Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Apakah ini semua akal-akalan Nitra?


__ADS_3

Flash back off


Kania, Cantika, dan Darta masih dalam pembicaraan mereka di meja outdoor café. Kania serius mendengarkan setiap cerita yang di sampaikan dua sejoli itu tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.


“semua keluarga, sangat terkejut kak mengetahui apa yang telah terjadi.” lanjut Cantika.


“terlebih dengan keluargaku, kami tidak menyangka jika kak Aira dapat terjerumus untuk melakukan hal seperti itu. karna, selama ini kami mengetahui jika kak Aira pergaulannya baik-baik saja.” Sambung Darta


“Kakek sangat marah karna telah diperlakukan seperti itu, mulai dari kejadian itu kak. Hubungan Keluarga kita renggang bahkan kakek dan ayah tidak ingin berhubungan dengan mereka. Kami juga tahu jika mereka tahu tentang hubungan kami berdua, pasti mereka akan memisahkan kami kak. Awalnya, kami telah mengakhiri hubungan ini. tapi sangat berat untuk kami berdua. Akhirnya, kami memutuskan untuk menjalaninya kembali secara diam-diam” sambung Cantika menduduk.


Kania memijat keningnya dan pelipis matanya karna merasa tegang dan pusing melihat dua sejoli itu.


“terus, bagaimana kalian bisa melakukan hal seperti itu di belakang keluarga? Bagaimana, jika mereka tahu jika saat ini Cantika telah mengandung? Belum juga, kalian lulus kuliah. tetapi, sudah membawa kabar seperti ini. Apakah kalian pikir dengan perbuatan kalian seperti itu maka kalian akan mempermudah hubungan kalian?” ungkap Kania sedih.


Darta dan Cantika menunduk mendengar perkataan Kania mereka tahu jika apa yang dikatakan Kania sangat benar.


“kakak, tenang saja. Aku siap untuk bertanggung jawab.” Tegas Darta


“kawin lari? Seperti yang kamu katakan tadi. Tidak aku tidak setuju Darta. Satu-satunya cara adalah kalian berdua harus mengakui semuanya ini di hadapan keluarga.”


“tidak kak, mungkin amarah dan kekecewaan mereka dapat kami tanggung. Tetapi kakak tidak mengenal siapa Kakek, Ayah, apalagi kak kenan jika mereka tahu hal ini. mereka tidak akan mempersatukan kami kak. Mereka akan memisahkan kami bagaimana pun caranya.” Cantika menolak


“itu, dia. Itu adalah tantangan yang telah kalian buat Cantika, Darta. Aku mungkin tidak berpengalaman dalam hal cinta cinta seperti ini (tersenyum). Tetapi, aku tahu dan mengerti bahwa Cinta yang murni dan tulus

__ADS_1


akan mengalahkan apapun rintangan yang dihadapinya. Percayalah pada cinta kalian. (menyatukan tangan Cantika dan Darta) Ujilah cinta kalian ini. buktikan bahwa cinta tidak akan pernah kalah. (membelai rambut Cantika).” Kania berusaha untuk memberi penjelasan bagi mereka.


“baiklah kak, (memandang ke arah Cantika) kami tidak akan lari dari tantangan ini. kami akan menghadapinya. Tapi, beri kami waktu untung mempersiapkan hati kami, memberikan penjelasan kepada mereka.” Jawab Darta yang mulai memahami maksud Kania.


“apakah kau yakin.” tanya Cantika kepada Darta


“aku yakin sayang (mengelus rambut panjang Cantika)” jawab Darta kepada Cantika


“kalian atur saja kapan waktunya kalian, akan memberitahukan hal ini. Aku akan selalu mendukung kalian. Tapi, jangan terlalu lama ya (tersenyum).”


Cantika dan Darta membalas kania dengan senyuman.


Mereka pun mengakhiri semuanya. Cantika dan Kania pulang bersama ke kediaman Ganendra. Kania menyuruh Supir untuk tidak memberitahukan aktifitasnya yang telah memata-matai Kania. sesampainya dirumah Nenek, Ibu, dan juga kak Kamila terkejut karna melihat mereka bisa pulang bersama. Dengan beribu


Pada malam harinya Kania masuk kedalam kamar Cantika dan memberikan sebuah susu hamil dengan diam-diam. Sebelum mereka pulang ke kediaman Ganendra. Kania membeli apa kebutuhan Cantika karna, sebelumnya juga Cantika yang telah memeriksakan diri dan ada beberapa hal yang perlu mereka


butuhkan jelas dokter.


“ini, susu mu Cantika. Minumlah selagi hangat.”


“iya kak, terimakasih.”


Kania mengelus rambut Cantika dengan lembut dan sayang. ia pun mengingat semua kejadian pada saat memata-matai Cantika tadi pagi. Ia pun teringat dengan Nitra. Mengapa Nitra ada di café itu dan juga mengapa Cantiika memberikannya semua belanjaan kepada Nitra.

__ADS_1


“oh, iya Cantika. Mengapa kamu menjumpai Nitra di kafe di mall dan kamu juga memberikannya semua belanjaan yang kamu beli di butik.”


“heheh, kakak memang mata-mata sejati ya. Kak, Nitra sudah mengetahui hubungan kami kak. Pada saat ia memergoki kami bergandengan tangan di taman. Ya, sebenarnya dia memerasku kak. Setiap kali ia mengancam akan memberitahukan semuanya kepada kak Kenan. walaupun dengan bahasa yang halus. Akhirnya, aku yang bodoh ini pun mengikuti semua yang dia katakan. Ia juga tahu jika aku sedang hamil. Dia juga yang memperkenalkan ku dengan dokter OBGYN tadi siang.”


“Bagaimana ia bisa tahu jika kamu hamil?”


“kami, melakukan hal itu di vila temannya kak.”


“apa? Bagaimana bisa?”


“Darta pria yang baik kak. dia tidak pernah sedikit pun berani menyentuhku. Untuk menciumi ku saja ia tidak pernah bisa..”


“lalu?”


“kak Nitra memaksa Aku, Darta dan beberapa teman kami untuk berkunjung ke vila temannya. Ia berkata temannya membuat sebuah tempat wisata disana dan ia memberikan discon perdana kepada kami. Ya, akhirnya teman-teman kami pun setuju dan aku pun menyetujuinya. Entahlah apa yang terjadi waktu itu


kak. yang aku ingat aku mabuk lalu pagi harinya aku dan kak Darta sudah dalam keadaan polos tanpa pakaian.” Cerita Cantika


“apakah ini semua akal-akalan Nitra?”


“aku tidak tahu kak.”


Kania mengepal tanganya ia mengutuki Nitra dengan habis- habisan. Ia berjanji tidak akan melepaskan Nitra jika ini semua adalah rencana jahatnya. Ia bertekad akan mencari tahu semuanya.

__ADS_1


__ADS_2