
Pagi hari semenjak kejadian semalam, Kania telah kembai tidur di kamarnya. Kenan telah bangun dari tidurnya lebih sangat awal sebelum kania. Di lihatnya dekat wajah istrinya itu, begitu teduh dan menyejukkan hati. dibelainya wajah kania dengan jari-jemarinya menelusuri dari ujung dahi hingga ke bibir ranum milik kania.
'deg' jantung Kenan berdetak sangat kencang. ***"apa ini? kenapa perasaanku begini melihat wajah si bocah ini?"***gumam kenan dalam hati yang secara langsung memalingkan tubuhnya ke sisi arah yang lain. entah kenapa ia merasa ingin melihatnya sekali lagi.
Kembali ditatap Kenan, Kania hingga dalam. Jantung nya berdesir, Melihat bibir munyil nan seksi milik Kania, hingga ia tidak menyadari bahwa saat ini bibirnya telah bersatu dengan kania. Hingga beberapa menit kemudian Kania menggeliat risih. Membuat Kenan langsung menjauh dari Kania.
"Syukurlah dia tidak bangun. jika tidak aku akan mati konyol di hadapannya." gumam kenan dalm hati.
*
Kania bangun membuka matanya, dilihatnya sisi ranjang kosong.
"kemana Kenan? kok sudah bangun sepagi ini?" gumam Kania
Kania turun dari tempat tidur dan megetuk pintu kamar mandi, tetapi tidak ada jawabannya. Kania pun masuk dan kencing di toilet duduknya tersebut.
"wuahaaaaaaa...." kania berteriak kencang.
Tiba-tiba sebuah tangan menutup mulutnya.
"Kamu apa-apaan sih? berisik tahu. Ini masih pagi, Jangan mengganggu istirahat yang lain." sambil menatap kania dengan tangan yang menutup mulut kania.
Mata mereka saling beradu, hingga Kania tersadar dan melepaskan tangan kenan dari mulutnya. Tetapi Kania mulai berteriak kembali karna melihat kenan yang polos tidak memakai apapun.
Kania menutup matanya, lalu menyuruh kenan untuk berbalik karna ia ingin membetulkan pakaiannya. Kenan tertawa lalu melakukan apa yang dikatakan oleh Kania.
Segera kania berlalu keluar dari kamar mandi sambil mengumpat Kenan. Kenan yang mendengar hal itu hanya tertawa terbahak-bahak.
*
Kania memasangkan Kenan dasi dengan wajah yang terlihat kesal. Kenan yang melihat kekesalan diwajah Kania. Tersenyum licik.
"Kenapa wajahmu?"
"Emang kenapa dengan wajahku."
__ADS_1
"Wajahmu sudah jelek, Jangan dijelek-jelekan dengan ekspresi kesal seperti itu."
"Lain kali, pintunya dikunci." dengus Kania
"Kenapa harus dikunci? Suka-suka aku dong, mau itu dikunci atau enggak? kamar siapa? aku kan?"
"Bukan hanya kamarmu. Tapi kamarku juga, kamu harus ingat aku adalah........."
"Istriku.... " Kenan dan Kania saling menatap dengan posisi Kania yang sedang menyimpul dasi.
Kenan yang tidak tahan, mendekatkan Kania dengan tubuhnya. hingga tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka. dibelai Kenan dengan halus wajah Kania. Membuat jantung serta bulu kuduk Kania merinding dengan seketika.
"Apakah kamu malu melihatku seperti tadi?" kania mengangguk dengan cepat serta matanya membelalak menatap kenan. Kenan berhasil menggoda Kania, wajahnya merah semu. Ia pun mulai membalikkan tubuh kania ke arah depan dan mendekapnya dari belakang. Kania bergidik merasakan napas hangat Kenan. "Jangan malu, nanti kmau juga akan melihatnya dengan puas." senyum licik kenan.
Wajah Kania sudah memerah sekali. Ia pun merasa malu dan pergi melepaskan pelukan kenan.
"Eh, mau kemana? hahahha dasar bocahku yang polos. Di goda sedikit sudah malu. hehehhe manisnya.". tawa kenan.
