curiga Kania.


"ctak" Kenan menjitak kening Kania. Kania merintih kesakitan


"Yang, mesum itu otak kamu sayang. Orang aku hanya ajak kamu mandi kok biar cepat. Hem, sekarang terbuktikan kalau yang otaknya itu isinya mesum adalah kamu." Tunjuk Kenan.


"Awas ya, oegang kata-katamu itu."


"Iya." tegas Kenan


"Ok. Ayo, kita mandi." Ajak Kania.


-


Beda hal nya dengan Pasutri yang selalu berdebat itu. Walaupun dengan ***** Kenan yang tertahan melihat lekuk indah tubuh Kania yang begitu ia kagumi, tetap ia menjaga teguh perkataannya itu. Hingga akhirnya, tetap saja Kenan menang untuk mengajak Kania bergempur.


Sandra malah asyik dengan minumannya, ia melepaskan semua kebenaran yang baru sjaa ia ketahui. Perasaannya aneh, dia tidka mengerti haruskah ia senang jika mempungai saudari kandung? atau sedih? ia bingung. Ia berjoget dengan membebaskan diri dari semua hal yang menjadi kedukaan, dan masalah yang ia hadapi.


Dari arah kursi bar, tampak seseorang sedang mengamat-amati Sandra. Ia memperhatikan lekuk tubuh Sandra dari atas hingga bawah. Membuat dirinya menginginkan Sandra malam ini.


Pria itu langsung meminum habis minuman di tangannya dan pergi menghampiri Sandra. Ia ikut menari bersama Sandra. Sandra yang sudah setengah sadar, di tawarkan minuman oleh pria itu. Yang sebelumnya ia menyuruh pelayan mengantarkannya minuman dan, memasukan obat perangsang diminumannya.


Pria itu pun senang bukan main. karna Sandra meneguk habis tanpa sisa minuman tersebut. jack pot pria tersebut berhasil menjalankan rencananya. Dan malam ini Sandra akan menjadi wanitanya.


Pria tersebut memegang tangan Sandra dan membawanya pergi, tetapi untung saja. Ditahan oleh temannya.


"Siapa kamu? mau kamu apakan temanku?"tanya teman Sandra.


Laki-laki itu mendorong teman Sandra untuk melepaskan dirinya dengan hadangan temannya tersebut. Tetapi malah tertahan oleh dada seorang pria.


"kamu tidak apa-apa?" tanya pria tersebut kepada teman Sandra. Dan temannya hanya menggeleng saja. Ia terpaku dengan eajah pria yang tampan itu. "kenapa kamu mendorongnya?" Tanya pria itu kembali.


"Pria ini, ingin menculik temanku." ungkap temannya langsung.


"Lepaskan wanita itu sekarang!" Sargas pria itu.


"Tidak, dia akan jadi wanitaku malam ini."


"Chuih, pria brengsek." Pria itu melayangkan satu bogem mentah kepada pria bejat itu. Belum sempat pria itu membalas pukulan pria tersebut pemilik tempat malam itu menahannya. Dan mengeluarkannya secara paksa, ia menyuruh pria tersebut untuk tidak datang kembali ke tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2