
"Emangnya kamu membawa bajuku?"
"Tidak! Aku terburu-buru tadi."
"Terus, aku pakai apa?" Kenan tersenyum dan mengambil Kimono handuk itu.
"Pakai ini!" memberikannya kepada Kania.
Kania menatap Kenan penuh tanya.
"Daripada kamu harus sakit karna bajumu yang basah?. Ayolah, aku tidak ingin istriku tersayang ini sakit. Siapa yang repot coba?"
"Jadi kamu ngak mau kalau aku merepotkanmu?"
"Hehe, ngak gitu sayang. Aku hanya tidak mau kamu sakit! Kalau masalah merepotkan. Tiap hari kamu merepotkanku kan!" Menggedikkan mata.
"Sudahlah, Ken. Kamu selalu ingin mengajakku ribut."Kenan tertawa, dan mendekap Kania kembali.
"Ayo, sekarang kamu bersihkan dulu dirimu!"
Kania tidak melepaskan tangan Kenan. "Aku tidak akan pergi Kania percayalah!" Kania tetap mengenggam Kenan. "Ohwww, aku tau. Kamu ingin aku yang membersihkan dirimu?" Tersenyum Nakal. Kania memukul lengan Kenan dan pergi membersihkan dirinya.
Kania keluar dari kamar mandi dengan kimono yang ia pakai. Kenan terpesona melihat Kania yang memakai kimono. Wah wah wah si bucin Kenan 😳.
Kania sedikit risih dengan tatapan yang dilakukan Kenan kepadanya.
"Kenapa kamu memandangiku seperti itu?"
Kenan gelagapan menjawab Kania. Dengan wajahnya yang merona Kenan pergi dan membersihkan diri.
-
Kenan keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan kepalanya. Kok malah basah rambut sih? ngak takut masuk angin? entar bukan Kania yang sakit tapi kamu Kenan 😅.
Matanya mencari kesekitar tapi tak terlihat dimana keberadaan Kania. Ia pun sedikit panik dan mencari ke arah balkon. Kenan merasa lega dan menghampiri Kania. Kenan memeluk Kania dari belakang sambil mencium rambut Kania yang wangi.
"Kenapa diluar? kamu tidak kedinginan? ini sudah jam tiga loh sayang. Kamu tidak mengantuk?"
"Tidak, aku memang sedang mencari angin Ken. Rasanya sesak didalam."
"Maafkan aku Kan."
"Sudahlah tidak apa. Lagipula, aku harus bisa bertahan Ken. Bagaimana jika kamu pulang? Aku sendirian dan tiba-tiba mati lampu?"
__ADS_1
"Aku sudah berpikir, untuk memperkerjakan orang tinggal bersamamu."
"Ken, aku.... "
"Tidak, sayang aku tidak mau mengambil resiko apapun tentang kamu. Tolong keputusanku jangan dibantah ya."
Dengan berat hati Kania pun menuruti perkataan Kenan.
"Baiklah Ken." Kenan mengetahui keterpaksaan Kania dari nada jawabannya barusan. Ia pun mempererat pelukannya kepada Kania.
"Kan!" Suara lembut
"Hem?" Membalas kelembutannya
"Aku sangat mencintaimu, aku takut sekali kehilanganmu. Kau adalah hidupku Kan, nyawaku. Aku sungguh mencintaimu."
Kania mengerti beberapa hari ini, ia telah dua kali membuat Kenan panik dan merasa bersalah terhadap dirinya sendiri. Kania membalikkan tubuhnya untuk menghadap Kenan. Kania menempelkan kedua tangannya di kedua sisi pipi Kenan, lalu membuatnya tenang.
"Ken, aku tidak akan kemanapun. Kau tidak akan pernah kehilangan diriku. Maaf ya, sudah dua kali aku membuatmu panik."
"Bukan panik, tapi sangat panik." Kania tersenyum manis.
Kenan dan Kania terbawa suasana, mereka saling manatap penuh dengan cinta. Entah siapa yang memulai ciuman mereka. Tapi kali ini ciuman itupun mengarahkan mereka kepada keintiman dan kedekatan mereka.
"Apakah kamu mengizinkanku untuk memilikimu seutuhnya malam ini?"
