Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Menyusun Teka- Teki


__ADS_3

Siang hari di sebuah taman keluarga Kania termenung akan sesuatu. ia kembali menelisik semua teka-teki kehidupan kenan yang belum ia pecahkan. diambilnya buku dan pulpen yang telah ia bawa sejak ia datang. dan menulis semua daftar teka-teki itu.



ada apa dengan ruangan yang ada di kamar Kenan?


siapa Aira Naka? apakah ia adalah calon Kenan? atau bukan?



sambil ia mengingat semua nya dengan detail kembali. ia mengingat kejadian Cantika yang ada di mall. dan menambahkannya pada daftar list.



Cantika! ada apa dengannya?



bukan tanpa alasan Kania menulis Cantika di daftar list nya karna ketika Kania bertanya kepada Cantika. Cantika selalu menjawab tidak ada apa-apa.


"ini hanya beberapa list yang harus kupecahkan terlebih dahulu." gumam Kania didalam hati


tret tret tret bunyi hp nya bergetar pesan chat dari seseorang


"Leon?" kania membuka isi pesan tersebut.


L: hai kania aku Leon. apakah kamu masih ingat?


kania pun langsung membalas pesan tersebut.


K: hai Leon, iya aku masih ingat.


L: apakah kamu ada waktu luang hari ini?


k: hem, aku selalu mempunyai banyak waktu luang, memangnya kenapa leon?


L: tidak aku hanya ingin menagih hutangmu saja.


K: ohw, iya benar Leon. baiklah dimana?


L: di mal MMM


K: apakah jauh dari jalan cendrawasih?


L: tidak terlalu sekitar 20 menit.


K: hem, ok jam berapa?


L: jam 5 bagaimana?


K: aduh sepertinya jam 5 kebawah tidak bisa Leon.


L: oh, iya suami mu ya.

__ADS_1


K: bagaimana kalau jam 3?


L: setuju.


K: ok sampai ketemu disana


L: baiklah, sampai jumpa


Kania langsung meminta izin kepada kenan, dan orang rumahnya.


kania diantar oleh supiruntuk pergi ke mall tersebut. setibanya disana Kania masuk kedalam mall tersebut.


"ohw, mall ini toh aku pernah kemari bersama mama" gumam Kania dalam hati


Kania mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Leon untuk menunjukkan keberadaannya. setelah beberapa saat mencari keberadaan Leon. mereka pun akhirnya bertemu.


"udah lama?" tanya Kania


"belum kok, santai"


"ohw, ini Leon uangmu (memberikan uangnya kepada Leon)"


"***wanita ini polos sekali\, (tersenyum kecil)***" gumam Leon dalam hati


"ada apa Leon kok kamu tersenyum padaku."


"tidak ada apa-apa."


"makasih ya Leon atas bantuan kamu kemarin."


"kalau begitu aku pulang duluan ya."


"cepat sekali, ayo kita ngopi dulu."


"ngopi? maaf Leon, aku izinnya bentar saja kepada keluargaku. jadi ngak bisa lama-lama."


"hem, ok lain kali pasti bisa kan."


"ngak janji Leon, tapi akan tetap kuusahakan. yang penting jauh hari kamu sudah memberitahuku ya jangan mendadak ngak bisa."


"pasti." jawab Kania


"dah" balas Leon.


"dah hati-hati"


"iya, dah (melambaikan tangannya)"


di malam hari setelah selesai makan malam. Kenan masuk ke kamar melihat Kania yang sedang asik memegang Hand phone nya menaruh curiga kepada kania


"tidak seperti biasanya, setahuku dia jarang sekali menyentuh telepon genggamannya itu, tapi sekarang ia asyik memandangi telepon genggam" tanya Kenan dalam hati


"kenapa senyam senyum kamu? pesan dari kekasih gelapmu ya?"

__ADS_1


"hustt, sembarangan kamu. teman baruku."


Kenan sangat terkejut mendengar perkataan dari Kania karna sejatinya Kania tidak mempunyai kenalan siapa pun di sini kecuali keluarganya ungkap Kenan dalam hati.


"teman baru? maksudmu?"


"iya, teman baruku. aku berjumpa dengannya kemarin pada saat membeli buku."


"ohw, aku jadi mengerti sekarang kenapa kamu sangat lama di toko buku kemarin. karna asik mengobrolkan dengan teman baru mu itu?"


mendengar perkataan Kenan, Kania yang asik dengan obrolan chat nya di handphone langsung menatap Kenan sambil cenge- ngesan. dan kembali asik dengan handphone nya tersebut.


"laki-laki atau perempuan?"


"laki-laki" (sambil asik bermain hp)


"tampan"


"sangat tampan." (tetap fokus ke hp nya)


"kamu suka?"


"iya, aku su......" kania berhenti menatap hp nya karna tanpa sadar ia menjawab pertanyaan kenan begitu saja. ia takut jika Kenan menjadi salah paham terhadapnya. ia mencoba menceritakan apa yang terjadi tanpa ada satu kejadian pun yang terlewakan. tampak wajah Kenan sedikit kesal.


"kamu jangan salah paham dulu. akan aku jelaskan. jadi, kemarin di toko buku tanpa sengaja aku menabrak dia karna badannya yang kekar dan tinggi itu.


"kekar dan tinggi? apakah harus disebutkan ciri fisiknya padaku?" tanya dan kesal Kenan dalam hati


"akhirnya kami sedikit berbincang lalu tanpa sadar ketika aku akan membayar buku yang akan ku beli, dompetku tertinggal. ya, walaupun sebenarnya di awal dia sudah akan membayar buku ku sih. tapi, aku menolaknya. eh, jadilah dia membayar buku ku. karna aku tidak ingin punya utang budi jadi aku meminta nomor nya untukku dan sore ini aku baru saja mengembalikan uang buku ku kepadanya. " jelas kania


"apa? meminta nomor-Nya berani sekali kamu. hem, pantasan jam 3 sore tadi dia meminta ijin ku untuk menemui seseorang di mal mmm rupanya bertemu pria itu." kesal kenan dalam hati


kania bingung dengan terdiamnya kenan.


"kamu kenapa terdiam?"


"tidak kenapa-kenapa aku hanya berpikir kalau kamu bodoh."


"bodoh?" kania bingung


“iya, untuk apa kamu panjang lebar menjelaskan semuanya padaku? Kamu pikir aku akan salah paham? Dengar anak kecil aku tidak peduli, terserah kamu mau bertemu dengan siapa saja aku tidak akan mencampuri urusanmu begitu juga dengan kamu tidak usah mencampuri urusan ku jelas? Kenan pergi menuju sofa tidurnya


Deg, jantung kania berdetak dan wajah kania menebal. ia sangat malu sekali. ia salah mengartikan perasaan kenan terhadap kejadian barusan. Ia pun menuju ke ranjang tidurnya dan menutup tubuhnya dengan bad cover miliknya karna merasa malu


📌Heheh, pandai wae si kenan nutupi


kekesalanya udah mulai cemburu ya ken?


Yang sabar ya mba Kania, itu bojo ne udah


ada tresno loh karo mba kania. weleh weleh…


📢JANGAN LUPA LIKE, RATE DAN COMEN NYA YA

__ADS_1


dukung author terus... heheheh


__ADS_2