*
Kania hanya terdiam tak berkata di meja makan. Ia sangat malu untuk menatap wajah kenan yang berada tepat disampingnya. Kenan tersenyum bangga karna telah berhasil mengerjai Kania.
'ting' suara pesan masuk ke hp Kania. Kania membuka hpnya dan tersenyum. melihat ekspresi Kania, Kenan mulai memicingkan matanya yang ditangkap oleh Kenan. Kenan menutup kembali hp nya lalu meminta izin kepada semua orang untuk pergi bertemu dengan temannya. Belum sempat dijawab oleh Ibu. Kenan sudah dengan perasaan kesal tidak mengizinkanya. lalu, berdiri menuju ke arah kamarnya.
Kania memohon-mohon kepada Kenan hingga sampai dikamar ia bersimpuh di kaki kenan. Melihat tingkah Kania kenan pun menjadi luluh.
"Jam berapa kamu pergi?"
"Jam dua." jawab Kania dengan senyum bahagia.
"Jam satu saja setelah istirahat makan siang. aku akan menemanimu."
"Apa menemaniku? Kenan....." keluh kania
"Ku temani, atau tidak pergi." tatap kenan dengan tajam
__ADS_1
"Rese banget sih. Ya udah, iya iya. ich" dengan wajah yang sedikit kesal
*
'tret tret tret' bunyi dering panggilan telepon. Kania mendengus kesal karna sudah setengah jam dari perjanjian mereka bertemu. Kenan belum juga menampakkan dirinya.
"Ini, ni kalau suami kerjaannya curigaan mulu. Lihat janji jam berapa? sampai sekarang belum juga datang."
medengus kesal dengan wajah yang cemberut dan tangan dilipat.
tiba-tiba suara sahutan terdengar.
"Siapa maksudmu? Aku?" tanya Kenan.
"Bukan kamu Kenan. Tapi, suami aku, janjinya jam berapa datangnya jam berapa." berpura-pura tersenyum
Kenan tersenyum geli melihat tingkah Kaniayang begitu menggemaskan.
"Maaf deh, aku salah. Tadi pas mau kemari, tanpa sengaja aku bertemu dengan kolegaku. Ya, udah kebablasan deh."
"Kebablasan? iya, enak banget ya ngomongnya kek begitu?. Kalau kamu ngak bisa anter aku, tinggal hubungi aku kan?. Kania maaf ya aku ngak bisa anterin kamu! kamu pergi sendiri aja dengan supir ok. Bereskan?"
"NGAK BO....LEH. Walaupun itu dengan supir titik." Kenan mendekatkan wajahnya kepada Kania.
"Kalau ngak boleh, tepetin dong. Ngak usah pake acara- acara kebablasan segala." kania memanyunkan kembali bibirnya
"Uluh- uluh, jangan cemberut ya, entar jeleknya nambah heheh." Kenan menggoda, Kania menyiku perut kenan hingga terdengar suara rintihan kenan "Aw, sakit Kania. Aku kan udah minta maaf." Membujuk Kania
"Coba kamu lihat, sudah berapa ribuan panggilan dihpmu?"
"Iya iya maafkan suamimu ya istriku." memeluk tubuh Kania yang menyamping
'Blus' wajah Kania memerah dengan seketika, Kenan meletakkan wajahnya ke atas bahu kania.sambil berbisik dengan lembut ia berkata;
"Maafkan aku Kania, aku tau aku salah. tidak mengabarimu. 'cup' " Kenan mencium pipi Kania.
__ADS_1
Kania terdiam tak bisa berkata-kata. Jantungnya seakan terhenti dengan seketika. Tubuhnya lemas tak berdaya apalagi saat ini kenan sedang membenamkan wajahnya di bahu kania sambil menghirup tubuh kania yang wangi Strawbery akibat parfum yang dipakainya.
"Kita pergi sekarang?" Kania tersadar dan langsung menganggukan kepalanya. Kenan tersenyum hangat lalu menggandeng tangan Kania untuk turun kebawah.