Kenan Dan Kania

Kenan Dan Kania
Aku Ingin Kau Bahagia


__ADS_3

Di ruang keluarga kediaman Ganendra, entah seperti apa suasana yang saat ini terjadi. Tangis, haru, senang, kesal


semuanya bercampur aduk. Beberapa kali Leon dipeluk oleh semua orang. Ya semuanya telah terbongkar.


Flash Back On


Pada saat Kenan melihat isi dari Flash biru yang di berikan oleh Leon, ia melihat poto-poto mereka dahulu dan satu folder yang bertuliskan 'Secret' dibuka oleh Kenan. Betapa terkejutnya ia melihat video Aira sedang berjalan dengan pria yang berbeda-beda. Ia pun teringat jika dahulu bang Jack sudah memberitahukan kepadanya jika Aira telah berkhianat. Ia pun dengan segera mengajak Kania untuk menjumpai Leon


-


Flash Back Off


"Kenapa kamu tidak memberitahukan tentang video itu kepada ku Leon?" tanya Kenan yang duduk


disampingnya

__ADS_1


"Bagaimana aku memberitahukan padamu Ken? bukankah sebelumnya bang Jack juga telah memberitahukanmu? Jadi, kupikir semuanya akan sia-sia, karna kau telah buta oleh karna cinta. Aku tidak ingin melihatmu menderita, aku ingin kau bahagia seumur hidupmu. Aku pun menyusun siasat untuk mengakhiri hubungan kalian dengan cara itu. Kupikir semuanya akan baik-baik saja setelah itu, dan kalian pasti akan memaafkan ku. Tapi, aku salah semua itu malah membuatku kehilangan kalian." jelas Leon


"Maafkan kami cucuku." sesal kakek dan semua orang


"Tidak, kakek. Jangan seperti itu, aku bahagia telah melakukannya. Tidak ada sedikitpun rasa sesal didalam hatiku." jelas Leon


Kenan sangat terharu dan menyesal akan perbuatannya yang tidak memberikan Leon penjelasan. Ia pun memeluk erat Leon kembali. Bang Jack juga merangkul kedua saudaranya itu.


"Aku tidak diajak? Apakah aku bukan saudari kalian?" kesal Cantika.


Semua orangpun tertawa. Leon, Kenan, dan bang Jack membuka tangan mereka menyuruh cantika untuk memeluk mereka. Mereka pun berpelukan, kebahagiaan yang selama ini sirna pun telah kembali.


-


"Mau apa kamu? Kenan jangan mendekat. Ken....." Kania menutup matanya ketika mereka telah sampai dinding menahan dada bidang milik Kenan. Kenan meletakkan satu tangannya ke arah dinding dan mendekatkan bibirnya di telinga kiri Kania sambil berbisik.

__ADS_1


"Aku mau mandi. Apakah kamu mau ikut?" bisik kenan dengan sensual


Mata Kania terbelalak menatap ke arah Kenan. Ia merasa bergidik di sekujur tubuhnya,Jantungnya berdetak sangat cepat, Pipinya merona merah karna malu. "Apa ini? kenapa aku seperti ini. perasaan apa ini. Oh, tuhan selamat kan aku." gumam Kania dalam hati.


Kenan tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak. Kania heran mengapa Kenan tertawa.


"Wajahmu lucu sekali, Liat pipimu merah merona hahhahha....." ia memegang perutnya karna sakit tertawa.


Wajah Kania semakin merah karna malu ditertawakan oleh Kenan. Ia pun mengubah ekspresinya menjadi kesal lalu pergi ke luar kamar mandi. Belum ia sampai di pintu kamar mandi. Kenan langsung memeluknya dari arah belakang.


"Trimakasih..... Trimakasih karna telah membukakan mataku untuk melihat kebenaran. Trimakasih karna mau bersusah payah menuntaskan masa laluku." Kenan membalikkan tubuh Kania menghadap dirinya. "Trimakasih karna telah mengizinkanku yang bodoh ini menjadi suamimu." Mata mereka saling beradu. Kania menatap mata Kenan dengan sangat dalam mencari kebohongan disana. Alhasil ia tidak menemukannya, ungkapan yang sangat tulus, dan dalam dari hati Kenan.


Kania mengangguk sembari mengalihkan pandangannya karna malu.


"Mandilah, aku akan menyiapkan piyama tidurmu." jawab Kania sambil melepas pelukan Kenan.

__ADS_1


"Apakah kau tidak ingin mandi bersamaku?" Tanya Kenan menggoda.


"KAU....." mata kania terbelalak menyimpan kegeraman lalu pergi meninggalkan Kenan yang kembali tertawa.


__ADS_2