Kania mengangguk sambil tersenyum malu kepada Kenan. Kenan yang telah diizinkan untuk memiliki Kania seutuhnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka pun bergelut dalam keintiman yang dirasakan untuk pertama kalinya. Sentuhan demi sentuhan, desahan yang membuat ritme tubuh dan gairah Kenan semakin meningkat. Dinginnya pagi tidak mereka rasakan lagi, dunia hanya milik mereka saja. Surga dunia... Kenan dan Kania sedang berada di surga itu pada saat ini.
-
Waktu telah menunjukkan pukul 7 tepat. Tapi Kenan dan Kania masih berada dalam mode panas.
"Ken, kamu tidak lelah? ini sudah beberapa kali loh."
"Hem?" Kenan tidak memperdulikan perkataan Kania. sepertinya dia sangat asik dengan permainannya.
"Ken, aw.... sakit! sudah ya."
"Sebentar lagi sayang OK."
"Sebentarmu itu lama lah, Ahhhh..." Kenan pun melakukan pe****san terhadap Kania.
"Semoga Ben""h cinta kita ini berkembang ya Sayang." Cup Kenan mengecup kening Kania. "Terimakasih Kania." Kania mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Ken, kamu tidak masuk kerja?"
"Tidak! aku ingin beristirahat dulu Kania. Aku lelah."
"Hem, kalau begitu aku berangkat kuliah dulu ya."
"Kamu yakin?"
"Iya, memang kenapa?"
"Baiklah baik, beritahu aku jika kamu bisa melakukannya ya. Dah, aku tidur dulu cape." Dengan sekejap Kenan memejamkan mata.
Ketika akan bangkit dari tempat tidurnya, Kania menjerit kesakitan. Tubuhnya terasa remuk dan daerah intimnya terasa perih dan sakit. Kenan tersenyum penuh kemenangan dengan pemejaman matanya.
"Wanita polosku ini, perlu diberi edukasi. Sepertinya, aku harus sabar-sabar mengajarinya hehehe." Otak kenan bicara
-
Kania pun ikut terlelap bersama Kenan. Kenan bangun, dan melihat kearah jam sudah menunjukkan pukul 1 lewat. Kenan membangunkan Kania untuk makan siang. Tapi, Kania tidak memperdulikannya ia terlalu lelah untuk sekedar makan saja.
"Lihat, kalau omongannya pagi tadi. "Aku akan pergi berangkat kuliah." Buktinya dia duluan tidur nyenyak dibandingkan diriku, susah lagi dibangunkan. Kania Kania. Kamu menggemaskan sekali sih.... aku makin tambah cinta sama kamu" Cup Kenan mencium sekilas bi*** ran**milik Kania.
Kenan memang pria yang bertanggung jawab. Sebelum ia bisa tidur dengan nyenyak, ia langsung meminta izin kepada rektor Kania (maklum orang besar) dan perusahaan milik keluarganya karna tidak datang.
Kenan memesan baju, dan makanan untuk dibawakan ke kamarnya. 'Ting tong' pesanan pun telah sampai. Berbagai hidangan telah siap diatas meja kamar mereka. Kenan membangunkan Kania kembali untuk makan pagi sekaligus makan siang mereka.
"Sayang, ayo bangun. Kita makan dulu ya, habis itu terserah kamu mau tidur sampai jam berapa. Tapi, sekarang kita makan ya."Kania tidak bergerak. "Kan, Kania! ayo makan dulu." Lagi-lagi usaha Kenan gagal.
Kenan pun tersenyum nakal karna sudah frustasi membangunkan Kania. Ia masuk kedalam tempat tidur dan memainkan aksinya.
Cara Kenan pun sangat manjur beberapa detik saja Kania bangun dan mata Kania terbelalak menghadap Kenan.
Kania mendengus kesal sedangkan Kenan tertawa terbahak-bahak karna telah menjahili istrinya itu. Beribu kata telah Kenan telan mentah-mentah dari omelan Kania.
"Makanya, kalau dibangunin, langsung bangun dong! harus begitu rupanya cara bangunin kamu. Baiklah aku sudah tahu sekarang."
"Dasar mesum."
"Mesum sama istri sendiri ngak papalah. Namanya, juga udah sah. Kamu kan milik aku!"
Kania melempar bantal ke arah Kenan dengan wajah yang cemberut. "Sudah jangan cemberut ayo kita makan. Kamu pasti laparkan, kita tidak sarapan tadi pagi."
"Ya, gimana mau sarapan...."
__ADS_1
"Akunya kan udah sarapan kamu... hahahah" Kenan tertawa menyela pembicaraan Kania. Ia seperti sudah tahu apa yang akan dikatakan istrinya itu.