Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Kesedihan Leon


__ADS_3

kania mengajak supirnya untuk segera pergi kealamat yang akan dia tuju. dalam perjalanan kania merasa was- wasan karna, takut leon bertindak kenapa-kenapa. pada saat leon menelpon kania keadaan leon tampak frustasi.


Flash back on


"halo kania"


"leon"


"ada apa? apakah ada sesuatu yang penting?"


"kan hicks hicks. aku tidak kuat lagi kan."


"leon? kenapa kamua menangis? ada apa? ceritakan padaku!"


"kan hicks, aku sudah tidak kuat lagi untuk menahan ini semua. aku berusaha untuk bangkit dari penyesalanku. aku berusaha untuk menjauhinya. hicks hicks."


kania berpikir jika masalah leon sangatlah berat. tidak mungkin baginya untuk mmbicarakan hal itu di telpon. kania pun menenangkan leon dan memintanya untuk bertemu.


"kamu tenang dulu ya leon. dimana kita akan bertemu? kirimkan alamatnya, aku akan segera meluncur kesana." jawab kania dengan perasaan sedikit cemas.


Flash back of


kania sudah sampai disebuah kafe outdoor yang mewah. ia masuk dan mencari-cari keberadaan leon. hingga matanya tertuju kepada seseorang yang duduk di pinggir menatap kearah danau. tatapannya seperti kosong, ia sedang melamun. hingga kedatangan kania pun tidak diketahui oleh leon.


kania menegur leon dengan cara menepuk pelan pundaknya. leon tersadar dan tersenyum hangat kepada kania.


"trimakasih kania kamu sudah mau datang untuk menemuiku." ungkap leon dengan wajah yang lesu dan suara yang sedikit sengong.

__ADS_1


"santai aja leon. aku kan temanmu! kamu juga telah mau membantuku pada saat aku butuh seseorang. masakan aku tidak membantumu pada saat kamu butuh sandaran." leon tersenyum


"ada apa? ceritakan perlahan apa yang sedang menimpamu?" tanya kania penasaran.


"ceritanya panjang kania." jawab leon


"tenag saja, aku siap mendengarkan."


"hem, baiklah."


Flash Back On


Leon tinggal di luarnegri bersama kedua orangtuanya. Leon anak semata wayang dari keluarga yang sangat kaya raya. Pada waktu itu, leon dan keluarganya akan pulang ke negara asal mereka untuk berlibur menjumpai keluarga besar. tetapi, semuanya sirna ketika mobil yang ditumpangi mereka menuju bandara ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.


supir, kedua orangtua leon, dan juga pengendara yang menabrak mereka mati ditempat. leon yang masih berumur 3 setengah tahun terduduk menangis di depan ibunya. ibunya leon yang masih bernyawa berusaha untuk mengeluarkan leon dari mobil. tetapi badannya tersangkut mobil. selang beberapa menit kemudian ibunya leon mati ditempat karna tidak sanggup lagi.


leon pun dibawa oleh kluarga besarnya dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh keluarga besar mereka. leon tumbuh dengan tidak kekurangan apapun dengan sanak saudaranya. hingga suatu kejadian harus dideritanya.


leon sangat  dekat dengan salah satu saudaranya karna, umur mereka yang sama. mereka tidak dapat terpisahkan. apapun yang diinginkan leon dari saudaranya itu pasti diberikannya. begitu juga leon, ia tidak pernah membiarkan saudaranya itu terluka, ataupun bersedih sedikitpun.


hingga satu ketika, saudaranya itu menyukai seorang wanita. leon sangat mendukungnya. apapun caranya wanita itu harus dimiliki oleh saudaranya. ia yang mendekatkan wanita itu kepada saudaranya. karna, ia tahu jika saudaranya itu sangatlah pemalu apalagi terhadap seorang wanita.


hingga satu ketika wanita itu malah menaruh hati kepada leon dan bukan kepada saudaranya. tetapi, leon menyuruh perempuan itu untuk mencintai saudaranya bukan dirinya.


leon pergi pulang ke luarnegri untuk tidak mengganggu saudaranya itu. selang beberapa tahun kemudian kabar baik ia dapatkan. bahwa, saudaranya akan menikah dengan wanita itu. alangkah senangnya leon, ia pun kembali untuk menghadiri pernikahan saudaranya tersebut.


ketika ia kembali ke negaranya, ditengah perjalanan didapatkannya wanita itu sedang berciuman di sebuah kafe terbuka dilampu merah. tangannya mengepal keras ingin sekali ia meninju wanita itu. akhirnya, setelah beberapa hari penyelidikan wanita itu. ia akan memberitahukan kepada saudaranya.

__ADS_1


tetapi semua percuma. karna, saudaranya pasti tidak akan mempercayainya. cinta yang buta telah menutupi mata saudaranya itu. ia tidak ingin saudaranya mengambil keputusan yang salah. diakhirinya lah pernikahan itu dengan skenario mensetubuhi wanita itu.


Flash Back Off


Kania menyodorkan air pesanan Leon yang semenjak tiba tidak disentuhnya sama sekali. Kania yang telah mengerti tentang apa yang dialami Leon, mencoba untuk memahaminya.


"Leon minumlah." Menyodorkan air pesanan.


"Terimakasih Kan." Menerima pemberian Kania dan meminumnya


"Hem, lalu? apa yang membuatmu saat ini begitu sangat sedih?"


"Ketika, Aku berada di sebuah pom bensin. Aku melihat saudaraku itu turun tepat di hadapan ku."


"Lalu?"


"Aku sangat merindukannya. Entah kenapa tubuh ku refleks, aku turun dari mobil dan langsung memeluknya dari belakang. Mungkin ia terkejut, dengan gerakan refleks ia menyerang ku. Akhirnya, aku pun mencoba untuk menenangkannya. Tapi, ketika menyadari bahwa yang diserangnya adalah aku. Ia pergi masuk ke dalam mobil, Aku mengejarnya dan mencoba untuk berbicara secara baik-baik. Tatapan itu kan, tatapan benci yang sangat mendalam. Kan, aku tidak bisa melihat tatapan itu. Mungkin, aku bisa menerima pemutusan hubungan dari ia dan keluargaku. Tapi, tidak dengan kebencian itu. hicks hicks" Leon menundukan kepalanya sambil menangis.


"Kasian Leon, begitu sangat dalamnya cinta Leon kepada saudaranya. Hingga pria yang terlihat kuat dan kokoh ini, menangis tersedu-sedu, sesedih ini yang dirasakannya." gumam Kania dalam hati


"Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu Leon?" tanya Kania. Leon mengangkat kepalanya yang tertunduk dan mengangguk.


"Apa yang membuatmu datang kembali ke tempat ini? Bukankah, kau lebih baik di...."


"Pikiran ku salah Kania, Aku pikir amarah keluargaku akan hilang dengan sendirinya dimakan waktu. Aku pikir, mereka tetap akan memaafkan dan menerimaku. Jadi, aku datang kemari untuk meminta maaf. Ketika aku sampai digerbang rumah. Saudaraku yang lain malah menyuruhku untuk pergi dan muncul lagi dihadapan mereka. Aku bahkan sudah dianggap mati bersama kedua orangtuaku, semenjak kejadian itu." Leon menghela napasnya dengan sesegukan karna tangisannya. "Selama ini, aku mencari celah untuk menemui mereka. Tetapi, hasilnya......"


menundukkan kembali kepalanya dan menggelengkannya.

__ADS_1


Kania memegang tangan Leon, mencoba untuk memberi kekuatan.


__ADS_2