
Flash Back on Nitra
Nitra gadis hitam manis bertubuh tinggi dan berbadan ramping, ia salah satu penerima beasiswa renang disekolahnya SMA Swasta Jaya tempat semua orang kaya berada. ia banyak memenangkan kejuaraan renang dan membanggakan nama sekolah. tapi sayang dia sering di buli satu sekolah. dia terkenal bukan karna prestasi yang ia punya tetapi bagaimana ia di benci sama semua orang. setiap hari ada saja hal-hal bulian yang ia dapat. sampai satu ketika ia di bela oleh seorang pria yaitu Kenandri Ganendra.
Nitra bersama sahabat karibnya Rayanti sedang istirahat di kantin. tiba-tiba seorang pria datang menggenggam tangannya dan membawa Nitra secara paksa ke sebuah taman di belakang dengan ekspresi sangat marah. melihat seperti akan ada hal seru semua orang mengikuti langkah yang mereka tuju. ia melemparkan Nita ke tanah lalu menuangkan tepung, serta telur ke atas kepalanya Nitra.
"rasain kamu, ini buat orang yang udah bikin nama adik aku jelek." semua orang mengejek serta menertawakannya.
"aku kan sudah bilang sama kamu. kamu harus mengalah di perlombaan renang kemarin biarkan adik ku
yang menang. tapi, kau tidak mendengarnya dan sekarang ini akibat telah menantangku. rasakan (menuang tepung kembali)
Nitra terduduk tak berdaya ia mengepal tanganya dan menitikkan air mata. tiba-tiba seorang laki-laki berjalan menuju mereka dengan tangan disakunya.
"wow, hebat- hebat sangat hebat. (bertepuk tangan) apakah begini sikap seorang keluarga rewalki yang terpandang dan terkenal itu?"
"ke-Kenan jangan sok jadi pahlawan kamu ya atau kau...."
"kau.... kau apa? mau pukul iya? hem, tidak kusangka jika kau serendah ini Aji rewalki. kau menyuruh atlet terbaik kita untuk mengalah demi adikmu. untung saja dia bijak (memandang Nitra) begini ni, mengapa kita tidak maju. kalian semua adalah penjahat. melihat seorang wanita, teman kalian, kaum kalian (menunjuk para wanita) tertindas kalian ngak ada satu pun menolongnya. tapi, kalian malah senang dan kalian pertontonkan cuih (meludah) kalian lebih dari sampah. sampah-sampah masyarakat. busuk." Kenan berbicara dengan penuh amarah dan nada tinggi hingga yang berada di situ menjadi takut termasuk Aji.
mata Nitra terbelalak melihat Kenan, saat itu juga nama Kenan ada dihatinya. seorang pria yang mau membela dirinya. ketampanan kenan, kewibawaannya penuh dengan pesona. hatinya berdegup kencang saat kenan membantunya untuk bangun dan menyuruh Aji untuk meminta maaf. mereka bubar dan meninggalkan Nitra.
"kamu tidak apa-apakan?"
__ADS_1
"(gugup) y- ya tidak apa-apa"
"kamu temannya Nitra kan?" nitra terkejut melihat kenan yang mengenalinya.
"kamu tahu nama ku?" tanya nitra sambil menatap mata kenan
"siapa yang tidak mengenali atlet terbaik yang telah mengharumkan nama sekolahnya?"
hati nita semakin berdegup kali ini dia hampir tidak bernapas karna, baru pertama kali ada yang memujinya disekolah itu. apalagi ia mengatakan bahwa Nitra atlet terbaik dan membuat bangga sekolah.
"ok, teman nya Nitra"
"Rayanti" jawab rayanti
semenjak hal itu terjadi tidak ada seorang pun yang berani untuk membuli siapa pun lagi. karna, kenan mengancam mereka semua. Kenan baru masuk sekolahnya karna ia mengikuti pertukaran pelajar. Kenan seperti dewa pelindung buat orang-orang yang sering tertindas. ia memang menjadi pria favorite apalagi dengan para wanita di sekolahnya itu. kenapa tidak ia sangat ramah kepada semua orang, tenang, baik, pintar, tampan dan berani. dia memang cocok dijadikan Pahlawan.
setiap hari Nitra selalu menunggu Kenan lewat kelasnya, atau berjalan-jalan di depan kelasnya agar mendapat perhatian Kenan lagi. ia, mengamat-amati Kenan dari kejauhan. hingga ketika lulus pun ia memilih jurusan arsitektur hanya karna ingin bersama dengan Kenan. untung saja Rayanti ikut juga masuk menjadi arsitektur walaupun itu karna cita-citanya atau keinginannya sendiri. ia seperti penjaga setia Nitra yang selalu mengikuti Nitra kemana saja.
ia mencoba untuk mendekati Kenan dan dengan ramah Kenandri meresponsnya dengan baik. setelah satu bulan dekat dengannya. NItra berencana ingin memberitahuakan isi hatinya pada Kenan. hati Nitra hancur seketika melihat Kenan membawa seorang gadis ke tempat tongkrongan Nitra bersama teman-temannya. Kenan memperkenalkan gadis itu kepada mereka.
"hem, siapa itu Ken. cantik sekali." Frans bertanya
"kenalkan ini Aira Naka" Kenan menjawab
__ADS_1
"halo semuanya (menyalami mereka)"
"hai Aira." Teman-temannya kembali menyapa
Lorado seperti mengenal wanita yang berdiri dihaadapannya
"sepertinya aku pernah melihatmu Aira." Aira membalasnya dengan senyuman. lorado memicingkan matanya sambil berpikir. dan ia mengingat sesuatu.
"astaga kamu anak pak Ade Naka kan?" Aira tersenyum
"iya ngak salah lagi kamu anaknya iyakan?" lorado meyakinkan ingatannya.
"pak Ade Naka arsitektur terkenal itu? wizh berat ya kamu ken." Frans menyahut
"mantab lah ni. kapan jadiannya ra?" Lorado bertanya Kenan hanya tersenyum dengan cool
"2 hari yang lalu."
"e'eh, laju bener..."Frans mengejek
"PJ PJ PJ." teman-teman lain bersorak.
NItra sangat hancur mendengar hal itu. ia berpamitan kepada semua orang yang berada disana karna tidak sanggup menahan kekecewaan. Nitra menangis sekuat-kuatnya di dalam kamar mandi. melihat sahabat nya yang begitu hancur Rayanti mencoba menenangkan Nitra. Nitra mencoba untuk bertahan dan bertekad selama jalur kuning belum melengkung ia tidak akan menyerah.
__ADS_1